Sumsel, Tuan Rumah Islamic Solidarity Games (1)


Bangga, tapi Penuh Tantangan

Sumsel, Tuan Rumah Islamic Solidarity Games (1) Event internasional, Islamic Solidarity Games (ISG) III, resmi dihelat di Provinsi Sumatera Selatan, 22 September-1 Oktober 2013. Multievent olahraga itu akan diikuti 38 negara Islam dari 57 keanggotaan OKI (Organisasi Konferensi Islam) di dunia. Sebagian besar merupakan negara kaya asal Timur Tengah seperti Arab Saudi, Iran, Irak, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Kuwait, dan Yaman. Bagaimana kesiapan Sumatra Selatan? Berikut ini petikan wawancara wartawan koran ini dengan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, di rumah dinas Griya Agung, kemarin.

Apa kabar Pak?

Alhamdulillah, baik. Mau angkat soal apa kita.

Soal ISG 2013, bagaimana Sumsel bisa terpilih sebagai tuan rumah?

Wah, ini merupakan pekan olahraga solidaritas negara Islam sedunia yang tergabung dalam OKI dan merupakan kali ketiga setelah Saudi Arabia dan Iran (namun batal). Nah, lalu Indonesia disetujui untuk menjadi tuan rumah yang ketiga 2010 lalu. Saat itu, pemerintah pusat menetapkan Pekanbaru, Riau, namun nyatanya bermasalah. Lalu, dipindahkan ke Jakarta, dan itu juga ternyata mengalami banyak masalah seperti kolam renang Senayan yang hanya memiliki 8 lintasan, sedangkan standarnya 10 lintasan. Juga masalah lainnya seperti macet yang semakin parah. Setelah itu barulah Sumsel ditunjuk.

Proses penunjukkan sendiri seperti apa?

Ya, 6 Juli lalu, Gubernur Sumsel (Alex Noerdin) dihubungi oleh dua menko dan tiga menteri untuk melakukan sidang pleno terkait tempat penyelenggaraan ISG 2013. Di sana (sidang pleno) mereka meminta Sumsel agar bersedia menjadi tuan rumah.

Apa event ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumsel?

Tentunya masyarakat Sumsel harus bangga mendapatkan kepercayaan ini. Tapi, memang pasti lebih berat dibandingkan dengan penyelenggaraan SEA Games karena jumlah peserta lebih banyak dengan 13 cabang olahraga. Dan terpenting, mereka semua merupakan negara-negara kaya yang permintaannya pasti lebih banyak lagi. Jadi tingkat kesulitan benar-benar luar biasa. Nah, di sini kita juga sangat berjasa dalam menyelamatkan muka bangsa Indonesia karena jika tidak jadi, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi.

Mengingat pemberitahuan tergolong mendadak dan waktunya cukup singkat, kesiapan Sumsel sendiri bagaimana?

Sangat-sangat singkat. Waktunya tak sampai dua bulan, belum lagi puasa, Idul Fitri, hingga Hari Kemerdekaan, persiapan praktis itu tidak sampai sebulan. Belum lagi dana yang tak teranggarkan di APBD Induk. Tapi, kita Bismillah, dengan meminta ridha Allah kita terima acaranya dan bersama-sama saling mendukung agar acaranya sukses.

Sebetulnya apa sih yang melandasi Anda menerima tawaran tuan rumah ini?

Saya berani karena Sumsel memiliki pengalaman melaksanakan SEA Games dan kita juga memiliki modal dengan aset-saet yang berada di Jakabaring Sport City yang terawat rapi. Dimana kawasan itu telah beberapa kali menggelar kejuaraan dunia ada 6 hingga 7 kali kejuaraan Asia dan 5 kejuaraan Asia Pasifik.

Informasinya JSC (Jakabaring Sport Centre) telah terawat rapi dan menjadi ikon Sumsel, apa betul demikian?

Benar-benar terawat dan merupakan prestasi membanggakan. Apalagi, tak ada kota atau negara manapun yang memiliki kompleks olahraga terpadu dan benar-benar terawat seperti ini.

Sempat ada delegasi dari negara peserta meninjau langsung kondisi venue, bagaimana tanggapan mereka?

Awalnya, negara peserta ini sombong-sombong dan kita maklum karena memang negara mereka kaya. Tapi setelah melihat kompleks Jakabaring mereka benar-benar takjub melihat JSC, dia terlihat terdiam melihat JSC yang memang cuma ada di Sumsel. Dimana pusat olahraga terpusat dalam suatu kompleks. Mereka benar-benar terdiam melihat beberapa venue yang ada.

Kabarnya, negara peserta bertambah terus. Apa benar demikian?

Setelah keluarnya keppres, jumlah peserta jadi 38 negara, padahal awalnya hanya 25 peserta, itu artinya negara-negara Islam memiliki kepercayaan penuh kepada kita, Sumatera Selatan. (rip/ce1)

Sumatera Ekspres, Senin, 5 Agustus 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: