15 PO Angkat Tangan


Tak Mampu Ikuti SOP Transmusi

15 PO Angkat Tangan PALEMBANG Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang memastikan, 2017 tidak ada lagi bus kota dan angkot yang beropersi di Metropolis. Khususnya pada lima trayek, Ampera — Km 5, Ampera — Bukit, Ampera — Kertapati, Ampera — Plaju, dan Km 5 — Talang Betutu.

Kepastian itu diungkapkan Kepala Dishub Palembang, Masripin Toyib, melalui Kasi Angkutan, Indra Suryadi, secara bertahap, bus kota dan angkot yang ada saat ini akan habis izin trayeknya pada 2017.

Karena usia kendaraan sudah 10 tahun, maka tidak boleh lagi beropperasi di jalanan Palembang. Jika ingin eksis, pengusaha angkutan harus mengganti bus dengan armada baru yang memiliki spesifikasi, seperti BRT Transmusi. Rencana ini sudah ditawarkan Dishub Palembang kepada 15 perusahaan otobus (PO) sejak 2009 lalu, tapi mereka angkat tangan. “Mereka katanya belum sanggup memenuhi standar operasi prosedur (SOP) yang diatur dalam Perwako Nomor 1465 Tahun 2009 tentang penghentian, Peremajaan, dan Penggantian Kendaraan,” beber Indra.

Pasalnya, untuk pengadaan armada baru, apalagi spesifikasinya seperti Transmusi, membuthan biaya mahal. Busnya harus nyaman, bersih, dan ada AC-nya. Rute beroperasinya armada baru dari PO juga nantinya mengikuti trayek Transmusi. Ia menuturkan, ketentuan ini mirip bus Kopaja di Jakarta yang bisa masuk ke jalur Busway.

“Ini sesuai dengan visi Pemkot Palembang yang ingin memberikan transportasi massal nyaman dan aman kepada masyarakat,” imbuhnya. Diakui Indra, adanya kebijakan ini membuat sebagian pelaku uasaha (pemilik PO) keberatan. Di sisi lain, mereka belum mampu mengikuti ketentuan yang telah diatur. Sejak 2009 lalu, tidak ada lagi bus kota dan angkot yang dilakukan peremajaan. Jumlah saat ini tersisa 1.700 unit bus kota dan angkot untuk semua trayek yang ada. Khusus bus kota, jumlahnya terus berkurang dari 600 unit pada 2009 kini tersisa 200 unit. “Tahun depan diperkirakan berkurang lagi hingga menyisakan 150 unit,” beber Indra.

Dari 1.700 unit, sekitar 1.500 unit lainnya adalah angkot yang mengangkut penumpang pada lima trayek. Seleruhnya juga akan habis masa berlaku trayeknya pada 2017. Sama seperti bus kota, angkot-angkot ini juga tidak boleh digantikan dan diremajakan. Jika dirinci, angkot pada rute Ampera — Km 5 sisa 210 unit dari sebelumnya 300 unit. Rute Ampera — Bukit ada 110 unit dari semula 140 unit. Lalu, rute Ampera — Kertapati ada 140 unit dari jumlah semula 200 unit. Rute Ampera — Plaju sisa 160 unit dari semula 200 unit. Dan terakhir, rute Km 5 — Talang Betutu tersisa 40 unit dari jumlah sebelumnya sebanyak 90 unit. “Pendek kata, angkot lima trayek akan hilang dan bus kota tidak akan beroperasional lagi di dalam Kota Palembang,” tutur Indra. Salah satu alasan penghapusan ini karena kelima trayek yang ada berhimpitan dengan koridor operasional BRT Transmusi. (yun/ce4)

Sumatera Ekspres, Senin, 16 Desember 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: