Belum Lakukan Pendataan


Banjir Belum Surut

Belum Lakukan Pendataan
Belum Surut: Banjir yang terjadi di Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, hingga kemarin belum juga surut. Banjir ini membuat aktivitas warga terganggu, sementara pemerintah belum melakukan pendataan korban banjir

MURATARA — Banjir yang merendam sejumlah desa di wilayah Kabupaten Muratara, yakni Kecamatan Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir, belum surut. Debit air Sungai Rawas terus meluap dan menyebabkan banjir setinggi 2,5 meter hingga melumpuhkan aktivitas warga dan terparah di wilayah Kecamatan Rawas Ilir.

Pejabat Bupati Muratara, Akisropi Ayub, telah memerintahkan pihak kecamatan, kelurahan dan desa untuk berkoordinasi dan terus melakukan pemantauan. “Kami belum melakukan inventarisir menyeluruh terhadap korban banjir, berapa rumah atau permukiman yang terendam. Untuk tanggap darurat belum diberlakukan, benjir yang terjadi sudah menjadi bencana banjir tahunan,” ungkap Akis.

Pihaknya telah menerjunkan seluruh petugas ke lokasi banjir dan memerintahkan pihak kecamatan, kelurahan, dan desa untuk ikut serta tanggap memberikan bantuan. Termasuk menurunkan satu unit perahu karet yang merupakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) guna mengangkut serta mengevakuasi di lokasi banjir.

Sementara itu, banjir juga membuat aktivitas belajar dan mengajar trganggu. Seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) Persiapan Negeri (PN) di Kelurahan Rupit, Jl Beringin Teluk. “Spontanitas kita liburkan, karena seluruh lokal kelas belajar terendam dan tidak ada tempat lagi untuk belajar,” kata Agus Arianto, tenaga pengajar MI Rupit.

Camat Rupit, Pirdaus, menjelaskan, berdasarkan informasi, banjir di wilayah Kecamatan Rupit telah merendam tiga desa, yakni Noman, Maur, dan Batu Gajah. Sedang banjir setinggi dua meter juga merendam permukiman warga di enam desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Karang Dapo. Yakni Kelurahan Karang Dapo I dan II, Desa Kertasari, Rantau Kadam, Biaro Lama dan Baru, serta Belani. (wek/ce6)

Jalan Terendam, Lamaran Tertunda
Banjir yang merendam akses jalan penghubung antara Kecamatan Karang Dapo dengan Desa Biaro Lama, Muratara, membuat lamaran salah seorang warga di Desa Biaro Lama yang direncanakan Rabu (15/1) tertunda. “Padahal seluruh keluarga sudah berkumpul dan semua antar-antaran siap dibawa,” ujar Mutiara Rahma (22), keluarga calon pria yang akan melamar ke keluarga perempuan di Muara Enim. Hermiah (43), keluarga lainnya, mengaku sudah berembuk dengan keluarga besarnya untuk menunda proses lamaran hingga menunggu banjir surut. “Urung kami lamaran gara-gara banjir,” jelasnya.

Dikatakannya, waktu penetapan lamaran sudah ditetapkan kedua belah pihak keluarga ejak emnpat bulan yang lalu. “Tertundanya proses lamaran karena faktor cuaca yang tak mendukung,” ujarnya. (wek/ce6)

Sumatera Ekspres, Rabu, 15 Januari 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

One Response to Belum Lakukan Pendataan

  1. John says:

    termakasih infonya, sangat bermanfaat , Adriana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: