Waspadai Bahan Fogging DBD


Waspadai Bahan Fogging DBD
Fogging: Seorang petugas kelurahan memfogging kawasan perumahan Kompleks Kenten Sejahtera (Poligon)

Risiko Ganggu Kesehatan
Baik Jika Kadar Nyamuk 60 Persen

PALEMBANG — Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap mewabah di musim penghujan membuat masyarakat sering melakukan pengasapan (foging) di tempat tinggal. Hanya saja, warga sebaiknya hati-hati menggunakan jasa pengasapan karena banyak yang asal-asalan mempergunakan bahan baku.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, dr Anton Suwindro, tidak seluruh jasa pengasapan mengerti dengan profesi yang mereka lakukan. Pasalnya, fogging tidak bisa dilakukan asal-asalan, melainkan harus dilakukan semacam observasi terlebih dahulu.

Fogging sebaiknya dilakukan jika kadar nyamuk Aedes Aegepthy sudah 60 persen. Kurang dari jumlah itu, sebaiknya jangan dulu lakukan fogging,” kata Anton.

Risiko utama jika menggunakan jasa fogging asal-asalan, tegas Anton, adalah bahan yang digunakan. Warga pastinya tidak tahu apa yang digunakan seorang penawar jasa fogging saat melakukan pengasapan di sekitar rumah. Yang ditakutkan, bahan yang mereka gunakan mengandung bahan yang berbahaya untuk kesehatan.

Untuk itu, Dinkes Palembang siap membantu dan melayani masyarakat Palembang yang ingin melakukan fogging di kediaman mereka. Tak ada tarif biaya khusus yang diwajibkan untuk dibayar. Dinkes bersedia menerima ongkos sukarela dari masyarakat yang kediamannya ingin dilakukan pengasapan.

“Petugas dari Dinkes membawa surat tugas dalam menjalankan tugas. Mereka juga menggunakan pelindung diri, topi, sarung tangan, dan baju. Kita imbau kepada masyarakat untuk jangan percaya begitu saja jika ada yang mengatasnamakan Dinkes Palembang,” kata Anton.

Selama Oktober, atau bertepatan dengan mulainya musim hujan di Palembang, Dinkes Palembang belum memiliki data penyakit DBD. Hanya saja, ia tetap meminta masyarakat memperhatikan kondisi di lingkungan sekitar. Mulai dari aliran air PAM, tempat penampungan air, hingga bak mandi sebaiknya rutin diperiksa setiap hari.

“Yang Rawan itu komleks perumahan yang baru berdiri karena kebanyakan belum terlalu diperhatikan sanitasi dan kebersihannya. Kawasan rawan masih di sekitar Seberang Ulu (SU) I dan Ilir Timur (IT) I yang padat penduduk,” katanya. (cw7)

Sriwijaya Post, Rabu, 30 Oktober 2013

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Ikan Tempalo dan Bubuk Abate

LEMABANG 2008 Fogging Bersama Baygon
Digelar Indomart

PALEMBANG — Maraknya kasus demam berdarah (DBD) di berbagai daerah belakangan ini, menimbulkan respon simpatik dari sejumlah kalangan. Berbagai upaya pencegahan dilakukan seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang ritun digelar demi mengurangi wabah penyakit tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Makrayu, Dr Hj Novia Diana Roza MKes saat ditemui koran ini dalam acara Fogging nasional demam berdarah bersama Baygon oleh Indomart di Kantor Kecamatan Ilir Barat (IB) II Makrayu, Selasa (29/10).

Novia mengatakan untuk pencegahan masyarakat diimbau untuk 3M (mengubur, menutup, dan menguras) tempat yang bisa berpotensi untuk perkembangbiakan nyamuk. “Selain 3M tersebut, kita juga mengimbau masyarakat untuk memelihara ikan tempalo. Karena ikan itu memakan jentik nyamuk, sehingga bisa mengurangi populasi nyamuk,” katanya.

Selain mengimbau masyarakat memelihara ikan tempalo, Novia juga menganjurkan untuk menabur abate pada tempat penampungan air. Hal ini juga dapat mencegah berkembangnya jentik nyamuk. Untuk langkah selanjutnya baru dilakukan fogging (penyemprotan). “Fogging ini merupakan upaya pembasmian nyamuk dewasa, yang jarak terbang (hinggap)nya mencapai 100 Km,” lanjutnya.

Fogging demam berdarah nasional yang dilakukan Indomart ini bekerjasama dengan suplayer Baygon. “Fogging serentak kita laksanakan di 20 kota besar di Indonesia, dan pada bulan ini kita laksanakan di Palembang,” ujar Aloysius Sarono, selaku manager Indomaret. Sarono mengatakan, kegiatan ini direspon positif oleh masyarakat, dan berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan. (cr9)

Sriwijaya Post, Rabu, 30 Oktober 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: