Digerebek, Nyaris Diarak Bugil


Warga Minta “Cuci Kampung”

Digerebek, Nyaris Diarak Bugil PRABUMULIH — Tak terbanyangkan lagi, besarnya rasa malu yang harus ditanggung pasangan muda-mudi RO (22) dan AS (23). Mereka digerebek warga ketika sedang indehoy di bedeng kontrakan AS, di Jl Alipatan, Gg Setia, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih, Kamis (2/1), sekitar pukul 09.00 WIB. Bahkan, nyaris diarak dengan kondisi bugil.

Bagaimana terkuaknya perbuatan mesum itu? Informasinya berawal pagi itu Tari (35) hendak mengambil panci untuk merebus ubi. Tak sengaj dia mendengar suara desahan layaknya orang bersetubuh dari bilik kamar kontrakan AS, yang bersebelahan dengan kontrakan Tari. Tari yang penasaran, lalu mengintip dari celah dinding kayu yang memang sudah agak rapuh.

Terkejutnya Tari, melihat AS dengan pasangannya yang dalam kondisi bugil sedang berindehoy. Spontan Tari menjerit, karena tidak menyangka. Sebab, AS dikenalnya lugu dan tdak banyak ulah. Selain bekerja di mnimarket, AS juga tercatat sebagai mahasiswi. Sementara mendengar teriakan Tari, tetangganya yang lain pada berdatangan ke kontrakan Tari. Begitu ditanya tetangganya, Tari tidak bisa lagi menutupi alasannya menjerit. Dia terpaksa mengatakan, melihat tetangga kontrakannya sedang berbuat mesum di pagi hari. Langsung saja warga menggerebek kontrakan AS.

Paangan yang sedang dimabuk cinta itu tak bisa berbuat banyak. Keduanya hanya bisa berusaha menutupi bagian sensitifnya, menggunakan tangan. “Cewek itu (AS, red) baru tiga minggu mengontrak di sini, karena bekerja di minimarket tak jauh dari sini. Kami dari malam sebelum penggerebekan, karena si cowok (RO, red) datang berkunjung malam hari dan tidur di rumah si cewek, makanya kami curiga,” ujar Tari ketika dibincangi wartawan. Sementara warga yang merasa kampungnya dikotori, hendak mengarak paasngan AS dan Ro yang dalam keadaan bugil keliling kampung. Namun keduanya terus memohon ampun dan meminta maaf agar jangan diarak. Beruntung, ada polisi yang melintas dan bersama sesepuh warga setempat, menghalangi niat warga mengarak pasangan tersebut.

Belakangan diketahui, AS dan Ro bekerja di minimarket yang sama. Termasuk kuliah di tempat yang sama. Mereka juga sama-sama berasal dari Desa Sebau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. “Pasangan itu kita amankan di rumah ketua RT, sembari menunggu pihak kepala desa serta kedua orang tuanya untuk nanti dilakukan pembersihan kampung,” ujar Lurah Mangga Besar, Joni Panhar.

Sebelumnya, tokoh masyarakat setempat, Riduansyah, menegaskan harus dilakukan “cuci kampung” jika pasangan itu tidak mau diarak keliling kampung. “Warga tidak terima. Kami minta keduanya melakukan doa tolak balak dan pemotongan kambing atau membaca Yasin. Warga kami menjadi tercemar dan tidak bersih,” cetus Riduansyah seraya menambahkan, juga meminta uang Rp10 juta untuk kampung tersebut. (kos/air/ce4)

Sumatera Ekspres, Jumat, 3 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: