Penuh Rahmat, Berkah, dan Pembebasan


Keutamaan Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan Oleh: H.J. Suyutri Pulungan

Bulan Ramadhan adalah bulan pada permulaannya (10 hari pertama) adalah rahmat, 10 hari pertengahan adalah maghfirah, dan 10 hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka (HR. Ibnu Huzaimah)

Hadits tersebut menunjukkan bulan ramadhan adalah bulan istimewa yang tidak terdapat pada bulan-bulan lain. Orang mukmin yang berpuasa Ramadhan akan memperoleh rahmat, berkah, dan pembebasan dari api neraka.

Rahmat yang bermakna belas kasihan, karunia dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang mukmin untuk menyucikan jiwa. Karena dalam kehidupannya sering melakukan perbuatan yang dilarang Allah yang mengotori jiwanya melalui sikap batinnya. Perkataan dan perbuatan dalam memenuhi syahwatnya, yaitu makan, minum, dan seks.

Tiga perkara yang sulit dihindari oleh manusia. Makan dan minum haram baik zatnya maupun cara mendapatkannya, dan penyaluran seks bukan dengan pasangan sah menurut yang dihalalkan oleh undang-undang dan syariat tentang pernikahan.

Hamba yang melakukan perbuatan dan perkataan terlarang untuk memenuhi ketiga perkara tersebut, termasuk sandang, pangan, dan papan membuat jiwanya kotor. Alah SWT yang Rahman-Rahim kepada semua hamba-Nya menjadikan Ramadhan sebagai bulan penyucian jiwa hamba-Nya yang kotor dengan cara melakukan ibadah puasa.

Dengan puasa seorang hamba harus bisa menahan diri dari sikap batin, perkataan dan perbuatan yang dilarang oleh Allah agar dia menjadi hamba yang bertaqwa. Kesempatan sebulan penuh yang disediakan oleh Allah bagi hamba-Nya untuk menyucikan jiwanya yanng kotor merupakan rahmat/karunia Allah bagi orang-orang mukmin.

Sebab dengan puasa seorang mukmin dapat mengendalikan syahwatnya dan melaksanakan berbagai ibadah lain membuatnya dekat dengan Allah. Ramadhan sebagai bulan puasa membimbing manusia yang jauh dari Allah menuju dekat kepada Allah.

Kemudian Ramadhan adalah brkah (berkat) bermakna karunia Allah yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia, pengaruh baik, keberuntungan dan keselamatan.

Bulan Ramadhan yang ditetapkan oleh Allah sebagai bulan baik bagi orang-orang mukmin mendatangkan kebaikan, pengaruh baik keberuntungan dan keselamatan bagi yang melakukannya. Allah menghendaki hamba-Nya yang mukmin menjadi taqwa untuk memperoleh keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Dalam surat Al-Baqarah ayat 184, Allah menegaskan bahwa kamu berpuasa pada bulan Ramadhan lebih baik jika kamu mengetahui (kebaikan-kebakan di dalamnya).

Kebaikan puasa pada bulan Ramadhan akan diperoleh jika dilaksanakan dengan jujur dan ikhlas karena Allah yang Esa diperkuat dengan basis tekad dan dan motiviasi yang kuat karena banyak rintangan, tantangan dan godaan, memperbanyak ibadah dan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat dengan niat memperoleh ridha Allah . (*/ce1)

Sumber: Hikmah Ramadhan
Sumatera Ekspres, Jumat, 12 Juli 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: