Putri Pandan Berduri


Putri Pandan BerduriOleh: Alvi

Bukan hanya parasnya yang menawan, keanggunan dan tutur katanya yang lembut, membuat ia amat dicintai oleh seluruh masyarakat Suku Laut

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Pada zaman dahulu, konon, di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, hidup masyarakat Suku Laut dengan pemimpinannya yang bijak bestari, santun dan bertutur kata sangat lembut yang bernama Batin Lagoi. Sosok ini benar-benar amat dicintai oleh seluruh rakyatnya.

Bahkan untuk mengetahui keadaan rakyatnya, Batin Lagoi acap berkeliling seorang diri. Hingga pada suatu hari, ketika ia sedang berjalan menyusuri pantai yang banyak ditumbuhi semak pandan, sayup-sayup ia mendengar suara tangis yang begitu teramat memilukan. “Anak siapa gerangan yang menangis di tempat seperti ini?” Desisnya sambil berjalan mencari sumber suara tangis itu.

Tak berapa lama kemudian, dengan segera langkahnya pun makin diperlebar. Maklum ia sudah dekat dengan sumber suara tangis itu. Matanya dengan teliti mengawasi ke segala penjuru, tetapi, apa yang dicarinya belum juga didapat.

“Mungkinkah suara itu bersumber dari semak-semak pohn pandan itu?” tanyanya dalam hati sembari terus melangkah ke semak-semak pandan yang ada di hadapannya.

Hati Batn Lagoi seketika tercekat manakala matanya melihat ada seorang bayi perempuan sangat mungil yang diletakkan begitu saja di atas dedaunan…..

Matanya nyalang memeriksa keadaan sekitarnya, tetapi, tak seorang pun nampak, ibu atau ayah dari bayi itu, yang dicarinya di sekitar tempat itu pun juga tak berhasil diketemukan. Jangankan kelebat atau bayangannya, jejaknya pun ta ada. Akhirnya, dengan penuh rasa sayang, Batin Lagoi pun menggendong bayi perempuan itu untuk dibawanya pulang. Seolah mengerti, sang bayi pun langsung diam ketika berada didekapan Batin Lagoi.

Setibanya di rumah, Batin Lagoi pun merawat bayi perempuan yang akhirnya diberi nama Putri Pandan Berduri itu dengan penuh kasih sayang bagai anak kandungnya sendiri. Kadang terbersit dalam hatinya jika memang bayi mungil itu adalah memang merupakan pemberian Tuhan, agar dirinya tak lagi hidup dalam kesendirian

Waktu seolah berlalu dengan demikian cepatnya, kini, Putri Pandan Berduri telah tumbuh menjadi seorang gadis cantik jelita. Tak hanya parasnya yang menawan, keanggunan, kesantunan dan kelemah-lembutan tutur katanya membuat seluruh warga masyarakat Suku Laut amat sangat mencintainya.

Walau banyak pemuda yang diam-diam menaruh hati pada Putri Pandan Berduri, tetapi, tak seorang pun di antara mereka ada yang berani mengajukan pinangannya kepada Batin Lagoi. Apalagi, Batin Lagoi berharap agar putri tunggalnya itu dipersunting oleh raja atau pemimpin dari suatu daerah.

Pada saat yang bersamaan, di Pulau Galang, mukim seorang pemimpin dengan dua orang anaknya yang masing-masing bernama Julela dan Jenang Perkasa. Mulanya, Julela dan Jenang Perkasa hidup dengan damai dan penuh keceriaan…. tetapi, kesemuanya itu langsung hilang ketika sang ayah mengatakan bahwa Julela sebagai putra tertua yang berhak menggantikan dirinya sebagai pemimpin di Pulau Galang. Dan sejak itu pula, perangai Julela pun langsung berubah. Ia menjadi angkuh dan sombong dan selalu mengancam setiap orang termasuk adiknya, Jenang Perkasa untuk menurut segala perintah dan kata-katanya.

Akibat kecewa dengan perubahan sikap sang kakak, diam-diam, Jenang Perkasa pun meninggalkan Pulau Galang. Berbilang hari perahunya terombang-ambing di lautan nan luas hingga akhirnya ia tiba di Pulau Bintan. Di tempatnya yang baru, tak sekali pun terucap dari mulutnya bahwa ia salah satu putra dari penguasa Pulau Galang. Dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Jenang Perkasa pun berdagang seperti orang kebanyakan.

Sebagai pendatang yang pandai menyesesuaikan diri, dan ditopang dengan sikapnya yang sopan dan gaya bahasanya yang halus membuat Jenang Perkasa diam-diam dikagumi oleh orang-orang yang baru mengenalnya. Boleh dikata, dalam waktu singkat, ketampanan, kesantunan dan kehalusan tutur bahasa Jenang Perkasa menjadi perbincangan di seluruh pulau.

Perlahan tapi pasti, akhirnya, perbincangan tentang berbagai kelebihan Jenang Perkasa pun sampai ke telingan Batin Lagoi. Entah kenapa, sekali ini, hati Batin Lagoi langsung tergelitik untuk mengenal Jenang Perkasa. Dan agar tidak mencolok, maka, dicarinya akal agar ia bisa melihat dan berkenalan dengan pemuda itu. Siasat pun didapat.

Pada hari yang telah ditentukan, Batin Lagoi menyelenggarakan acara makan malam dengan mengundang seluruh pemuka dan tokoh masyarakat yang mukim di Pulau Bintan. Tak lupa, ia juga mengundang Jenang Perkasa dalam acara itu.

Dalam hati, Jenang Perkasa merasa heran mendapatkan undangan kehormatan seperti itu. Tetapi, karena merasa tidak baik menolak undangan, akhirnya, ia pun memutuskan untuk datang di perhelatan itu. Dan benar, sejak Jenang Perkasa memasuki ruangan, mata Batin Lagoi tak lepas-lepas memandang gerak-gerik pemuda itu.

Mulai dari sikapnya, cara berbicara bahkan sampai cara bersantap tak luput dari perhatiannya. Dalam hati, Batin Lagoi memuji sikap Jenang Perkasa. Bahkan, terbersit dalam hatinya, untuk menjodohkan putri kepad pemuda yang ada di depannya — ia seolah lupa dengan janjinya sendiri untuk menjodohkan Putri Pandan Berduri dengan raja atau pemimpin suatu wilayah.

Seperti tak mau membuang waktu, dengan serta merta Batin Lagoi mendekati Jenang Perkasa dan langsung duduk di sebelahnya sambil berkata dengan penuh kekaguman. “Wahai anak muda, sudah lama aku mendengar perilakumu.”

Mendengar kata-kata sanjungan tu, sudah barang tentu Jenang Perkasa hanya bisa tertunduk sambil tersipu malu. Dan tak lama kemudian, sang pemimpin Pulau Bintan itu pun melanjutkan kata-katanya.

“Dan malam ini aku telah membuktikannya sendiri. Lalu, akan lengkaplah kegembiraan ini jika engkau bersedia kujodohkan dengan putriku….

Kata-kata sanjungan dan tawaran itu membuat Jenang Perkasa terhenyak. Ia langsung menggigit lidahnya sendiri untuk membuktikan bahwa dirinya tidak dalam mimpi. Seiring dengan rasa sakit yang menandakan dirinya tidak sedang bermimpi, wajah Jenang Perkasa pun sontak memerah. Ia benar-benar tak pernah bermimpi atau menyangka jika sang pemimpin Pulau Bintan itu bakal menjoohkan Putri Pandan Berduri dengan dirinya.

Gayung pun bersambut. Dengan mantap, Jenang Perkasa pun menganggukkan kepala tanda setuju…..

Persiapan pun segera dilakukan. Dan beberapa hari kemudian, pesta meriah untuk merayakan pernikahan putri tunggalnya pun digelar. Boleh dikata, seluruh penduduk Pulau Bintan diundang hadir. Semuanya merasa kagum dengan kecantikan dan ketampanan mempelai yang tengah bersanding itu.

Sejak itu, Putri Pandan Berduri hidup dengan bahagia bersama Jenang Perkasa — dan seiring dengan perjalanan sang waktu — akhirnya, Batin Lagoi merasa sudah tua langsung mengangkat menantunya untuk menjadi pemimpin di Pulau Bintan. Bak buah yang jatuh tak jauh dari pokoknya, Jenang Perkasa ternyata mewarisi bakat kepemimpinan dari ayah kandungannya.

Dalam waktu singkat, ia berhasil merebut hati seluruh rakyat Pulau Bintan. Bahkan ia menolak dengan halus untuk kembali ke Pulau Galang ketika beberapa warga datang dan meminta untuk menggantikan kakaknya menjadi pemimpin di tanah kelahirannya.

Dari perkawinan ini, dari rahim Putri Pandan Berduri terlahir tga orang anak yang masing-masing diberi nama sesuai dengan adat kesukuan — Batin Mantang menjadi kepala suku di utara Pulau Bintan, Batin Mapoi menjadi kepala suku di barat Pulau Bintan, dan Kelong menjadi kepala suku di timur Pulau Bintan. Sedangkan adat suku asal mereka, yaitu Suku Laut tetap menjadi pedoman bagi ketiganya. (*)

(Dari berbagai Sumber terpilih)

Sumber: Misteri Edisi 562 Tahun 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: