Penumpang Trans Musi Terlantar


Karyawan Mogok Seharian, Rugi Rp53 Juta

Penumpang Trans Musi Terlantar
Tak Beroperasional: Ratusan bus Transmusi terparkir di pool Terminal Km 12. Ratusan karyawan shift pagi, baik sopir maupun pramugara Transmusi berkumpul di depan salah satu halte.

PALEMBANG Demo besar-besaran dilakukan seluruh karyawan Transmusi shift pagi, terdiri dari 274 sopir dan 265 pramugara seharian, kemarin (8/1). Ada 150 bus Transmusi terparkir di pool Terminal Km 12. Imbasnya, para penumpang pun terlantar.

Sebelumnya, aksi damai karyawan itu adalah yang kelima kalinya. Boleh dibilang menjadi puncak dari empat kali aksi sebelumnya. Kemarin, yang menjadi tuntutan karyawan adalah soal sisa 25 persen gaji November dan Desember (full) yang belum dibayarkan.

Para karyawan sepertinya kompak. Mereka seolah tidak lagi takut dengan surat edaran yang salah satu poinnya menyatakan kalau karyawan tidak tidak mau patuh dengan aturan dipersilakan mundur dari pekerjaan.

Aksi dimulai dengan berkumpul di pool Transmusi Terminal Km 12. Mereka memarkirkan semua bus Transmusi di sana. Bersama-sama, para karyawan tersebut mendatangi kantor DPRD Kota Palembang di Jakabaring.

“Kedatangan kami ke sini hanya ingin menuntut dan mendesak agar hak kami segera dibayarkan,” kata Herman yang diamini karyawan Transmusi lainnya. Dengan gaji yang belum dibayarkan, dia kesulitan, memenuhi biaya kehidupan keluarga.

Diungkapkannya, pembayaran gaji telah dicicil sejak September lalu. “Yang belum dibayar, gaji November masih sisa 25 persen dan Desember belum sama sekali,” beberanya.

Menurut Herman, mereka berusaha menahan diri dan mencoba mengerti kondisi perusahaan. “Ditunda sebulan masihlah tidak masalah. Tapi kalau sudah berbulan-bulan, sudah tidak masuk akal lagi. Ini sudah puncaknya,” cetusnya.

Keluhan senada diungkapkan Hapiz. “Sudah banyak rencana kami yang mengundurkan diri. Jika tidak dibayarkan juga dalam waktu dekat, kami akan mengerahkan massa lebih banyak lagi. Hari ini (kemarin, red) kami sengaja tidak beroperasional guna menyampaikan aspirasi seluruh karyawan. Yang ikut mogok kerja ini mereka yang shift pagi.”

Kedatangan ratusan karyawan Transmusi disabut Sekretaris Komisi II H Fatur Rahman. Politisi Partai Demokrat ini menyatakan, dewan menampung semua aspirasi yang disampaikan para karyawan. Aspirasi ini akan mereka sampaikan kepada manajemen PT SP2J.

“Kami hanya menampung, mengawasi dan menyampakan aspirasi mereka karena tidak bisa mengeksekusi,” katanya. Yang bisa dilakukan, dalam waktu dekat, dewan akan memanggil manajemen PT SP2J untuk duduk bersama mencari solusi dari permasalahan ini. “Dalam anggaran 2014 tertuang dana subsidi sebesar Rp 850 juta per bulan, atau Rp 10,2 miliar setahun. Nah ini ‘kan bisa digunakan untuk membayar gaji mereka selama PT SP2J belum untung dari operasional Transmusi,” cetusnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang, Aidil Adhari yang dihubungi awak media mengatakan, tahun ini Pemkot Palembang akan memberikan subsidi untuk menutupi biaya operasional, termasuk gaji karyawan Transmusi. “Tanpa subsidi, akan sulit menutupi biaya operasional. Itulah yang saat ini sedang digodok. Berapa besarnya subsidi dan bagaimana mekanismenya belum diputuskan,” ujarnya.

Terpisah, Manajer Unit Usaha Transportasi, Djoko Santoso mengungkapkan, hingga kemarin sudah lima kali karyawan Transmusi menggelar aksi mogok. “Yang terakhir ini klimaksnya,” ujarnya.

Dia telah mengimbau seluruh karyawan bersabar. Namun tuntutan kehidupan juga mendesak untuk dipenuhi sehingga para karyawan kembali menuntut gaji yang memang menjadi hak mereka. “Memang gaji November masih ada 25 persen yang belum dibayar. Sedang gaji Desember ini belum dibayar sama sekali.”

Tanpa bermaksud berkeluh kesah. Djoko mengungkapan bukan hanya para karyawan yang gajinya belum dibayar. “Saya juga belum. Makanya saya imbau mereka untuk sabar.”

Diakuinya, para karyawan sudah bersabar, malah tidak ada yang berhenti meski belum gajian. Tapi semangat kerja mereka jadi kendur. Djoko mengaskan, ratusan karyawan yang menggelar aksi mogok kemarin tidak akan dipecat. “Namun kalau ada yang ingin mengundurkan diri, kami akan beri surat pernyataan. Mereka tidak mendapatkan pesangon, hanya diberi sisa gaji yang belum dibayarkan saja.”

Kata Djoko, dengan adanya mogok massal kemarin, pihaknya menanggung kerugian cukup besar. Belum lagi dari 150 unit bus Transmusi, ada 30 bus yang rusak dan 10 unit dalam perbaikan.

Dalam sehari, penghasilan Transmusi bisa mencapai Rp 53 juta. Itu dari sekitar 14 ribu penumpang yang diangkut per hari. Tapi dengan adanya bus yang rusak, ditambah lagi adanya mogok kerja, operasional terganggu dan kapasitas angkut menurun. Tak heran, dalam dua minggu terakhir hanya didapatkan Rp 27 juta.

Dengan mogok kerja kemarin, belasan ribu penumpang itu tidak terangkut. Banyak yang terlantar pada halte-halte yang ada karena tidak mengetahui Transmusi tak beroperasional.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat Palembang. Akan kami coba berbaiki kualitas pelayanan transportasi publik ini,” imbuh Djoko. Ia mengatakan, anggaran operasional untuk Transmusi tahun ini sebesar Rp 250 juta untuk 10 bulan.

Wali Kota Palembang, H Romi Herton mengatakan, dirinya sudah menginstrukskan agar gaji karyawan Transmusi segera dibayar. Katanya, keterlambatan pembayaran gaji lantaran lambannya komunikasi.

“PT SP2J memang dalam keadaan sulit, namun akan tetap kami support dan gaji karyawan akan dibayarkan secepatnya,” ungkpanya. Sementara itu, hasil audit dari Inspektorat Kota Palembang terhadap PT SP2J belum elesai.

Defisit Rp 800 Juta
Direktur Utama (Dirut) PT SP2J, Marwan Hasmen mengakui belum dibayarkannya gaji karyawan untuk divisi transportasi (Transmusi, red). Untuk November tersisa 25 persen dan Desember 100 persen belum dibayar.

“Kami akan memenuhi gaji karyawan, namun tidak bisa seluruhnya (dicicil) karena saat ini masih kesulitan keuangan. Jika memang ada uang, langsung kami bayarkan,” ucapnya.

Marwan sangat berharap seluruh karyawan mengerti dengan keadaan ini. Pasalnya, posisi neraca keuangan masih mengalami defisi. Total biaya operasional per bulan mencapai Rp 2,7 miliar. Untuk gaji 819 karyawan per bulan saja dibutuhkan dana Rp 1,8 miliar. Belum lagi maintance (pemeliharaan), bahan bakar minyak (BBM), ban dan lainnya.

Sedangkan penghasilan per bulan dari operasional Transmusi hanya Rp 1,9 miliar. “Tiap bulan defisit sekitar Rp 700-Rp 800 juta,” cetusnya. Memang sudah ada penambahan 30 bus baru. Namun itu tidak cukup meningkatkan pendapatan secara siknifikan. Pasalnya, ada 24 bus Transmusi tidak beroperasional karena rusak dan kesulitan spare part untuk memperbaikinya.

Dalam dua hari terakhir, terus terjadinya penurunan penumpang. Turunnya sekitar seribu orang. Dari biasanya 14 penumpang per hari menjadi 13 ribuan. “Semua masalah itulah yang membuat kami kesulitan membayar gaji karyawan,” urai Marwan panjang lebar.

Tahin ini, ucap Marwan, PT SP2J mendapatkan suntikan dana segar (dana penyertaan modal) Pemkot Palembang sebesar Rp 7,9 miliar. Alokasi itu turun dari rencana sebelumnya yang direncanakan Rp 11,3 miliar. Dana itu dialokasikan untuk pengembangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Rp 1,3 miliar dan jaringan gas (jargas) kota Rp 6,6 miliar.

Pantauan Koran Ini di sejumlah halte, tampak banyak calon penumpang Transmusi menumpuk tak terangkut alias telantar. Mereka terlihat gusar menunggu Transmusi yang tak kunjung muncul.

Apalagi di halte transit tidak terlihat seorang pun karyawan Transmusi yang biasa berjaga dan menjual tiket. Di jalanan Metroplis juga tak terlihat ada bus Transmusi lalu lalang mengangkut penumpang. Semua memang terkumpul di pool Km 12.

“Sudah lama saya menunggu Transmusi, tapi kok tidak ada yang lewat. Tidak terlihat juga pramugara yang biasanya stand bay di sini (halte) menjual tiket,” kata Safina, siswi SMAN 3 dengan wajah kesal di halte transit seberang Mapolda Sumsel.

Di halte yang sama, Bastam (67), warga Alang-Alang Lebar (AAL) yang akan pulang setelah mengambil uang pensiunan di Taspen terlihat menunggu bus kota. “Dari pada lama menunggu Transmusi, saya naik bus kota saja,” bebernya.

Di halte Transmusi seberang SMAN 3 dan depan IAIN terlihat lengang. Tak ada satu orang pun yang menunggu Transmusi di sana. (cj7/yun/cj6/ce1)

Sumatera Ekspres, Kamis, 9 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: