Kapolri Izinkan Polwan Berjilbab


Kapolri Izinkan Polwan Berjilbab JAKARTA — Polemik tentang boleh tidaknya polisi wanita alias polwan memakai jilbab menemukan titik terang. Kapolri Jenderal Sutarman memberikan izin bagi para polwan untuk mengenakan jilbab. Meski masih berupa ucapan lisan, pernyataan Kapolri tersebut memberikan angin segar bagi para polwan yang ingin mengenakan jilbab.

Izin tersebut disampaikan Sutarman setelah beramah tamah dengan wartawan di Mabes Polri kemarin. Menurut dia, mengenakan jilbab merupakan hak asasi setiap perempuan muslim, apapun profesinya. “Saya sudah sampaikan kepada anggota, kalau misalnya ada anggota yang mau pakai (jilbab), silakan,” ucapnya.

Polwan yang ingin berjilbab hars menyediakan sendiri. Mabes Polri belum menyediakan anggaran untuk pengadaan jilbab. Sebab, pada dasarnya penggunaan jilbab memang belum diatur dalam Perkap tentang Seragam Polri.

Untuk membeli jilbab pun, Sutarman menyarankan agar sesuai dengan seragam dinas. Sudah ada beberapa contohnya, terutama yang dikenakan oleh polwan di jajaran Polda Aceh. “Mulai besok (hari ini, red), kalau ada yang mau pakai (jilbab) saat tugas, tidak masalah,” kata mantan Kapolresta Palembang ini.

Sebenarnya, penggunaan jilbab sudah banyak dilakukan oleh polwan di berbagai daerah. Namun, hingga saat ini penggunaannya masih terbatas. Hanya polwan-polwan yang berdinas di Intel dan Reserse yang mengenakan jilbab, karena mereka tidak terikat dengan aturan seragam dinas. Dalam tugas sehari-hari mereka tdak pernah mengenakan seragam cokelat Bhayangkara.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyambut baik gebrakan Sutarman. Anggota Kompolnas Hamidah Abdurrachman menyebut pernyataan tersebut sebagai keputusan yang bijak. Tentunya, keputusan itu sangat melegakan para polwan yang ingin menjalankan perintah agama. Keputusan lisan tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan langkah kongket.

“Perlu penjelasan apakah (polwan berjilbab) menggunakan rok panjang atau celana panjang? Ini bebas atau hanya untuk non-uniform? Harus jelas,” ujarnya. Kemudian, pada anggaran 2014, Polri diminta menyediakan alokasi dana khusus untuk membuat seragam polwan yang dilengkapi jilbab.

Yang mendesak untuk segera dibuat setelah pernyataan tersebut adalah aturan tertulis. Misalnya, membuat Perkap tentang Seragam Polri muslimah. Yang dibahas terutama pada desain. “Paling tidak, apabila belum ada perkap, pakai surat edaran yang berisi ketentuan-ketentuan umum agar jelas,” katanya.

Keputusan Sutarman kemarin disambut gembira polwan di sejumlah daerah. Di Sumsel, Kapolda Saud Usman Nasution melalui Kabag Ops Polda Sumsel, Kombes Pol Fiandar mengatakan kalau di jajarannya cukup banyak Polwan yang sudah berjilbab. “Kalau di Sumsel, selama ini memang ada beberapa Polwan yang menggunakan jilbab dan terakomodir. Tapi untuk tertuang dalam regulasi belum dan lebih baik menunggu statement dari Kapolda Sumsel saja,” ungkapnya. (mik/byu/ca/ce1)

Sumatera Ekspres, Rabu, 20 November 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: