Angkot Pakjo Dirampas, Pelaku Ngaku Polisi


Angsuran Kredit Nunggak Sebulan

Angkot Pakjo Dirampas, Pelaku Ngaku Polisi PALEMBANG — Mobil angkutan kota (angkot) jurusan Pakjo-Ampera jenis Suzuki Futura bernopol BG 2671 NM, dirampas oleh pelaku yang mengaku polisi. Padahal, saat itu mobil sedang penuh penumpang, diturunkan pelaku begitu saja di Jl Brigjen HM Dhanie Effendi (Jl Radial), Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Jumat (10/10) sekitar pukul 16.30 WIB.

Tapi, kejadian itu baru dilaporkan sopir angkot tersebut, Noprian Saputra (20), ke SPK Terpadu Polresta Palembang, kemarin (16/10). “Sebelumnyo mereka buntuti pake mobil Jimny warno merah. Abes tu mepet dan nyuruh berenti. Dio ngomong kalu dio polisi dan kalu aku idak nuruti, bakal tebuang (dipenjara),” ujar Noprian, warga Jl Kadir TKR, Lr Jambu, RT 26/08, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang.

Sore itu, sambung Noprian, dia melaju dari simpang lampu merah DPRD Sumsel menuju Jl Brigjen Dhanie Effendi (Jl Radial), sebelum akhirnya dihentikan pelaku disebuah warung pempek Pak Raden. Angkot yang saat itu sarat penumpang sekitar 11 orang diturunkan pelaku. Tinggal menyisakan Noprian, Santi (29), dan Walia (15) yang duduk di bangku depan.

“Kami kenal dengan sopir ni (Noprian, red), jadi idak turun. Kami diajak ke arah Simpang Sekip, dan dituruni di simpang itu. Di jalan pelaku sempat nelpon, dio ngomong mobil lah di tangan, nak dibawa kemano sudah ni?” ungkap saksi Walia, yang ikut menemani Noprian melapor ke Polresta Palembang.

Senada diungkapkan saksi Santi, yang ikut juga datang ke Mapolresta Palembang. Saat kejadian, dia mengatakan mereka dari arah Pakjo menuju Ampera. “Kami bae tekejot, dio (pelaku, red) langsung masuk mobil dan nyuruh penumpang turun. Kami dak tau nian, tapi kalu betemu lagi pasti teciren (kenal wajahnya, red),” tegas Santi, juga warga Jl Kadir TKR, Lr Jambu, Kecamatan Gandus, Palembang.

Di bagian lain, Faisal (35) yang merupakan anak pemilik mobil angkot (Zaleha, red), menduga kuat mobil angkot itu diambil secara paksa oleh bagian penagihan leasing mobil. “Mobil dibeli secara over kredit dari pemilik sebelumnya. Tapi, kami hanya telat bayar sebulan, dan tidak mungkin rasanya langsung ditarik. Itulah kami ke sini (Mapolresta, Palembang) untuk melapor, baru kemudian kami kroscek ke pihak leasing,” terangnya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk MSi, melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto SIk MH, mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan korban. “Kami dalami keterangan dan ciri pelaku yang disampaikan untuk melakukan penyelidikan. Untuk kasus ini adalah pelanggaran Pasal 368 KUHP tentang perampasan yang ancaman hukumannya lima tahun penjara,” tegasnya. (aja/air/ce6)

Sumatera Ekspres, Kamis, 17 Oktober 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: