Hindari Bunga Berduri


Hindari Bunga Berduri Bunga menjadi simbol bagi beberapa orang yang mengungkapkan perasaannya, kepada kerabat, teman atau keluarga. Tak ada aturan dalam memilih bunga, hanya saja warga Tionghoa menghindari bunga yang memiliki duri.

Duri pada tangkai bunga dianalogikan sebagai pembawa hal buruk untuk mereka yang menerima bunga tersebut. Makanya, bunga berduri seperti mawar akan dihndari oleh warga Tionghoa untuk diberikan saat acara pernikahan atau pemakaman.

“Bunga berduri bisa mendatangkan hal buruk bagi yang menjalan pernikahan atau pun keluarga yang ditinggalkan di masa depan. Duri dianggap sesuatu yang tdak baik di dalam kehidupan meski bunga berduri seperti mawar baunya haerum,” kata salah satu tokoh masyarakat Tionghoa Sumatera Selatan (Sumsel), Cik Harun kepada koran ini, Sabtu (21/9).,br />
Beberapa makna khusus terkandung dari bunga sebagai pemberian, baik di hari pernikahan atau pun di hari pemakaman. Bunga dianggap sebagai buah tangan warga Tionghoa kepada dewanyapada hari pernikahan. Bunga juga dianggap sebagai salah satu perlengkapan sembahyang, oleh sebab itulah bunga diletakkan di altar saat hari pernikahan berlangsung.

Warga Tionghoa beranggapan dalam memilih bunga untuk pemakaman berbeda dengan bunga yang digunakan untuk pernikahan. Mereka memilih bunga untuk pemakaman tidak cocok untuk untuk digunakan di hari yang penuh bahagia seperti hari pernikahan. Namun anggapan itu tidak seluruhnya bisa dibenarkan.

Beberapa warga Tionghoa menggunakan bunga yang biasa dijumpai di hari pemakaman untuk hari pernikahan. Begitu juga sebaliknya, ada sebagian warga Tionghoa yang memilih bunga di pernikahan untuk ziarah ke suatu makam keluarga atau kerabat.

“Tidak ada ketentuan khusus dalam memilih bunga untuk pemakaman atau pun bunga untuk pernikahan. Itu tergantung dari selera masing-masing keluarga yang ditinggalkan,” ujar Harun, Wakil Ketua Perwakilan Ummat Buddha Indonesia (WALUBI) Sumsel ini.

Misalnya saja penggunaan bunga kamboja yang identik dengan hari pemakaman ini, terkadang juga digunakan saat hari pernikahan. Kepopuleran bunga Kamboja disebabkan aroma yang harum dan enak dicium. Oleh karenanya ada warga Tionghoa yang meletakkan bunga Kamboja di altar saat hari pemakaman.

Begitu juga dengan bunga anggrek. Bunga yang biasa digunakan untuk hari pernikahan ini juga terkadang digunakan keluarga atau kerabat yang ditinggalkan untuk ziarah ke pemakaman. Jadi, memang tdak ada aturan khusus terkait penggunaan bunga.

“Biasanya dipilih bunga sedap malam karena bunga ini bisa bertahan dalam waktu yang lama. Jadi, bisa diletakkan di altar sesembahan kepada dewa dalam waktu yang lama,” terangnya. (mg7)

Sriwijaya Post, Minggu, 22 September 2013

* * * * * * * * * * * * * * *

Setara Kertas Sembahyang

Setara Kertas SembahyangAda pergeseran karena kebiasan yang dilakukan warga Tionghoa menyangkut bunga. Jika dahulu menggunakan bunga asli, maka di zaman sekarang sering menggunakan bungan hias. Bunga yang asli sebagian sulit didapat. Maka dibuatlah duplikat bunga yang dicari dengan merangkai kertas.

“Tidak ada larangan dalam melakukan hal ini. Yang penting niat baik kita sama dan diketahui oleh orang yang menerima bunga,” sebut Cik Harun. Sedangkan untuk hari pemakaman, makna bunga tidak sebesar di hari pernikahan.

Diujarnya bila penggunaan bunga saat ziarah hanya untuk menandakan bahwa makam sudah diziarahi oeh keluarga dan kerabatnya. Bunga juga dianggap sebagai penghormatan dari keluarga yang ditinggalkan kepada dia yang sudah berada di alam sana.

“Menabur bunga di atas suatu makam sama maknanya dengan menabur kertas sembahyang. Biasanya digunakan saat Cheng Beng. Sebab itu sering dilihat banyak bunga bertaburan di atas suat makam,” jelasnya. (mg7)

Sriwijaya Post, Minggu, 22 September 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: