Perusahaan Saling Lempar Tanggung Jawab


Perusahaan Saling Lempar Tanggung Jawab
Terjebak Lumpur: Kondisi jalan antardesa di Kabupaten Muba sebagian rusak parah. Tampak sebuah alat berat berusaha menark truk sawit warga yang terjebak lumpur

SEKAYU Warga yang tinggal di kawasan Sungai Jering, Kelurahan Sungai Lilin dan Sungai Lilin Jaya, Kecamatan Sungai Lilin, Muba, maupun warga sejumlah desa di Kecamatan Tungkal Ilir, Banyuasin, kini kesulitan. Pasalnya sejumlah titik di akses jalan utama menuju kawasan tersebut sulit dilalui akibat hujan dan banyaknya kendaraan berat milik sejumlah perusahaan perkebunan dan pertambangan yang melintas.

Pantauan Koran Ini, jalan utama milik Pertamina itu merupakan jalan tanah perkerasan. Namun di beberapa titik berlumpur seperti bubur lantaran hujan, akibatnya masyarakat tidak bisa melintas. Bahkan sejumlah truk pengangkut sawit warga banyak yang terjebak. Beberapa sepeda motor warga juga terjebak lumpur.

“Kalau mobil sawit saja terjebak apalagi mobil warga Pak, kami susah keluar mau belanja kebutuhan pokok. Sawit juga busuk kalau susah dibawa keluar seperti sekarang. Kemarin saja guru sekolah ada yang jalan kaki karena tidak bisa lewat kendaraan,” kata Joko, warga setempat, belum lama ini.

Mat Cik, salah satu ketua RW mengatakan, masyarakat sudah pernah meminta sejumlah perusahaan yang menggunakan jalan tersebut untuk membantu perbaikan seperti PT BMP, Hindoli, BOS, dan UN. “Tapi mereka malah saling lempar, warga yang kesal pernah menutup jalan. Kasihan warga kalau begini terus, kalaupun melakukan perbaikan jangan asal nimbun saja seperti sekarang, harus diatur agar tidak sia-sia,” katanya.

Camat Sungai Lilin, Drs Iskandar Syah-rianto MH yang meninjau lokasi menegaskan akan segera menindaklanjuti keluhan warga. “Seluruh perusahaan akan kami panggil, jangan saling lempar. Nanti akan dikoordinasikan supaya perbaikan yang dilakukan optimal,” ungkapnya.

Kondisi ruas jalan rusak juga terjadi di ruas jalan poros Desa Pagar Desa, Kecamatan Bayung Lincir. Akibatnya aktivitas warga terhambat karena jalan tersebut merupakan jalan poros yang menjadi akses warga untuk keluar-masuk desa. Terlebih bagi para petani yang hendak membawa hasil panennya. “Lumpurnya dalam dan licin, banyak mobil dan motor yang terjebak di dalam kubangan lumpur,” ujar Slamet, warga setempat, kemarin (2/1).

Kades Pagar Desa, Yusrizal mengungkapkan, kondisi jalan poros desa ini dibuka tahun 1993 dan hingga sekarang belum ada perbaikan. Bahkan kondisi jalan masih sama persis dengan saat pertama kali dibuka. “Dari awal dibuka hingga sekarang, jalannya masih tanah. Belum pernah dilakukan pengerasan,” ujarnya. (kur/yud/lia/ce5)

Sumatera Ekspres, Jumat, 3 Januari 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: