Mancing di Lubuk Keramat, Tewas Tenggelam


Mancing di Lubuk Keramat, Tewas Tenggelam
Cari: Warga, Tim Tagana dan Brimob Petanang, menyisir Sungai Kelingi, kemarin (5/11) masih mencari Muhammad Rindu Hati, pemancing yang tenggelam dan belum ditemukan

LUBUKLINGGAU — Tim Tagana, Brimob Petanang dan warga, hingga kemarin (5/11) masih melakukan penyisiran di Sungai Kelingi. Mencari keberadaan Muhammad Rindu Hati (25), warga Jl Kelapa, RT 05, yang hilang tenggelam Senin (4/11), saat hendak mancing bersama tiga temannya, Sunarko (23), Ujang Sofyan (32) dan Reza (23).

Komandan Kompi I B Brimob Petanang Iptu Jajang, ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya menerjunkan sebanyak 25 personel. “Kita dibantu Tagana dan masyarakat. Kita Senin, kemarin, mencari korban dan dapat satu. Malamnya kita menghentikan pencarian. Baru pada pagi hari kita melanjutkan pencarian,” katanya.

Lebih tragis nasib Sunarko, yang sudah lebih dulu ditemukan tewas. Kemarin sekitar pukul 10.00 WIB, alm Sunarko sudah dimakamkan keluarganya. Sementara Ujang Sofyan dan Reza, selamat dari maut. “Memang sudah tiga bulan ini kami hobi mancing. Tapi ngapolah Senin tadi kami ingin mancing ikan baung di Sungai Kelingi,” ucap Ujang.

Awalnya, mereka memancing di tepi Sungai Kelingi, kawasan Kelurahan Batu Urip. “Di Lubuk Keramat, biasenye banyak ikan baung. Jadi kami nekad be nyeberang sungai yang arusnya sedang deras,” tambah Ujang. Menurut Ujang, ketiga temannya itu menyeberang lebih dulu secara beriringan ke tengah sungai.

Tapi ketika mereka di tengah, lanjut Ujang, ternyata semakin deras hingga ketiga temannya itu hanyut. “Mulonyo kukiro maen-maen, sebab sebelum nyeberang sungai itu kami ketawo terpingkal-pingkal. Dak taunyo hanyut nian, aku cuma sempat selamatke Reza. Itupun aku hampir hanyut jugo, kalu idak tepijak dasar sungai,” ucapnya.

Nahas bagi dua temannya, Muhammad Rindu Hati dan Sunarko, yang hilang tenggelam. “Aku nyesel nian pak. Ngapo dak be empat kami mati sekalian be,” sesal Ujang. Setelah dua jam melakukan pencarian bersama warga dan Tim Tagana, Sunarko ditemukan tidak bernyawa lagi, tersangkut di dahan pohon di sungai. (iol/air/ce1)

Sumatera Ekspres, Rabu, 6 November 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: