Indehoi di Dapur, Miliki Senpira


Digerebek Polisi dan Warga


Tangkap: Kapolsekta SU II Kompol Suparlan Pegang senpi rakitan replika revolver yang didapati dalam tas yang dibawa tersangka Junaidi (tengah). Sebelumnya, Junaidi dgerebek sedang berindehoi dengan pacarnya di dapur

PALEMBANG — Anggota Babinkantibmas Polsekta SU II dan warga menggerebek sebuah tempat indekos di Lr Waspada, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang, Senin (6/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Dari tempat yang diinformasikan tempat kumpul kebo itu, didapati pasangan sedang berindehoi di dapur. Namun sang pria yang belakangan diketahui bernama Junaidi (25) berhasil kabur.

Polisi hanya berhasil mengamankan pacarnya, berinisial M (25) janda satu anak yang indekos di tempat itu, dibawa ke Mapolsekta SU II. Dikiranya sudah aman, tak lama kemudian Junaidi kembali ke tempat indekos pacarnya, berniat mengambil sepeda motor Yamaha V-Ixion bernopol BG 2643 IB yang tertinggal. Tapi dia ditangkap warga, dan dijemput anggota Polsekta SU II.

Begitu tasnya Junaidi diperiksa polisi, malah didapati sepujuk senpi rakitan replika revolver lima silinder yang berisi satu peluru. “Tersangka dikenakan UU Darurat No.12/1951 atas senpi rakitan. Diduga tersangka juga pelaku curat dan curanmor, namun masih kami kembangkan termasuk senpi rakitan miliknya. Untuk pasangannya, M, statusnya masih saksi,” ujar Kapolsekta SU II Kompol Suparlan, kemarin (7/1).

Ditemui di Mapolsekta SU II, M mengaku sudah berpacaran dengan tersangka Junaidi sejak enam bulan lalu. M berstatus janda beranak satu, sedangkan Junaidi mengakunya duda. “Pertamonyo aku dak galak melakuke itu (berhubungan intim, red) tapi dio (Junaidi, red) makso nian, pas aku lagi nyuci piring (akhirnya digerebek polisi dan warga, red),” sesal M.

“Dio jugo janji dengan aku nak melamar bulan Januari (2014, red), tapi ditunda bulan Maret,” tambah M, yang pernah bekerja sebagai TKI di Malaysia selama dua tahun. Sementara tersangka Junaidi, mengaku senpi rakitan itu titipan temannya, berinisial U, juga warga Pemulutan. “Pas nak ngembek motor aku yang tinggal, ketemu U di jalan. U minta tolong pegangi tas itu, dak tau kalu di dalamnyo ado senpi,” kelitnya.

Warga asal Desa Pematang Bungur, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI) itu membantah datang lagi membawa senpi, untuk membalas dendam terhadap warga yang menggerebeknya sedang berindehoi. “Idak dendam, aku jugo idak makso cewek aku untuk berhubungan (intim, red) pakai senpira itu,” tukas tersangka Junaidi, yang ternyata masih mempunyai istri, bukan duda seperti pengakuannya pada M. (wek/air/ce2)

Sumatera Ekspres, Rabu, 8 Januari 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: