Kisah Keluarga Korban Kecelakaan KM Mahakam di Sungai Musi (1)


Ayah, Ibu Dak Biso Berenang di Situ…

Kisah Keluarga Korban Kecelakaan KM Mahakam di Sungai Musi
Berduka: Keluarga korban almarhumah Sri Qadarwati saat ditemui di kediamannya Desa Daya Utama, Jembatan 2, Jalur 18, Kecamatan Muara Padang, Banyuasin. Inzet (almh) Sri Qadarwati

Almarhumah Sri Qadarwati (48), korban kecelakaan KM Mahakam, tujuannya ke Palembang untuk mengantar putera pertamanya, Saifi Idris (20), mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali kuliah usai liburan tahun baru. Bagaimana perjalanan hidup guru mata pelajaran PPKN di SMPN 2 Muara Padang ini?

================================
================================

Desa Daya Utama, Jembatan 2, Jalur 18, Kecamatan Muara Padang, Banyuasin, merupakan wlayah perairan. Kemarin (4/1), sekitar pukul 09.00 WIB, dua wartawan dan satu fotografer Koran Ini berangkat ke kediaman almarhumah Sri Qadarwati. Untuk menuju rumah korban, wartawan koran ini harus menempuh perjalanan mulai dari dermaga dibawah Jembatan Ampera menyewa speedboat dengan lama perjalan sekitar dua jam.

Cuaca mendung dan perairan Sungai Musi yang berombak, speedboat yang diserangi Gani akhirnya tiba di Desa Daya Utama, Jembatan 2, Jalur 18, Kecamatan Muara Padang, sekitar pukul 11.30 WIB. Namun karena tidak tahu persis rumah korban, koran ini sempat menanyakan kepada warga di tepian sungai. “Di seberang sana dek, rumah almarhumah Sri yang meninggal itu (korban kecelakaan speedboat, red),” ujar salah seorang warga Desa Daya Utama menunjuk ke arah rumah korban.

Rumah korban persis di depan SMPN 2 Muara Padang, tempat korban selama in mengajar. Banyak keluarga, kerabat, tetangga dan warga dari desa lain berada di bawah tenda depan rumah maupun di dalam rumah untuk menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. “Benar…, ini rumah Ibu Sri. Silakan masuk dulu. Mas,” sambut keluarga korban kepada wartawan koran ini setelah memperkenalkan diri. Sebagian tamu sudah meninggalkan rumah korban karena jenazahnya sudah dikebumikan sekitar pukul 10.00 WIB di TPU desa setempat.

Korban dimata suaminya Sukardi (46), seorang ibu yang lemah lembut dan penyabar. “Saat ada masalah, ibu juga tidak emosi, tapi tetap tenang dan sangat tabah. Ibu juga sangat menyayangi anak-anak,” tutur Sukardi sambil menunduk.

Peristiwa tabrakan speedboat KM Mahakam yang menabrak tiang besi itu menyebabkan korban meninggalkan suaminya, Sukardi, dan anaknya. Yakni Saifi Idris; Abdul Kholik (16) yang masih duduk di kelas XII SMAN 1 Inderalaya Utara; Usnul Nazila (14), kelas IX SMPN 2 Muara Padang; dan yang paling bungsu Habib (13). “Kami berenam sama anak-anak saya pergi dari (Desa Daya Utama, red) kemarin (Jumat, 4/1, red) pagi dan tiba d dermaga bawah Jembatan Ampera sekitar pukul 08.00 WIB,” jelas Sukardi. Setelah itu, anaknya, Saifi dan Kholik langsung pamit menuju kontrakannya di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Setelah pamitan dengan putera itu, satu keluarga ini belanja di Pasar 16 Ilir membeli pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya. Tanpa menginap, sekitar pukul 14.00 WIB, Sukardi, (almh) Sri dan dua anaknya hendak pulang ke desa menaiki KM Mahakam dari bawah Jembatan Ampera. Namun beberapa menit kapal itu berjalan, duarrr….musibah itu terjadi. Kapal yang mereka naiki menabrak tiang. “Saya tidak ada firasat apapun wakti itu. Air dari belakang cepat sekali masuk kapal,” ingat Sukardi. Saat kapal berangkat, posisi Sukardi duduk di depan sekali menemani putera bungsunya, Habib melihat suasana Sungai Musi. Sesaat usai tabrakan, Sukardi panik dan langsung menggendong Habib menggunakan tangan kanannya berenang keluar kapal yang sudah karam. Sambil menggendong, Sukardi berenang ke tepi Sungai Musi.

Sukardi menyesal karena tidak bisa langsung menyelamatkan istrnya pada saat itu duduk di tengah bersama Usnul Nazila. Setelah di tepi, Habib berteriak kepada ayahnya. “Ayah…, ibu dak biso berenang di situ,” sahut Habib sambil menangis kepada ayahnya. “Ketika saya mau berenang selamati ibu itu tidak bisa lagi. Istri saya tidak terlihat lagi di permukaan Sungai Musi. Sementara puteri saya Usnul Nazila Alhamdulillah selamat karena bisa berenang. Ibu memang tidak bisa berenang. Saat kejadian duduk di bagian tengah. Suasana di sekitar lokasi kejadian pun sepi. Baru beberapa menit kemudian ada satu perahu bawa pasir menolong,” jelas Sukardi.

Setelah mengetahui istrinya sudah meninggal, Sukardi langsung menghubungi putera sulungnya, Saifi yang sudah tiba di Inderalaya supaya datang ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP). Namun ia tidak langsung memberitahu Saifi dikarenakan kuatir putra sulungnya itu akan shock. “Anak saya Saifi baru saja meletakkan buku dan tasnya di kontrakannya dan saya langsung suruh ke RSMP,” jelasnya.

Dikatakan warga asal Banyumas, Jawa Tengah itu, akibat peristiwa itu sebagian barang-barang mereka hilang ditelan Sungai Musi. Seperti tas berisi uang tunai Rp2,4 juta, baju-baju, dan barang belanjaan. “Kami sempat ambil honor akreditasi di Palembang Rp3 juta, dan suah dibelanjakan sekitar Rp600 ribu,” imbuhnya. Diakui Sukardi, saat akan berangkat, kondisi KM Mahakam terasa sempit karena penuh penumpang dan barang bawaan. “Memang di dalam kapal itu terasa sempit dan banyak penumpang,” tuturnya. Karena itu, Sukardi berharap pemilik lebih mengutamakan keselamatan penumpang dengan menyediakan pelampung.

Terpisah, Suranta, Kepala SMPN 2 Muara Padang mengaku, (almh) Sri pertama kali mengajar pada 1991 di SMPN Muara Padang. Korban dikenal penyabar jika anak didiknya sedang ribut di kelas. “Di SMPN ini ada tujuh guru yang PNS, termasuk almarhumah Ibu Sri. Selain itu ada 14 honorer,” tambahnya. Suranta mengaku terakhir bertemu korban pada 24 Desember 2013 saat pembagian rapor siswa. (*/kar/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 5 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: