Sang Dermawan Terjerat Sabu Rp 2 M


Jaringan Aceh, Dicokok di Depan Masjid

PALEMBANG — Kedermawanan H Zulkarnain (45) warga Perum Amin Mulia, Jl Palem II, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang ternyata hanya kedok bisnis narkoba yang digelutinya selama ini. Pria ringan tangan itu, sekarang harus meringkuk di balik jeruji besi setelah kemarin (21/8), sekitar pukul 05.00 WIB, dia ditangkap aparat Unit II Subdit 2 dibantu jajaran Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sumsel.

Penangkapan sendiri dilakukan di depan Masjid At-Taqwa, Desa Babat Banyuasin, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Muba. Dari mobil mewah jenis Dodge warna putih keluaran Jerman milik tersangka H Zulkarnain dengan Nopol B 68 YAS, diamankan 10 kantong paket sabu. Perkiraan beratnya 1,5 kg senilai Rp 2 miliar yang diletakkan di bawah jok boks samping sopir sebelah kiri.,br />
Diamankan juga dua orang sopir tersangka, masing-masing Harparin (54), warga Jl Padang Selasa, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang dan Dayat (28) warga Jl Pangeran Antasar, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang. Selain itu, ditemukan pula satu senjata airsoft gun jenis FN beserta kotak pelurunya, empat paspor, 12 lebih buku tabungan, ATM berbagai jenis bank milik tersangka Zulkarnain.

Direktur Resnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Dedy Setyo Yudo Prasetyo mengungkapkan penangkapan besar tersebut berawal dari informasi warga sekitar sebulan yang lalu. Petugas kemudian melakukan penyelidikan. Setelah dipastikan tersangka melakukan transaksi pembelian narkoba dalam jumlah paket besar di Aceh dari seorang bandar besar di sana, Selasa (20/8) malam, ia memerintahkan Kasubdit 2 AKBP Suwadji dan Kasubdit 3 AKBP Heri Istu melakukan penyergapan.

Sehari penuh, tim Unit 2 Subdit 2 Ditresnarkoba dipimpin langsung Kompol M Isa memantau ciri-ciri mobil yang digunakan tersangka di sepanjang Jalintim, terutama Kecamatan Sungai Lilin. Apalagi Zulkarnain yang juga tinggal di Jl Pangeran Antasari, Kelurahan 14 Ilir, bersama sopirnya membawa sendiri kendaraan melntasi Jalintim mulai dari Aceh, Medan, Riau, Jambi hingga ke Sumsel. “Baru sekitar pukul 05.00 WIB (kemarin) mobil yang dcurigai melintas di Sungai Lilin. Saat itu juga anggota Unit 2 langsung membuntuti mobil mewah Dodge warna putih itu, tanpa dicurigai tersangka,” bebernya.

Ternyata, mobil yang dikemudikan Harparin berhenti di sebuah masjid. Begitu ketiganya turun, petugas yang tidak mau buruannya kabur langsung menangkap ketiga tersangka. Para pelaku sangat cerdik, walau petugas di back-up kepolisian setempat hingga 20 orang menggeledah mobil tersebut tapi tidak menemukan barang bukti narkoba. “Kita sempat putus asa, menghindari hal yang tak diinginkan kita amankan di Mapolda Sumsel. Kita mendapat informasi barang bukti ada di dalam mobil tersebut,” tukasnya.

Kecurigaan petugas terbukti. Setelah dilakukan penggeledahan ulang di Mapolda Sumsel, baru ditemukan barang bukti sabu-sabu sehingga tersangka tidak bisa berkelit lagi. Aparat ternyata belum puas. Ada dugaan barang bukti sabu masih banyak berada di dalam mobil. Petugas kemudian mengerahkan beberapa anjing pelacak dari Unit Satwa K-9 Ditshabara Polda Sumsel, siang harinya. Hasil setelah dilakukan penggeledahan bahkan dengan membongkar bodi pintu dan bemper tetap tda ditemukan.

“Saya ucapkan selamat kepada anggota. Saya minta kasus ini segera dikembangkan lagi sampai ke akarnya. Karena kita tahu, narkoba sudah merusak hingga masuk ke pelosok daerah,” kata Kaplda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution yang melakukan kunjungan mendadak ke Ditresnarkoba Polda Sumsel.

Terangka Zulkarnain membantah paket sabu yang disita miliknya. Hanya, ia mengakui kalau mobil yang diamankan polisi miliknya. “Saya tidak tahu kalau ada sabu itu. Soalnya waktu di hotel di Medan mobil saya ‘kan dipinjam oleh sama teman saya Janmi sekitar setengah jam. Saya disuruh tunggu di salah satu mal di Medan dan mobil akan diantarkannya setelah memasukan pesanan-pesanan barangnya ke mobil saya, baru mobil dikembalikan ke saya,” dalihnya.

Begitu mobil dikembalikan, aku Zulkarnain, ia langsung pulang ke Palembang. “Saya tidak tahu barang itu, karena Jenmi pesan akan menyusul ke Palembang dengan pesawat dan akan mengambil barang pesanannya di mobil.”

Sementara, tersangka Harparin dan Dayat saat diintrograsi mengaku tidak tahu menahu soal paket sabu yang dibawa tersangka. “Saya cuma diajak jadi sopir, digaji Rp 1,5 juta menemani Pak Zul ke Medan. Jujur saya nggak tahu Pak,” akunya.

TO Sejak Lama

Terpisah, seorang penyidik Ditresnarkoba Polda Sumsel yang enggan disebut namanya kepada Sumatera Ekspres mengungkapkan, sepak terjang H Zulkarnain sebagai bandar narkoba kelas kakap di Palembang ternyata sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, ia sudah menjadi target operasi (TO) belasan tahun lalu. Hanya, kelihaian dan kelicinannya membuat Pak Haji—demikian ia dipanggil para tetangga dan kenalannya—sulit diciduk polisi.

“Sudah sejak tahun 2000 dia menjadi target operasi, tapi selalu lolos. Jaringannya banyak, bahkan di lingkungan polisi sendiri dia juga punya orang dalam. Jadi beberapa kali penangkapan selalu bocor, kali ini dia akhirnya tertangkap dengan barang bukti besar,” kata penyidik tadi.

Zulkarnain, ungkap sang sumber, merupakan pemasok utama di kantong-kantong peredaran sabu-sabu utama di Palembang seperti kawasan 13 dan 14 Ilir. “Orangnya royal, kalau dengan uang tidak sayang-sayang. Dia juga dikenal alim dan dermawan sama warga sekitar. Kekayaannya banyak, rumah mewahnya banyak, belum mobilnya,” tukasnya. (kur/cj1/nur/ce1)

Sumatera Ekspres, Kamis, 22 Agustus 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: