Lagi, Mogok Empat Jam


Operasioanl dan Pelayanan Transmusi Terganggu

Lagi, Mogok Empat Jam
Ganggu Operasional: Mogoknya para sopir dan pramugara Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi di Pool Terminal Alang-Alang Lebar (AAL), kemarin (7/12) mengakibatkan terganggunya operasional bus Transmusi. Mereka nenuntut pelunasan gaji Movember

PALEMBANG — Ratusan karyawan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) yang mengoperasionalkan Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi membuktikan ancaman mereka, dua hari lalu. Kemarin (7/12), baik pramugara maupun sopir transportasi umum yang dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) Pemkot Palembang ini kembali mogok kerja.

Aksi mogok menuntut pelunasan gaji November ini berlangsung di pool Transmusi Terminal Alang-Alang Lebar (AAL). Setelah absen pagi pukul 05.00 WIB, ratusan karyawan kompak tidak beroperasional. Terhitung sejak pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Mogok krja kali ini lebih lama dibanding dua hari lalu yang hanya dua jam. Manager Transmusi, Djoko Santoso mengungkapkan, para karyawan menuntut pembayaran gaji adil, seperti unit-unti lain di bawah manajemen PT SP2J. Hingga kemarin, para Karyawan Transmusi baru menerima 2 persen gaji mereka.

Itu pun baru dilakukan Jumat malam lalu. “Paling tidak menerimanya sama seperti yang lain, dengan harapan Senin bisa dibayarkan 50 persen,” ujarnya, Diakui Djoko, pembayaran gaji ini sangat diharapkan para karyawan yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka ehari-hari.

Sudah tiga bulan terakhir mereka memaklumi kondisi keuangan PT SP2J. Tapi setidaknya pemerintah daerah bisa memberikan keadilan. Nah, para karyawan Transmusi merasa seperti dianaktirikan. “Kalau yang lain 50 persen, harus mereka semua juga dibayar 50 persen,” tutur Djoko.

Aksi mogok tersebut sangat mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Seyogyanya, dalam sehari 90 unit Transmusi bisa mengangkut 13 ribu penumpang. Tapi dengan berkurangnya jam operasional yang terpotong mogok empat jam, dipastikan jumlah penumpang yang dilayani tak ebanyak itu.

Djoko berharap, Senin nanti gaji karyawan bisa dibayarkan sehingga tidak ada aksi mogok lanjutan. Informasinya, Senin gaji mereka akan dibayarkan 30 persen lagi hingga mencapai 50 persen seperti karyawan SP2J yang lain.

Salah seorang sopir Transmusi, Zulkarnaen mengaku, kemarin pihaknya melakukan rapat bersama untuk mempertanyakan kepastian pembayaran gaji yang tersendat. Selama ini mereka cukup. Namun setelah ini, para karyawan minta gaji mereka dibayarkan 100 persen. “Kami ingin lancar setiap bulan, jgan diangsur-angsur,” cetusnya.

Mengingat gaji yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Nah dengan adanya rapat bersama para karyawan bisa mengetahui mengapa gaji bisa tersendat dan kapan akan dilunasi sisanya.

Kata Zulkarnaen, ada banyak phak yang dirugikan. Tidak hanya karyawan yang gajinya dicicil, tapi juga penumpang yang tak terlayani. “Tapi bagaimana kami berpikir melayani masyarakat sementara hak-hak kami tidak dipenuhi,” tukasnya. (uni/ce2)

Sumatera Ekspres, Minggu, 8 Desember 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: