Gol Alkan Selamatkan Turki


Tiga Menit Irak Bermain 10 Orang

Gol Alkan Selamatkan Turki
Selabrasi: Para pemain sepak bola Turki merayakan kemenangannya dengan memeluk pelatih Ersoy Sandalci usai mengalahkan Irak di Stadion Bumi Sriwijaya kemarin

PALEMBANG —Ada hal unik saat Timnas Turki melawan Irak dalam laga grup A cabor sepak bola Islamic Solidarity Games (ISG) III di Stadion Bumi Sriwijaya, kemarin. Saat babak kedua dimulai, Amjed Kalaf Mansoor, salah seorang pemai Irak, terlambat datang ke lapangan.

Padahal, pertandingan sudah dimulai sekitar tiga menit. Tim wasit yang memimpin ertandingan tidak menyadari kalau Timnas Irak belum sepenuhnya lengkap masuk lapangan, tetapi peluit sudah dibunyikan pertanda babak kedua dimulai.

Akibatnya, kurang lebih tiga menit lamanya awal babak kedua, Irak hanya bermain dengan 10 orang saja. Setelah Amjed tiba di tepi lapangan, barulah wasit menyadari dan mempersilakan Amjed masuk saat pertandingan sudah berjalan.

Hal unik lainnya terjadi di tribun utama penonton. Sepanjang pertandingan, pelatih kiper Turki tidak henti-hentinya berteriak memberikan arahan dan semangat kepada timnya dengan bahasa Turki. Teriakan pelatih kiper ini sempat mengganggu penonton lainnya, sehingga panitia pertandingan menyuruh yang bersangkutan untuk pindah ke tribun sebelah. Namun, meski sudah pindah tempat duduk, ia tetap berteriak lantang mendukung timnya.

“Offical tim hanya dibatasi tujuh orang saja, nah karena official pelatih Turki kelebihan, terpaksa pelatih kiper Turki tdak bisa duduk di bench dan dia memilih duduk d tribun. Teriakan-teriakan itu biasa saja kalau di Eropa sana, karena dia memberi semangat,” ujar head coach Turki Ersoy Sandalci.

Dalam laga itu, Turki menang dramatis dengan skor akhir 3-2. Gol Turki dicetak Yakup Alkan (56 dan 93) dan Melih Rahman Nisanci (85). Sedangkan gol Irak diciptakan Amjed Kalaf Mansoor (12) dan Luay Salah Hasan (68). Turki sempat dua kali ketinggalan dan mampu mencetak dua gol pada menit-menit akhir laga.

Pelatih Irak, Hadi Mustanish, mengatakan, timnya dikejutkan dengan kebangkitan Turki, terutama pada akhir babak kedua. “Turki memberikan kejutan dengan tiga gol ke gawang kami. Mereka melakukan serangan bertubi-tubi, dan pemain belakang kami miss komunkasi dengan kiper. Selamat buat Turki,” ungap Hadi.
Pelatih Turki Ersoy Sandalci, menambahkan, ia sangat bangga dengan kemenangan perdana ini, karena tim yang dibawanya ini adalah tim yang baru terbentuk, tapi sudah bisa menunjukkan kekompakan. “Babak kedua, kami melakukan pergantian pemain dan banyak menyerang, akhirnya bisa membalikkan keadaan,” jelasnya.

Laga elanjutnya Turki akan melawan juara bertahan Arab Saudi. Kata Ersoy, dia tidak memikirkan kekuatan lawan, tapi fokus memperbaiki kelemahan tim sendiri. “Kalau ada, kami ingin mempelajari kekuatan Arab Saudi lewat vidoe rekaman, ataupun saat berlaga nanti, kami akan menganalisa dulu kekuatan lawan,” pungkasnya. (roz/ce6)

Sumatera Ekspres, Jumat, 20 September 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: