Kemiskinan Berkurang, Alokasi Dana Turun


Masa Ganti Kartu Lama Jamkesmas Berakhir 30 September

Kemiskinan Berkurang, Alokasi Dana Turun PALEMBANG — Kucuran dana program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tahap tiga untk rumah sakit di Provinsi Sumsel turun. Diketahui, total alokasi dana untuk 16 rumah sakit mencapai Rp 28.729.590.000

Ada 10 rumah sakit dan klinik di Sumsel yang tidak mendapatkan alokasi Jamkesmas pada tahap tiga ini. Karena itu, alokasi dana untuk program kesehatan bagi masyarakat tidak mampu itu jauh menurun dibandingkan alokasi tahap dua yang totalnya mencapai 40 miliar. Sebanyak 10 rumah sakit/klinik yang pada tahap ketiga itu, yakni PPK Ginjal dan Hipertensi Widya Dharma (Palembang), RSUD Sungai Lilin, RSUD Bayung Lincir, RS HM Rabain, RSUD Talang Ubi, RSUD Martapura, RSU Muara Rupit, RSUD Siti Aisyah, RSUD Banyuasin, dan RSUD Muara Dua.

“tidak perlu khawatir dengan alokasi dana Jamkesmas yang berkurang. Masyarakat tidak ter-cover program Jamkesmas akan ter-cover program Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta atau berobat gratis,” kata plt Kepala Dinkes Sumsel, dr Hj Fenty Aprina MKes.

Ia mengatakan, turnnya alokasi wajar terjadi karena jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumsel memang berkurang. Karena itu, dan yang dialokasikan untuk Sumsel ikut berkurang jumlahnya. Dan memang alokasi per tahap didasarkan pada evaluasi tahap sebelumnya. Jika memang dana yang dialokasikan tidak digunakan secara efektif, besar kemungkinan sebuah rumah sakit tidak mendapatkan bantuan sesuai tahapan. Meski turun, pelayanan dasar melalui program Jamkesmas di Sumsel tetap berlangsung optimal. Sayangnya, hingga triwulan ketiga, masih banyak mencuat permasalahan dalam pendistribusian kartu Jamkesmas.

Kondisi ini memaksa pemerintah pusat memperpanjang waktu penggantian kartu Jamkesmas lama ke yang baru. Perpanjangan waktu diberikan kepada pemkab/pemkot untuk mengakomodasi usulan calon peserta pengganti kartu program Jamkesmas hngga 30 September mendatang.

Adanya perpanjangan waktu ini terungkap dari adanya surat edaran Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Dr Supriyantoro SpP MARS, kepada Dinkes provinsidan kabupaten/kota, belum lama ini.

“Karena pertimbangan akan pentingnya kartu tersebut bagi masyarakat miskin, jadinya usulan diperpanjang. Namun jika batas waktu yang ditetapkan daerah tak mengusulkan pengganti, maka data yang ada sebelumnya sudah dianggap final,” imbuhnya.

Adanya perpanjangan usulan penggantian kartu lama ke kartu baru itu dkarenakan sampai batas waktu yang ditetapkan (30 Juni 2013), baru 40 persen dari 507 kabupaten/kota yang menyerahkan pengajuan. Kendala lain, distribusi kartu Jamkesmas tidak bisa cepat, khususnya ke daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

Fenty menilai, memang perlu perpanjangan waktu untuk mengatasi kendala lambannya usulan penggantian kartu Jamkesmas. Apalagi, dibutuhkan data yang lenkap dan benar-benar valid untuk melakukan penggantian itu (rif/ce4)

Sumatera Ekpres, Senin, 16 September 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: