Turis Asal Belanda Kejambretan di Palembang


Turis Asal Belanda Kejambretan di Palembang
Lapor: Turis asal Belanda, Suzanne Jeanne, yang sempat menangis usai dijambret (duduk tengah), kemudian membuat laporan polisi ke SPK Terpadu Polresta Palembang, kemarin (19/11)

PALEMBANG — Berwisata ke kota Palembang, turis asal Negeri Belanda ini mendapat pengalaman tak mengenakkan, Suzanne Jeanne (23), menjadi korban penjambretan bandit bermotor di Jl Madang, Kecamatan Kemuning, Selasa (19/11), sekitar pukul 13.15 WIB. Lajang asal Negari Kincir Angin itu sempat berteriak minta tolong, tapi pelaku yang berjumlah dua orang itu sukses kabur membawa tas milik korban.

Korban yang menangis di pinggir jalan, akhirnya ditemukan kenalannya yang orang Palembang, Rian (27), lalu diajak melapor ke SPK Terpadu Polresta Palembang. Rian yang mewakili korban lantaran kurang fasih berbahasa Indonesia, menjelaskan, saat kejadian korban dan temannya sesama asal Belanda, Matthijs Eelco Abram (29) sedang berjalan kaki.

Dari tempat mereka menginap di Hotel Swiss Belinn Imara Sudirman di Jl Jenderal Sudirman, Simpang Sekip, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, korban menuju sebuah tempat makan di Jl Madang dimana Rian sudah menunggu. Diduga sudah mengkuti korban saat berjalan kaki di Jl Mayor Salim Batubara, pelaku baru mengeksekusi korban saat masuk di Jl Madang. “Yes, duo,” ucap Suzanne, ketika ditanya jumlah pelaku yang menjambretnya.

“Kata cerita korban, ada dua pelaku mengendarai sepeda motor melintas dari belakang mereka. Namun sepeda motor itu putar balik menghampiri mereka, tiba-tiba lalu menarik tas korban. Korban sempat minta tolong dan warga ada yang mengejar pelaku namun pelaku tidak terkejar lagi. Korban menangis di tempat kejadian, saya langsung menghampirinya,” terang Rian, guru bahasa Inggris di sekolah tinggi bahasa asing (STBA) Methodist.

Ditambahkan Rian, korban dari Belanda datang ke Palembanguntuk berlibur. Dari tas sandang warna cokelat yang dijambret, berisi satu smartphone merek IPhone 4; kartu asuransi kesehatan (IZA); kartu mahasiswa dari Maastricht University beralamat Minderbroedersberg 4, 6211 LK Maastricht, Belanda; uang Rp 300 ribu; dan kunci kamar hotel.

Kalau diuangkan, kerugian yang diderita korban sekitar Rp 9 juta. Masih beruntung, paspor milik korban tidak sampai hilang dijambret, karena disimpan di tempat lain. “Sebelum ke sini (Mapolresta Palembang, red) kami ke hotel dulu, untuk memblok semua data yang ada di IPhone. Setelah itu kami baru datang ke sini,” pungkas Rian.

Kasus pencopetan terhadap warga asal Belanda itu, tercatat dalam laporan polisi bernomor LP/B-3263/XI/2013/Resta/Sumsel. “Laporan korban sudah kami terima selanjutnya masih dalam penyelidikan petugas,” kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk, melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto SIk MH. (cj1/air)

Sumatera Ekspres, Rabu, 20 November 2013

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

One Response to Turis Asal Belanda Kejambretan di Palembang

  1. Parah bnget tu jambret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: