Hujan Rentan terhadap Diare


Hujan Rentan terhadap Diare Hujan yang melanda Metropolis memberi dampak penyakit seperti diare. Sebenarnya, diare bukan penyakit, tapi sebuah gejala yang timbul akibat infeksi saluran pencernaan

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Menurut dr Erial Bahar MSc, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, terjadinya banjir akibat hujan memang memicu diare karena berkaitan erat dengan cara kuman masuk ke dalam usus. Diare dapat disebabkan beberapa hal, salah satunya infeksi, seperti penyakit tifus disentri hingga kolera yang merupakan radang usus dan lambung.

“Infeksi dapatberasal dari beberapa kuman tertentu. Contohnya, kuman salmonella typhi atau tifus. Kuman biasanya terdapat pada feses atau kotoran penderitannya,” ungkapnya.

Sehingga, kata dr Erial, jika ada penderita tifus membuang feses di suatu tempat dan airnya menyatu dengan banjir, lalu ada orang lain yang menggunakan air tersebut, maka dapat tertular tifus. Dimana, gejalanya berupa diare.

Dia menerangkan, diare yakni kondisi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan feses lunak atau cair. Jika buang air besar sebanyak dua kali sehari dengan feses lendir disertai lendir dan darah, keadaan itu juga dapat dikatakan diare.

Selain infeksi, diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi makanan yang salah, seperti makanan pedas. “Mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan menyebabkan iritasi pada lambung,” cetusnya.

Gejala gangguan lambung dapat timbul walaupun tidak ada infeksi, karena kerja lambung meningkat akibat konsumsi pedas makanan yang salah. “Normalnya, makanan yang dikonsumsi itu baru dapat dikeluarkan dalam bentuk fases setelah 14 jam. Namun karena faktor makanan yang salah, maka menyebabkan kerja usus menjadi cepat sehingga feses yang dikeluarkan waktunya dapat dapat lebih cepat dari keadaan normal,” terangnya.

Awalnya, feses yang dikeluarkan masih keras, tapi lama-kelamaan makin cair hingga hanya air yang keluar. Kondisi seperti ini bisa membahayakan karena mengakibatkan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi.

Sambungnya, dehidrasi juga berbahaya saat seseorang mengalami diare. Hal ini terkait zat-zat elektrolit yang penting bagi tubuh akan turun terbuang saat diare. “Efek ringan dari dehidrasi, dapat menyebabkan penderitanya menjadi lemas dan ngantuk. Namun bila tidak segera ditanggulangi, dehidrasi tersebut dapat berakibat fatal karena bisa menyebabkan kerja jantung berhenti,” ulasnya.

Dia mengimbau, untuk mencegah penyakit diare, sebaiknya perhatikan pomponen yang ada di dalam makanan dan kebersihannya. Bukan hanya kebersihan makanan, tapi peralatan makan juga diperhatikan. “Saat banjir, sebagian orang memanfaatkan air untuk mencuci peralatan makan. Nah, bisa saja air itu mengandung kuman dan menempel di peralatan makan tadi,” pungkasnya.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Ciri-Ciri Penyakit Diare

1. Penderita sering merasa lemas

2. Nafsu makan penderita menurun

3. Biasanya penderita mudah kehausan

4. Penderita sering merasakan sakit perut

5. Penderita sering merasa lemas dan lesu

6. Penderita sering merasa lemas dan muntah

7. Pnderita sering buang air besar dengan intensitas keluar tinja berair

Sumatera Ekspres, Selasa, 14 Januari 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: