Ribuan Hektare Sawah Terendam


Ribuan Hektare Sawah TerendamSawah Banjir: Banjir melanda areal persawahan di tujuh kecamatan di Kabupaten OKU Timur karena hujan deras terjadi beberapa hari terakhir. Bila masih terus turun hujan, bisa menyebabkan tanaman padi yang baru ditanam ini mati

BELITANG — Tingginya Curah hujan di Kabupaten OKU Timur mengakibatkan ribuan hektare tanaman padi milik petani terendam banjir. Banjir ini akibat luapan Sungai Komering dan Sungai Macak. Padahal, umur benih padi ada yang baru satu minggu dan satu bulan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) OKU Timur Ir Tubagus Sunarseno mengatakan, akibat curah hujan yang tinggi, areal sawah di tujuh kecamatan terendam banjir. Sejauh ini, kata Tubagus, pihaknya terus melakukan pendataan lokasi yang terkena banjir. Dirinya mengakui masih banyak laporan yang belum mereka terima dari pihak kecamatan.

“Laporan yang baru kita terima ada tujuh kecamatan yang dilanda banjir, dengan luas sawah yang terendam 2.759,75 hektare. Sementara kecamatan lainnya belum melapor, apakah mereka kena banjir atau tidak,” bebernya. Mengenai besarnya kerugian akibat banjir, Tubagus mengaku belum bisa menghitungannya. Namun, jika terjadi kematian terhadap tanaman padi, kerugian per hektare bisa mencapai 5-6 ton. “Kita masih terus pantau banjir ini, apakah membawa lumpur atau tidak. Kalau ada lumpur, dampaknya dalam tiga hari ke depan tanaman padi akan mati. Kalau hanya air biasa, benih padi tidak akan mati,” tukasnya.

Sementara Wakil Bupati OKU Timur H Khalid Mawardi mengatakan, sejauh ini banjir di beberapa daerah di OKU Timur sebatas menggenangi areal persawahan. Untuk permukiman warga sejauh ini belum ditemukan. “Saya sudah keliling ke seluruh daerah, sampai BK 16 dan juga Taraman, memang banjir hanya di persawahan saja. Namun, banjir ini sifatnya lewat saja. Jadi, tanaman padi kemungkinan tidak akan mati kalau hujan tidak turun terus,” bebernya. Namun, bila air menggenangi persawahan melebihi tiga hari, tanaman akan mati.

Sementara di Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, banjir merendam 416 hektare sawah yang berada di 14 desa. Menurut Camat Semendawai Suku III, Amin Zen, yang meninjau langsung ke lokasi, belum ada tanaman padi yang puso. “Jika dua hari tidak lagi turun hujan, air akan surut. Namun, kalau hujan turun lagi seperti sebelumnya, kemungkinan banjir akan besar,” tambahnya.

Sementara itu, Subur, salah seorang petani yang sawahnya terkena imbas banjir, mengaku sudah mendapatkan sembako dari Pemkab OKU Timur melalui Camat Semendawai Suku III. “Alhamdulillah, hari ini (kemarin, 2/1, red) kami sudah mendapatkan bantuan sembako melalui kecamatan,” katanya seraya mengaku, hujan beberapa minggu terakhir membuat tanaman padi mereka ditenggelamkan banjir.

Terpisah, ratusan hektare areal persawahan warga Desa Nantal, Kecamatan Kota Lahat, terancam puso. Selain itu, 25 hektare tambak ikan jebol. Ini disebabkan terjangan arus air hujan yang mengguyur Kota Lahat beberapa hari terakhir.

“kejadian sekitar pukul 23.00 WIB drainase yang biasanya mengaliri persawahan dan kolam ikan milik warga jebol,” kata Ahmad Subardi Akbar, salah seorang warga, kemarin. Ada dua titik ambrolnya drainase tersebut. Pertama, di dekat bendungan sepanjang 10 meter, serta titik kedua di kolam ikan mencapai 15 meter.

“Bila tidak diperbaiki segera, ratusan persawahan milik masyarakat Desa Nantal terancam puso,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Lahat, Ir Lodik Sitompul MM, menuturkan, pihaknya akan menurunkan petugas ke lokasi untuk melihat kerusakannya. “Sebelum dilakukan perbaikan tentunya akan diukur tingkat kerusakannya,” pungkasnya. (sai/irw/ce6)

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •
Tujuh Kecamatan Terkena Banjir

Belitang Jaya, luas tanam padi 393 hektare, umur tanaman 5-15 hari, terkena banjir 44 hektare.

Cempaka, luas tanam 783,25 hektare, umur tanaman 10-35 hari, terkena banjir 669,25 hektare.

Buay Madang Timur, luas tanam 1.585,25 hektare, umur tanaman 20-46 hari, terkena banjir 523,25 hektare.

Buay Madang Raya, luas tanam 2.045 hektare, umur tanaman 3-10 hari, terkena banjir 265 hektare.

Belitang Mulya, luas tanam 690 hektare, umur tanaman 1-15 hari, terkena banjir 195,75 hektare.

Buay Madang, luas tanam 2.023,23 hektare, umur tanaman 5-21 hari, terkena banjir 646,5 hektare.

Semendawai Suku III, luas tanam 7.720,25 hektare, umur tanaman 5-20 hari, terkena banjir 416 hektare.

Sumatera Ekspres, Jumat, 3 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: