Waspada, Gerakan Sedekah Marak, Penipu pun Tergerak


Comot Foto Dari Google, Pasang Alamat Palsu

Waspada, Gerakan Sedekah Marak, Penipu pun TergerakGairah masyarakat untuk bersedekah makin meningkat. Kemajuan teknologi pun digunakan untuk mempermudah dalam mengundang dan menyalurkan bantuan. Sayangnya, aksi mulia itu justru dimanfaatkan beberapa orang untuk mengeruk keuntungan pribadi

• • • • • • • • • • • • • • • • • •

Sri Resqy Irjayanthi mengaku sedang depresi berat. “Saya menyesal seumur hidup, Mas. Sampai sekarang mau gila mikir kelakuan saya sendiri,” ujarnya kepada koran ini di Jakarta kemaring. Mahasiswa Universitas Fajar Makasar itu adalah pelaku penipuan online melalui media sosial Twitter yang terbongkar pekan lalu

Ekky panggilannya, menggunakan akun @pejuang_sedekah dan berhasil meraih dana Rp 11.650.000 dari donatur di seluruh Indonesia. “Saya sudah dipanggil pihak universitas. Mereka minta saya cuti dulu,” kata siswi jurusan teknik elektro bidang telekomunikasi itu.

Akun @pejuang_sedekah milik Ekky terbongkar setelah gagal membuktikan validitas foto yang dia gunakan. Ekky menjalankan kejahatannya sejak 10 September lalu. Sebelumnya, akun @pejunag_sedekah adalah akun Twitter yang dia buat dengan nama @loveforsoshi. “Aku buat akun itu 2012, baru tanggal 10 September aku pakai untuk cari dana,” katanya.

Dia mengaku khilaf karena pergaulan dan masalah keluarga. Dana yang didapat dari donatur dipakai untuk gali lobang tutup lobang utang kepada teman-temannya. Ekky juga mengaku menonton konser girl band Korea yang harga tiketnya jutaan di Jakarta dengan dana itu. “Tapi, aku cuma bayar Rp 500 ribu untuk tiket. Sisanya dibayar teman,” akunya.

Wartawan koran ini memergoki aksi Ekky pada 21 September 2013 malam melalui jejaring Twitter. Saat itu akun @pejuang_sedekah mengaku sudah menyalurkan dana bantuan yang didapat ke bayi Julio. Kecurigaan muncul karena akun itu aktif me-mention langsung ke beberapa selebtweet (pengguna Twitter dengan follower puluhan ribu).

Misalnya, akun Ustadz Yusuf Mansyur, artis Peggy Melati Sukma, dan artis Laudya Cinta Bella. Namun, data rumah sakit maupun alamat relawannya tidak dicantumkan. Hanya ada nomor ponsel dan rekening BNI 0304316851 atas nama Sri Resqy Irjayanthi.

Ketika ditelepon atau di-SMS, tidak ada respon sama sekali. Bayi malang yang fotonya dipasang untk mengais iba itu adalah pengidap hidrosefalus (penyakit yang diakibatkan akumuliasi cairan berlebihan di dalam otak). Ekky melalui akun @pejuang_sedekah menulis bahwa bayi itu beralamat di Jalan Cakalang 3 Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan sudah dibawa pulang dari rumah sakit.

Namun, malam itu juga seorang aktivs Twitter yang kebetulan berdomisili di Bulukumba langsung tergerak untuk mengecek langsung. “Saya menemukan rumah yang sepi, seperti kantor kontraktor listrik. Saya tanya ke tetangga kanan kiri tidak ada bayi Julio,” kata Iwan Darmawan yang memiliki akun @IwanBringht kepada wartwan koran ini.

Kecurigaan bahwa akun @pejuang_sedekah tipu-tipu semakin terungkap ketika gambar yang dipakai itu ternyata sudah ada di Google Images. Rupanya, bayi Julio yang dicomot seenaknya oleh Ekky itu benar-benar ada, namun tinggal dan dirawat di Jogyakarta. Foto bayi Julio terpasang di blog Berbagi Itu Indah.

Parahnya, Ekky juga memasang foto Faqih, seorang pasien radang otak yang wafat pada 6 September 2013 di Bandung Jawa Barat. Akun @pejuang_sedekah menulisnya sebagai Fatih. Berkat bantuan seorang teman di instansi penegak hukum, nomor HP akun @pejuang_sedekah bisa terlacak di Takalar, Sulawesi Selatan.

Penelusuran nama pemilik rekening Sri Resqy Irjayanthi juga berujung pada sebuah akun Twitter atas nama @Ekkyresqy, yang juga di Takalar. Klop. Minggu dini hari lalu dia mengirimkan pesan singkat ke koran ini. Dia mengaku nomor rekeningnya hanya dicatut oleh seseorang yang bernama “Adi.”

Ekky sempat mmbuat tiga pengakuan yang berbeda. Mulai rekeningnya yang dipinjam oleh seseorang yang baru dikenal di kampus, lalu orang itu ternyata bernama “Adi,” lalu dia mengaku pernah mengambilkan uang karena “Adi” mengamcam orang tuanya.

Sepekan sebelumnya, Ekky bakan berani melapor ke Polres Takalar sebagi korban. Namun, oleh polisi laporan itu tidak diproses dengan alasan kurang bukti. Sorenya hingga tengah malam akun Ekky yang sekarang sudah diganti menjadi @ekky_resqy penuh respon dari pengguna Twitter.

Di antara mereka ada yang pernah mentransfer uang ke rekening Ekky (korban penipuan). Selain itu, ada psikolog asal Kalimantan, Asmiani Fawziah, dengan akun @djasmia yang terus mencecar Ekky. Berntung tidak ada donatur asal Sumsel yang ikut mentrasfer atau menjadi korban.

Selasa pagi (24/9), Ekky mengirim SMS ke koran ini untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Dia juga mengumumkan perilaku jahatnya itu di Twitter. Pengakuan itu sontak disambut kecaman dari ribuan pengguna Twitter. Ekky juga meminta maaf langsung kepada Mugi Rahayu yang sehari-hari merawat bayi Julio. “Secara pribadi, sebagai manusia, saya memaafkan, Mas. Tapi, saya minta haknya Dik Julio dikembalikan,” katanya.

Mugi menceritakan, kondisi Julio masih belum stabil. Bayi malang yang lahir pada 2 Juli 2013 itu adalah bayi hasil hubungan tanpa status. “Ayahnya tidak mau tanggung jawab,” kata Mugi. Awalnya, bayi Julio dirawat salah satu rumah sakit di Jogjakarta. Namun, karena tidak ada biaya, bayi itu diboyong ke kliniknya oleh para relawan. “Lalu, ada teman-teman dari gerakan Berbagi Itu Indah yang ikut menggalang donasi dari internet. Kami kaget ketika fotonya dicatut,” katanya.

Saat ini, aku Mugi, dia sudah menerima transfer dari Ekky, namun belum semuanya. “Bagi kami, yang penting pelaku bertobat sebenar-benarnya dan tidak mengulangi lagi sampai kapan pun,” katanya.

Bagaimana korban penipuan? Yakni para donatur yang akhirnya tahu bahwa dananya tidak sampai ke bayi Julio, tapi ditilap Ekky. “Saya sudah memberikan keterangan di Polres Jakarta Barat,” kata Novita, seorang donatur, kepada koran ini. Novita mengaku dimintai keterangan sebagai saksi atas laporan donatur lain. “Setahu saya ada dua yang melapor ke polisi, dari Bekasi dan Bali,” katanya.

Terpisah, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Agus Rianto menjelaskan, penipuan ini bisa dikategorikan kejahatan cybercrime. “Korban bisa melapor ke polres setempat,” katanya. Agus menjelaskan, Bareskrim mempunyai unit khusus kejahatan cybercrime. “Penipuan dengan internet menjadi perhatian kami,” ujarnya. (rdl/war/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 6 Oktober 2013

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Pemerintah Gemas, Relawan Asli Cemas

Pemerintah Gemas, Relawan Asli Cemas Banyaknya penipuan berbasis sedekah membuat Kementerian Agama (Kemenag) ikut gemas. Karena itu, Kemenag meminta masyarakat lebih berhati-hati den menyalurkan sedekah kepada piha-pihak yang memang statusnya sudah jelas.

“Bisa disalurkan melalui Baznas misalnya atau panti asuhan. Jadi, kalaupun mau sedekah banyak yang real. Atau salurkan kepada orang-orang di sekitar yang memang sudah jelas track record-nya, sehingga tidak perlu risau sedekah yang dikeluarkan akan diselewengkan,” ungkap Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kemenag Abdul Djamil.

Dengan penyaluran pada lembaga terpercaya, bersedekah juga akan lebih berguna. Misalnya, zakat dan sedekah yang disalurkan melalui Baznas telah digunakan untuk pembangunan beberapa rumah sehat di beberapa daerah. Juga digunakan untuk membantu modal usaha. Jadi, donasi donatur tersebut nanti dapat mengentaskan mereka yang biasanya menerima saluran sedekah itu dari kemiskinan. “Untuk beasiswa juga ada,” katanya.

Djamil mengakui bahwa selama ini memang sangat banyak penipuan seperti itu. Bahkan, selain melalui media sosial yang baru-baru ini terungkap, Djamil sering menjumpai adanya penipuan serupa melalui pesan singkat. Menurut dia, hal tersebut sudah masuk ranah penipuan meskipun yang bersangkutan (yang bersedekah) sejak awal sudah ikhlas mengeluarkan sejumlah uang itu. Apalagi jika uang tersebut digunakan untuk hal-hal melenceng.

Bukan hanya pemerintah, penipuan dengan menggunakan gerakan sedekah juga membuat penyelenggara sedekah sebenarnya cemas. Pendiri gerakan Sedekah Rombongan Saptuari Sugiarto prihatin karena Ekky berani menggunakan foto bayi dan korban yang sudah meninggal untuk kepentingan pribadi. “Ini juga merugikan relawan-relawan lain yang memang benar-benar ingin beribadah sebagai kurir sedekah,” cetusnya.

Saptuari pantas jengkel dengan perilaku Ekky memasang foto korban yang sejak awal dibantu relawan Sedekah Rombongan dan gerakan Berbagi Itu Indah. “Kami juga mencari donasi melalui web dan Twitter. Bisa dicek secara transparan penyalurannya,” kata dia.

Mulai bergerak Juni 2011, gerakan yang brmarkas di www.sedekahrombongan.com itu sudah menghimpun dana Rp 14,2 miliar. “Alhamdulillah, ada 6.200 duafa yang terbantu. Bisa dicek lengkap foto dan alamatnya di website,” jelasnya. (rdl/war/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 6 Oktober 2013

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: