Sumsel Minim Obat Bersertifikat Halal


Sumsel Minim Obat Bersertifikat Halal PALEMBANG — Masyarakat di Sumsel harus waspada dalam memilih obat-obatan. Pasalnya, dari ribuan obat-obatan yang beredar di Sumsel, baru dua persen yang memiliki sertifikat halal.

Ketua MUI Sumsel M Sodikun yang mengatakan, dari berbagai jenis obat-obatan yang beredar di pasaran yang jumlahnya tak terhitung. Namun produk berlabel halal dari MUI masih minim. “Jumlah yang minm masih dua persen,” katanya ditemui koran ini di ruang kerjanya, kemarin (9/12).

Obat-obatan yang terbuat dari lemak dan gelatin babi bisa digunakan untuk obat tablet dan vitamin. Dan ini masih banyak beredar di pasaran. “Bagi umat muslim apa pun yang masuk ke dalam tubuh yang asalnya haram meski telah berproses tetap saja haram,” tegas Sodikun.

Menurutnya, masyarakt sebagai konsumen harus diberikan rasa aman dan dilindungi karena hal ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Sudah menjadi hak konsumen untuk mendapatkan rasa aman dalam mengonsumsi apa pun, terlebih bagi umat muslim, apa pun yang dikonsumsinya pasti mementingkan kehalalan,” katanya.

Dia menambahkan, dalam hal ini pemerintah baik Kemenkes maupun lainnya perlu memperhatikan kehalalan dari obat-obatan baik dalam bentuk pil maupun jamu. Masyarakat juga harus pandai memilih obat. “Semua pihak harus memikirkan masalah ini. Kehalalan obat-obat harus diperhatikan. Pemerintah harus punya kebijakan melindungi konsumen,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen (LIK) Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB-POM) Sumsel Irwansyah mengataka, pihaknya tidak mengeluarkan izin untuk halal haram, tapi hanya mengeluarkan izin beredarnya obat-obatan. “Kalau obat-obatan izinnya berasal dari pusat, kami hanya melakukan survei dan varifikasi. Kami juga hanya mengeluarkan izin edar sesuai standar obat-obatan,” katanya.

Dia menuturkan, pihaknya tetap memberikan izin edar makanan ataupun obat-obatan meski mengandung minyak babi. Hanya saja perlu diberikan label pemberitahuan kepada masyarakat. “Kalau di makanan ada label dalam kemasan berlogo merah gambar babi. Namun untuk obat-obatan di Palembang ini belum diketemukan hal yang demikian,” tuturnya. (cj7/via/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 10 Desember 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: