Siswi MAN Tewas Terpanggang


Korban Teriak Kebakaran, Ibunda-Saudara Selamat

Siswi MAN Tewas Terpanggang INDERALAYA — Kejadian yang menimpa siswi kelas XII IPA 3 MAN Sakatiga, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Robiatul Adawiyah (16), benar-benar tragis. Ia tewas mengenaskan setlah tubuhnya terpanggang dalam kobaran api yang membakar rumahnya.

peristiwa yang mengundang keprihatinan masyarakat itu, terjadi pukul 02.00 WIB dinihari, Jumat (25/10). Korban ditemukan warga dalam kamarnya lantai bawah dari rumah semi permanen 6×9 meter persegi itu, dalam kondisi gosong dan tak bisa dikenali lagi. Ibu korban bernama Mawiyah (41) dan dua saudara korban Robiatul Adawiyah lainnya, selamat dalam musibah tersebut. Itu setelah mereka melompat dari atas rumah.

Bagaimana kebakaran bisa terjadi? Informasi yang dihimpun wartawan koran ini menyebutkan, kebakaran rumah di Dusun II, Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir (OI) itu, diduga akibat arus pendek atau korsleting listrik. Api pertama kali mengepul dari dapur dan diketahui oleh korban Robiatul Adawiyah.

Saat api mulai berkobar, korban Robiatul menjerit. “Kebakaran… kebakaran,” katanya ketika itu. Jeritan korban didengar oleh ibu dan dua saudaranya yang tidur di lantai atas.

Sontak janda lima anak itu, langsung melompat bersama dua anaknya. Mereka menyelamatkan diri dari kobaran api yang terus membesar. Sebaliknya, korban Robiatul berusaha untuk keluar dari dalam kamarnya. Lantaran sebelumnya, kaki korban terkilir menyebabkan almarhumanh tidak leluasa bergerak. Melihat kondisi penemuan mayat korban pertama kali, bisa dipastikan korban tertimpa kayu rumah hingga menyebabkan dia pingsan.

“Mayatnya masih dalam kamar. Ada balok kayu yang menimpa tubuh korban. Kemungkinan setelah ditimpa balok itulah korban pingsan sehingga tak terdengar sama sekali jeritannya lagi setelah berteriak kebakaran. Ibunya sempat memanggil korban, tapi tidak ada sahutan,” ujar seorang warga yang berbincang dengan warga lainnya.

Api terus berkobar hingga merambat masuk ke bagian kamar korban. Dalam waktu sekejap tubuh remaja itupun hangus terbakar.

Sebetulnya, warga Dusun II Desa Tanjung Sejaro berusaha memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya. Sedangkan armada PBK dari Pemkab Ogan Ilir (OI) tiba di lokasi kebakaran setelah api nyaris menghabisi rumah semi permanen 6×9 meter persegi itu.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Asep Jajat Sudrajat langsung meninjau lokasi kebakaran. “Dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut akibat korsleting listrik, namun untuk memastikannya, petugas kita masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolres singkat. (sid/ce1)

Cium Bau Mayat, Tanya Perpisahan

Kesedihan tak hanya dirasakan Marwiyah (41) dan keluarga besar lainnya. Kematian korban Robiatul Adawiyah yang tragis mengundang rasa duka yang mendalam dari teman, guru, maupun Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI). Kini, sosok remaja aktif itu, tinggal kenangan.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Ribuan pelayat terdiri dari pelajar dari Madrasah Aliyah Negri (MAN) Sakatiga Inderalaya bersama para dewan guru, sanak saudara, handai taulan, jiron tetangga Desa Tanjung Sejaro membaur jadi satu. Mereka ramai-ramai mendatangi rumah Harun tempat disemayamkannya jenazah Robiatul Adawiyah, yang menjadi korban keganasan si jago merah Jumat dinihari.

Harun masih bersaudara dengan Mawiyah, ibu kandung Robiatul Adawiyah. Rumahnya terltak di depan rumah korban yang terbakar. Di rumah yang hangus itu, Mawiyah tinggal bersama lima anaknya. Suaminya, Khairur Rozi telah meninggal dunia 2006 lalu. Korban Robiatul Adawiyah yang biasa disapa Ria merupakan anak ketiga.

Wartawan Sumatera Ekspres mencoba mewawancarai Mawiyah. Hanya saja, kondisinya terlihat masih lemah lantaran shock mengetahui anaknya meninggal dalam kondisi mengenaskan. Wajah Mawiyah terlihat pucat. Bibirnya terkatup dan tak ada kalimat yang terucap. Sebaliknya, air mata trus mengalir di pipi wanita 41 tahun itu.

Para pelayat yang datang terus mencoba menyabarkan Mawiyah. Anakna yang lain terlihat membaca doa dan Yasin dekat jenazah almarhumah. “Sepertinya Mawiyah belum bisa diwawancarai, kami sekeluarga mohon maaf dan pengertiannya,” ujar Hj Saadah Dariwin, bibi dari korban yang menjabat lurah Inderalaya Kecamatan Inderalaya kepada koran ini

Saadah sedikit mengungkapkan cerita yang dia dapat dari Mawiyah tentang almarhumah. Katanya, sebelum korban meninggal, tanda-tanda musibah bakal datang seperti sudah terasa. “Sehari sebelum musibah kebakaran, korban mengatakan kepada ibunya, bahwa di rumah ini (rumah yang terbakar) seperti bau mayat,” Saadah mengulangi kembali cerita Mawiyah kepada dirinya.

Begitu juga saat di sekolah. Korban juga mengisyaratkan kalau dia hendak pergi selamanya. “Korban menanyakan pada teman-teman di sekolah, kapan perpisahan di ekolah dilaksanakan? Katonyo alangke lamonyo (perpisahan),” lanjut Saadah lagi.

Di mata Saadah, Korban Robiatul Adawiyah berperangai baik. Anaknya dikenal pintar di sekolah. “Pandai jugaa mengaji. Dia salah satu senior anggota paskibraka di sekolah.”

Taman satu bangku dengan korban yakni Arlina Wulandari menyatakan hal serupa. “Korban orangnya periang, lucu, cantik, pintar di sekolah. Dio (korban) masuk sepuluh besar. Cito-cito pengen jadi dokter. Dio jugo senior anggota paskibraka di sekolah,” tutur Arlina lagi.

Banyak cerita suka maupun duka dirasakan oleh Arlina selama tiga tahun berteman dengan korban. “Terakhir kami diajak makan model. Dio makso-makso nak ngajak jajan, padahal kakinya terkilir,” lanjut pelajar kelas XII IPA 3, MAN Sakatiga ini.

Guru BK dan Pembinaan Paskibraka MAN Sakatiga Buchori, melihat sosok almarhumah Robiatul Adawiyah sebagai sosok siswi yang baik di kalangan teman-temannya. Termasuk di mata dewan guru. “Sebagai guru BK saya tahu persis perilaku Robiatul. Anaknya baik, lincah, semangat belajar tinggi, dan dia salah satu anggota senior Paskibraka,” tutur Buchori yang sempat tampil memberikan kata sambutan melepas keberangkatan korban untuk dimakamkan di perkuburan umum Desa Tanjung Agung, Kecamatan Inderalaya.

Senada dengan pengakuan Wali Kelas XII IPA 3, Warda SPd. Katanya, almarhumah sangat aktif dalam berorganiasi di sekolah dan paskibraka. “Almarhumah dalam belajar termasuk siswi yang rajin. Orangnya sangat periang, pandai bergaul. Juga termasuk siswa yang cerdas,” katanya lirih.

Musibah yang menimpa korban Robiatul Adawiyah juga mengundang perhatian Pemkab Ogan Ilir, Sekda Ogan Ilir (OI) H Sobli sempat hadir ke rumah duka. Brbelasungkawa atas nama Pemerintah Kabupaten OI. “Kami dari pemerintah juga mengucapkan turut berbelasungkawa atas musibah ini. Semoga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Semua adalah ujian dari Allah SWT. Dan kepada almarhumah Robiatul Adawiyah dapat diterima di sisi-Nya dan diampuni seluruh dosa-dosanya,” pungkas Sekda. (sid/ce1)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 26 Oktober 2013

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: