Lalai, Serang Tersangka


Tragedi KM Mahakam

Lalai, Serang Tersangka PALEMBANG — Pacakecelakaan kapal motor (KM) Mahakam yang menabrak tonggak di belakang Stadion Patra Jaya Plaju, Jumat (3/1), pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan. Kemarin (4/1), Pihak Satuan Polisi Air (Sat Polair) Polresta Palembang meminta keterangan serang (sopir) KM Mahakam, Eka Trisna (24).

Dari keterangan Eka, Sat Polair menetapkan warga Jalur 6, Desa Enggal Rejo, Kecamatan Air Saleh, Banyuasin, itu sebagai tersangka. “Dia (serang, red) lalai karena menghilangkan nyawa orang lain dan dirinya bertanggung jawab dalam mengemudikan kapal motor tersebut, sehingga dia kita tetapkan sebagai tersangka. Kita jerat dia dengan Pasal 359 KUHP,” ungkap Kasat Polair Polresta Palembang, Kompol Junaedi didampingi Kanit Gakkum Polair, AKP Benny Wijaya.

Junaedi mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, KM Mahakam menabrak tonggak besi saat melintas di depan dermaga Ponton, Bagus Kuning, lantaran tidak terlihat karena tertutup air. “Sebelumnya (tonggak) terlihat oleh serang bila melintas di lokasi itu. Namun saat kejadian tidak terlihat, apakah karena air pasang atau karena dipotong,” bebernya.

Selain memeriksa serang, Sat Polair juga telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memberikan police line. Hal itu dilakukan untuk menghindari tabrakan lain lantaran posisi tonggak belum terlihat. Junaedi mengatakan, kecelakaan yang dialami kapal motor maupun kendaraan air lainnya sering tidak ada manifest penumpang, sehingga kadangkala terjadi kesulitan menghitung jumlah penumpang. “Banyak juga kapal motor, speadboat, dan perahu lainnya tidak mempersiapkan pelampung bagi penumpang,” ujarnya.

Disinggung apakah kecelakaan tersebut karena KM Mahakam overload, Junaedi menyatakan, muatan yang diangkut KM Mahakam masih mencukupi. “Kapasitas KM Mahakam itu bisa mencapai 72 orang dewasa. Nah, saat kejadian penumpangnya hanya berjumlah 58 orang ditambah 4 anak buah kapal, termasuk serang. Jadi, muatan penumpangnya tidak lebih,” paparnya.

Sama halnya dengan muatan barang. Menurut Junaedi kapal motor tersebut mengangkut barang kurang dari satu ton. “Maksimal kan satu ton. Muatan kapal motor ini juga kurang dari satu ton,” imbuhnya.

Terkait kepemilikan tonggak besi, Junaedi mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan Pertamina. Sebab, terang dia, informasi awal menyatakan jika tonggak tersebut bekas ponton milik Pertamina. “Seharusnya tonggak itu diberi tanda agar serang mengetahui, atau dibuang agar tidak membahayakan. Yang jelas kami akan melayangkan surat ke Pertamina mengenai keberadaan tonggak itu,” ungkapnya.

Humas PT Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju Makasim belum dapat memastikan tonggak besi tersebut milik siapa. “RU III tidak punya aset tetapi hanya punya kilang minyak di Plaju ini. Aset dikelola oleh kantor pusat (Pertamina),” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Dikatakan, pihak Pertamina RU III pun tak mengelola langsung setiap deramga. Pengelolanya, anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak di bidang perkapalan. “Saya baru akan kroscek Senin (6/1) nanti ke sana. Untuk memastikan aset itu (tonggak, red) punya siapa, milik anak perusahaan atau bukan,” terangnya. Kalau dermaga bongkar muat minyak dan material Pertamina, lanjut Makasim, ada di kantor besar. “Yang jelas, setahu saya dermaga ponton tersebut sudah tidak digunakan lagi sejak saya bergabung di Pertamina RU III,” cetusnya.

Tersangka Eka Trisna sendiri ditahan di Sat Polair Polresta Palembang. Dia tampak kooperatif saat diperiksa petugas. Eka menceritakan bahwa saat kejadian dirinya benar-benar tidak melihat adanya tonggak tersebut, sehingga saat kapal menabrak dirinya juga sempat terkejut. “Memang saat itu penumpang panik. Sebenarnya kapal saat itu tidak langsung tenggelam, tapi karena penumpang panik sehingga berbondong ke belakang kapal,” ungkap Eka yang mengaku sudah enam tahun menjalani profesinya sebagai serang.

Sementara mengenai korban, berdasarkan data yang telah dikumpulkan berjumlah enam orang tewas (bukan tujuh orang tewas seperti yang diberiakan sebelumnya). Keenam korban tersebut adalah Magdahlena (49), Sri Qadarwati (48), Fahri (3), Tunjiah (50), Dian Lestari (20), dan Kartini (15). Junaedi mengungkapkan, semua korban sudah dibawa keluarganya untuk dimakamkan. “Untuk yang selamat juga sudah kembali ke keluarganya. Jadi, tidak ada lagi pencarian korban,” tuturnya.

Rencananya besok (6/1), PT Jasa Raharja Cabang Sumsel akan memberikan dana santunan kepada keluarga korban. Kepala PT Jasa Raharja Sumsel M Patoni berencana mengunjungi langsung keluarga korban di Desa Muara Padan, Jalur 8, Kabupaten Banyuasin. “Santunan kami berikan untuk meringankan beban keluarga korban kecelakaan KM Mahakam,” ujar Patoni di kantornya, kemarin.

Dengan begitu, kata Patoni, ahli waris tidak perlu lagi susah-susah mendatangi kantor Jasa Raharja. “Total dana santunan yang akan kita berikan senilai Rp150 juta kepada ahli waris dari enam korban meninggal dunia. Jadi, masing-masing diberikan dana santunan sebesar Rp25 juta,” terangnya.

Sementara bagi korban luka-luka yang kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Palembang, Jasa Raharja memberikan jaminan ke RS yang menangani. “Jasa Raharja menganggung korban luka-luka dengan maksimal biaya berobat Rp10 juta per orang,” tambahnya.

Seperti dberitakan sebelumnya, KM Mahakam terbalik lima menit setelah lepas sandar dari dermaga penyeberangan 16 Ilir, di bawah Jembatan Ampera, Jumat (3/1) sekitar pukul 14.15 WIB. Diduga, serang (sopir) tak melihat sebuah tonggak besi saat melintas di depan Dermaga Ponton, Bagus Kuning dibelakang Stadion Patra Jaya Plaju.

Enam diantara 62 penumpang dipastikan tewas. Sementara belasan lainnya mengalami luka dan segera dilarikan warga yang membantu menolong ke RS Muhammadiyah Palembang. (gti/may/fad/ego/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 5 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: