Jalin Silaturahmi, Lestarikan Budaya


Jalin Silaturahmi, Lestarikan Budaya
Potong Kue: Judi Timadius (tengah) bersama seluruh panitia acara malam gembira HUT ke-10 Perhimpunan Keluarga Besar Hakka Sumsel tengah memotong kue.

PALEMBANG — Minimnya jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berasal dari suku Hakka, membuat paguyban Hakka khawatir akan generasi mudanya tergerus zaman. Karena itu, Perhimpunan Keluarga Besar Hakka Sumsel terus melestarikan budaya suku Hakka. Tak hanya dengan membentuk paguyuban saja, namun juga dengan menggelar beragam kegiatan intern dan ekstern.

Untuk itu, tepat di lama gembira HUT ke-10, perhimpunan keluarga besar tersebut yang berlangsung tadi malam (27/9), ratusan keluarga suku Hakka berkumpul di Selebriti Entertainment Center. “Kami ingin melestarikan budaya dan bahasa Hakka yang sebenarnya merupakan minoritas di Sumsel,” ujar Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Hakka, Judi Timadius, yang diwakili sekretaris paguyuban, Hery Timadius kepada wartawan koran ini, tadi malam.

Dikatakannya, selama ini dengan bergulirnya waktu ke era globalisasi, pastinya akan membuat generasi muda terombang-ambing. Sehingga dikhawatirkan generasi muda akan melupakan budaya dan bahasa Hakka. “Karena itu kami ingin mengenalkan kepada mereka (generasi muda, red) untuk tidak melupakan suku asalnya dahulu,” terangnya.

Herry mengungkapkan, paguyuban itu berdiri di Sumsel sejak 2006 lalu. Sejak itu Judi Timadius dipercaya untuk tetap memegang tanggung jawab dan menjadi ketua paguyuban. Tak hanya fokus menjalin persaudaraan sesama suku Hakka, paguyuban tersebut juga memiliki kegiatan rutin baik internal maupun eksternal.

“Kami punya yayasan sosial Sukamaju. Kami aktif melakukan kegiatan sosial seperti memberikan bantuan kepada panti asuhan dan panti jompo. Kami juga sering melakukan aksi donor darah. Itu semua rutin dilaksanakan setiap periode waktu tertentu,” bebernya.

Tak hanya itu, lanjut Herry, paguyuban pun membuka kelas untuk program internal. Di antaranya olahraga catur China, kelas percakapan bahasa Hakka, dan kelas komputer Mandarin. “Kami tak pandang usia untuk kelas itu. Jadi bagi generasi tua dan muda bisa ikut. Ini sebagai upaya dalam melestarikan kebudayaan Hakka ke generasi muda,” terangnya.

Sementara pada acara tadi malam, ada beragam pertunjukan yang menghibur dan mengenalkan budaya dan bahasa Hakka. Seperti tari dari anak-anak, k-pop dance dari para remaja, grup vokal lagu Chinese, solo vokal lagu berbahasa Hakka, drama, dan dancer bernuansa tradisi Tiongkok. “Kami gelar acara seperti ini karena mengingat ini adalah perayaan HUT paguyuban sekaligus mempererat tali silaturahmi mesyarakat suku Hakka,” pungkasnya. (wia/ce2)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 28 September 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: