Gerandong Belia Tembak Mati Petani


Dua Sepeda Motor Dirampas

Gerandong Belia Tembak Mati Petani

MARTAPURA —Keganasan gerombolan gerandong (sebutan perampok di Kabupaten OKU Timur), kembali menelan korban. Sodikun (40), warga Desa Trimoharjo, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKUT, tewas setelah ditembak dari jarak dekat oleh gerandong, hingga peluru tembus dari punggung ke bahu kanannya.

Petani itu dieksekusi gerandong, di jalan raya Desa Pulau Negara Hilir, Kecamatan BP Peliung, OKUT, Minggu (20/10), sekitar pukul 16.00 WIB. Padahal korban yang mengendarai sepeda motor Honda Supra X125 bernopol BG 3458 PW, beriringan dengan saudaranya, Sumali (45), mengendarai sepeda motor Honda CS1 bernopol BG 6552 KB.

Mereka dalam perjalanan menuju Bukit Napuh, Kecamatan Martapura, hendak menghadiri hajatan keluarganya. Ketika memasuki jalur Komering, kedua korban yang sudah diikuti, mulai dipepet dan dihadang delapan pelaku yang mengendarai beberapa sepeda motor. Hanya saja korban Sodikun yang sadar akan dirampok, memberikan perlawanan dan berusaha mempertahankan sepeda motornya.

Akibatnya pelaku yang lain, langsung menembak korban dari belakang hingga tembus ke bahu kanannya.

Sementara korban Sumali yang melihat para pelaku membawa senpi rakitan dan senjata tajam (sajam), hanya bisa merelakan sepeda motornya. “Saya tidak bisa banyak bicara, saya sangat shock,” ucap korban Sumali, saat ditemui di RSUD Martapura.

Hanya dikatakannya, dia sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Dimana dalam kejadian itu, dia dan Sodikun kehilangan sepeda motor. Termasuk nyawa Sodikun yang melayang di lokasi kejadian, akibat ditembak para gerandong yang masih tergolong anak baru gede (ABG).

Terpisah, Kapolres OKUT AKBP Hengky Widjaya, melalui Kapolsek BP Peliung Ipda Hasan Ismail, ketika dikonfirmasi pihaknya sudah memintai keterangan saksi korban yang masih hidup (Sumali). Dari keterangan Sumali, diketahui pelakunya masih kecil dan belum dewasa. Kedelapan pelaku, membawa senpi rakitan dan sajam.

“Kami sudah memintai keterangan dari korban yang masih hidup dan korban sendiri tidak menyangka kalau kedelapan pelaku akan berbuat jahat kepada mereka berdua. Karena pelakunya masih kecil. Memang saat ini kami belum kantongi identitas pelaku, masih kami selidiki,” ungkap Hasan, keamrin (21/10). (sal/air/ce1)

Sumatera Ekspres, Selasa, 22 Oktober 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: