Ineks Oplosan dari Semen Putih dan Obat Demam


Ineks Oplosan dari Semen Putih dan Obat Demam
Buat Ineks: Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIk, memperhatikan cara tersangka Okardi membuat ineks palsunya

PRABUMULIH — Pembuat sekaligus pengedar narkoba jenis ineks oplosan, ditangkap aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih, Selasa (14/1), sekitar pukul 20.00 WIB. Mungkin pikir tersangka Okardi (29), perut orang yang mengonsumsi ineksnya dianggap gedung bangunan yang akan dipasang keramik. Sebab tersangka Okardi membuat ineks palsunya, berbahan dasar semen putih.

Warga Jl Arimbi, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, itu ditangkap di bengkel milik temannya, kawasan simpang tiga Jl Arimbi. Diawali barang bukti (BB) satu paket kecil sabu-sabu (SS) salam saku kanan baju kemeja yang dikenakannya, polisi mengembangkan dengan menggeledah rumahnya.

Didapati lagi 19 butir pil ineks, dan peralatan serta bahan untk membuatnya. Baru terungkap, ineks yang dibuatnya palsu alias oplosan. Bahan-bahannya, berupa semen putih, 10 butir obat warung untuk demam, 5 butir obat warung untuk sakit kepala, alkohol, dan crayon sebagai pewarna ineks. Peralatan lainnya, satu kunci letter T, pisau cap garpu, serta bong alat untuk mengisap SS.

“Ineks palsu itu, Pak. Aku buatnyo dari obat demam, dicampur obat sakit kepala dan semen putih. Serbuk itu diaduk lalu ditambah cairan alkohol, baru kucetak pake stik pancing. Sudah agak keras, baru dikeluarke terus dipotong-potong pake silet,” aku tersangka Okardi, sambil memeragakan caranya membuat ineks oplosan.

Dalam sehari tersangka Okardi mengaku bisa membuat 30 butir ineks. Hasilnya, dipasarkan ke desa-desa, yang tengah menggelar hajatan dengan dimeriahkan organ tunggal (OT). “Kadang mereka (pembeli, red), sudah mabok miras duluan, baru pake barang ini (ineks oplosan, red). Makonyo dak teraso kalu ini palsu. Banyak mereka yang sudah makenyo sakit perut dan buang air besar,” tukasnya.

Kapolres Prabumulih AKBP Denny Yono Putro SIk, mengatakan, tersangka dikenakan pasal berlapis. Untuk sabu-sabunya, Pasal 112 ayat 1 UU No.35/2009 tentang Narkoba. Untuk sajam pisau cap garpu, Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No.12/1951. Sedangkan untuk ineks palsunya, dikenakan Pasal 197 UU No.36/2009 tentang Kesehatan. “Ancaman hukumannya 4-15 tahun penjara. Untuk barang bukti kunci T, kami dalami dugaan terkait kasus curanmor,” jelasnya. (kos/air)

Sumatera Ekspres, Kamis, 16 Januari 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: