Rahasia Hikmah di Balik Puasa


Rahasia Hikmah di Balik PuasaBagi kaum Muslim , tiada kebahagiaan yang lebih indah selain masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk kembali bertemu dengan bulan penuh rahmat yakni bulan suci Ramadhan. Artinya kita masih diberi kesempatan untuk menjalankan salah satu ibadah wajib yakni puasa sebagaimana disebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 183.

Di samping sudah menjadi kewajiban kita laksanakan, ternyata banyak sekali keutamaan, manfaat dan hikmah di balik puasa itu sendiri. Salah satu hikmah terbesar dari ibadah puasa adalah melatih kita agar sabar dalam menjalankan hidup. Selain itu juga untuk mendidik jiwa agar dapat menguasai diri, mengendalikan diri agar tidak senantiasa dimanjakan dan dituruti, serta melatih jiwa agar dapat memegang amanah dengan sebaik-baiknya.

Dari sisi sosial puasa juga mengajarkan kita untuk merasakan segala kesusahan fakir miskin yang banyak menderita kelaparan dan kekurangan. Dengan demikian akan timbul rasa uka menolong kepada orang-orang yang menderita. Sementara ditinjau dari sisi kesehatan, ternyata puasa juga membawa faedah dan kesehatan rohani dan jasmani. Tentu masih banyak hikmah dan manfaat puasa di bulan Ramadhan yang akan kami kupas dan tampilkan sebagai Sajian Utama edisi spesial ini.

Puasa: Spiritual dan Sains

Menyambut bulan suci Ramadhan 1434 H ini, Majalah Misteri mengulas tentang makna dan hakekat puasa. Salah satu narasumber yang dimintai pendapatnya adalah Ustadz Saipudin. Sebelum tanya jawab dengan Misteri, beliau memberikan filosofi orang-orang berpuasa itu sebagai makhluk yang bersedia melaparkan diri itu pasti akan menerima karunia lebih. Kepompong yang puasa bisa terbang menjadi kupu-kupu, ular yang puasa bisa ganti kulit lebih muda, ayam yang puasa dikaruniai telur dan anak.

Ditambahkannya lagi, jika kita bisa membumbung tinggi terbang seperti kupu-kupu, belajarlah puasa eperti kepompong. Puasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat.

Allah telah menjadikan ibadah khusus untuk diri-Nya dari amal-amal lainnya. Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung yang membalasannya.”

Berikut ini petikan wawancara Misteri dengan Ustadz Saipudin:

Kenikmatan apa yang kita dapat ketika menjalankan ibadah puasa?

Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjuma dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari aroma kesturi. Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti-nantikan. Bagi orang-orang mukmin, kepergian bulan Ramadhan jauh lebih disesalkan daripada kepulangan seorang tamu mulia yang berlalu pergi. Tak heran bila para salaf dahulu berdoa jauh-jauh hari sebelum Ramadhan datang: “Ya Allah pertemukanlah aku dengan Ramadhan, dan pertemukanlah Ramadhan denganku, dan jadikan amal ibadahku pada bulan mulia itu diterima di sisi-Mu.”

Apa sih keutamaan bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya?

Al-Qur’an diturunkan pada Bulan Ramadhan. Allah Ta’ala memuji bulan Ramadhan di antar bualan-bulan lainnya, dengan memilih bulan tersebut (sebagai waktu) diturunkannya Al-Qur’an.

Pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu neraka ditutup.
Apabila telah datang bulan Ramdhan, pintu-pintu langit dibuka, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.

Diampuninya dosa-dosa di buan itu.
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Dilipat gandakan pahala pada Bulan Ramadhan.
Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji. Apabila telah datang bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq pada bulan Ramadhan dilipat gandakan pahalanya, dan tasbih pada bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih ulan lainnya.

Lailatull Qadr ada di Bulan Ramadhan.
Lailatul Qadr (malam kemuliaan) adalah suatu malam yang ada pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, yang mana malam tersebut memiliki banyak sekali barakah dan kemuliaan, bahkan satu malam tersebut lebih baik dari seribu bulan.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbt fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5)

Sebenarnya apa makna hakiki puasa itu sendiri?

Sabda Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam di atas memberikan penjelasan kepada kita bahwa yang dimaksud dengan puasa tidak sekedar menahan lapar dan dahaga. Bahkan lebih dari itu , ia harus mengekang nafsu syahwat dan memendamkan api kemarahan serta menundukkan nafsu amarahnya untuk taat kepada Allah. Apabila syarat-syarat yang telah disebutkan tadi tidak terpenuhi pada diri seseorang yang melakukan puasa, maka Allah tidak akan memperdulikan lagi puasanya.

Puasa Ramadhan itu serupa dengan pompa bensin, karena pada bulan ini jiwa manusia diisi dengan energi yang bisa menggerakkan dalam menempuh perjalan hidup. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan mustajabnya doa. Puasa Ramadhan juga dapat menempa iman seseorang, sehingga kuat laksana baja dalam menghadapi hawa nafsu dan kebiasaan-kebiasaan yang membahayakan. Selain itu juga, puasa Ramadhan dapat mendidik jiwa untuk bertaqwa kepada Allah dan taat melaksanakan perintah-perintah-Nya.

Itulah hakikat tujuan puasa Ramadhan dan buah yang dipetik oleh pelakunya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebagai berikut: “Puasa adalah benteng (dari perbuatan maksiat), apabila salah seorang di antara kamu melakukan puasa, maka janganlah berbicara kotor dan jangan berlaku seperti orang bodoh. Jika ada yang mencari atau mengajak bertengkar, maka katakanlah, ‘Saya sedang puasa, saya sedang puasa.” (HR: Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga pernah bersabda: “Barangsiapa tidak mau meninggalkan perkataan bohong dan melakukan prbuatan tercela, maka Allah tidak tidak membutuhkan lagi puasanya.” (HR. Bukhari)

Jenis energi apakah yang dipompakan ke dalam jiwa kita dalam bulan Ramdhan itu?

Jawabnya, tidak lain adalah kesabaran dalam pengertian luas, karena puasa adalah separuh dari kesabaran. Seorang muslim berlaku sabar dalam menahan sengatan lapar, haus, dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaannya pada siang hari yang dapat membatalkan puasanya. Ia menahan diri dengan sabar dan sukarela demi melaksanakan perintah Allah.

Sukarela dalam bersabar menghadapi tekanan hawa nafsu lebih utama daripada berlaku sabar karena dipaksa oleh keadaan. Dengan sukarela berarti seseorang menjadi tuan bagi dirinya sendiri, dan lebih mampu dalam menghadapi cobaan-cobaan hidup, yang pada kesudahannya sabar akan meresap ke dalam tulang sumsumnya.

Dari sisi kesehatan, manfaat puasa itu bagaimana?

Berpuasa ternyata melahirkan beberapa manfaat juga untuk tubuh kita, tidak hanya untuk rohani saja.

Puasa Bikin Sehat.
Seseorang yang melakukan puasa Ramadhan berarti mengistirahatkan jantung dan menstabilkan cara kerjanya sehingga semua endapan yang membahayakan tubuh dapat dihilangkan. Puasa Ramdhan juga sangat berfaedah bagi hati dan empedu, karena dapat menghilangkan zat lemak dan menjaga seseorang dari penyakit yang yang menyerang kedua organ tubuh penting tersebut.

Puasa Bikin Awet Muda.
Banyak orang berlomba-lomba datang ke salon kecantikan atau ke dokter bedah plastik demi terlihat memikat dan awet muda meski harus merogoh ongkos banyak karena tak ingin ada kerutan di wajah. Padahal muda dan tua adalah sunnahtullah yang harus dialami.

Tapi bagi yang ingin tetap awet muda, Anda tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membayar jasa kecantikan atau untu membeli produk kecantikan. Cukukp memanfaatkan bulan puasa.

Apa Bukti Ilmiahnya?

Puasa akan mengurangi atau menghentikan sementara proses-proses fisiologis atau metabolisme di dalam tubuh kita, khususnya di saluran pencernaan. Penghentian proses metablisme itu membawa empat rangkaian proses yang berdampak besar pada kesehatan. Bila seseorang burpuasa berati ia, pertama membatasi jumlah makanan yang masuk pencernaan, kedua, ia telah menurunkan intensitas kerja sistem pencernaan kita.

Lalu ketiga, dengan turunnya intensitas kerja itu, turn pula kemungkinan adanya racun dari dalam tubuh, baik endotoksin (racun dari dalam tubuh sendiri) maupun eksotoksin (racun dari luar tubuh).

Berkurangnya bahan yang harus dicerna juga akan membuat tubuh kita tidak memaksakan diri untuk mengeluarkan hormon dan enzim pencernaan secara besar-besaran.

Bayangkan sebaliknya Anda tidak berpuasa,. Yang pasti semua makanan yang masuk ke dalam tubuh harus dicerna. Mau tidak mau, kita akan memaksa organ pencernaan kita bekerja lebih keras.

Menurut para pakar, yang disebut awet muda pada dasarnya adalah proses penuaan dini yang dihambat. Diantara beberapa teori penuan salah satu yang paling terkenal pada tahun 1950-an adalah teori radikal bebas. Teori radikal bebas berbunyi, “Kalau di dalam tubuh kita banyak radikal bebas, maka radkal bebas itu secara seluler (arahnya ke sel-sel tubuh) akan merusak dinding sel. Perusakan dinding sel itu akan mempercepat penuaan.” Puasa trnyata ampuh melindungi dinding sel. Dinding sel bida dipertahankan karena radikal bebasnya tidak ada atau dikurangi (karena puasa), maka orang menjadi awet muda.

Bagaimana penelitian ilmiah memandang manfaat puasa?

Ada beberapa penelitian yang mengungkapkan bahwa pada orang yang berpuasa, MDA (melondealdehid) yang sifatnya radkal bebas, ternyata berkurang hingga 90%. Bersama dengan itu, di sisi lain puasa meningkatkan antioksidan hingga 15%. “Jadi di satu sisi ratkal bebas itu dipangkas, di sisi lain musuh radikal bebas (antioksidan) ditingkatkan.” Oleh karena itu, kita tak perlu heran lagi kenapa rajin puasa bisa bikin awet muda.

Pengaruh puasa untuk kinerja otak?

Puasa bikin pikran lebih tajam. Bukan hanya awet muda, puasa pun memiliki dampak luar biasa terhadap pkiran. Puasa ibarat mata air. Semakin digali, airnya semakin deras. Begitu juga dalam ilmu modern, setiap hari manfaat puasa dapat ditemukan dari berbagai aspek. Pengaruh puasa pada pikiran dan mental itu pula yang mempengaruhi tampilan muda seseorang. Selama berpuasa, kerja pikiran melambat. Perlambatan tersebut membuat pikiran lebih jernih karena berpikir lebih dalam. Secara ilmiah, pikiran yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih tajam, juga secara instingtif. Bukti ilmiah ini bisa dterma terkait dengan fakta bahwa masalah lapar adalah masalah kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran semakin tajam dan kreatif.

Pernah tidak ilmuwan berat melakukan penelitian secara lmiah tentang puasa? Ada sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat. Sekelompok mahasiswa di Univrsity of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapatkan nilai tinggi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan, bahwa fisik dan mental mengalami kenaikan tingkat saat berpuasa. Salah satu yang paling menonjol adalah kestabilan emosi, yang disebabkan oleh terbebasnya mereka dari ketergantungan pada makanan, terutama dari makanan dan minuman pemicu emosi seperti kopi, coklat, gla, dan lemak yang telah terbukt punya dampak buruk untuk kestabilan emosi.

Selain itu, orang yang berpikiran jernih akan lebih terbuka menerima firman Tuhan. “Dunia ini dipenuhi hiruk pikuk teknologi yang sangat hebat dalam hal menarik perhatian kita. Semua berlomba-lomba tak kenal lelah. Dan Tuhan, jelas tidak termasuk dalam kompetisi ini. Dia tetap menunggu kita, sampai kita mengheningkan jiwa, sampai kita siap mendengar-Nya.

Apa tandanya kita menikmati dan mencintai bulan Ramadhan?

Jika kamu merasa bedug Maghrib datangnya begitu cepat, itu berati kamu menikmati puasamu. Bukankah menghabiskan waktu bersama seseorang yang kita cintai sehari bagaikan sejam, sejam bagaikan semenit, dan semenit bagaikan sedetik? Jadi bagi mereka ang mencintai bulan puasa, mereka tidak merasa tersksa dengan rasa haus dan lapar, mereka justru amat menikmatinya.

Pertanyaan terakhir, aktifitas apa yang dilakukan Rasulullah jelang 10 hari terakhir?

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, apabila telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan sarung beliau, menghidupkan malam Ramdhan, dan membangunkan keluarganya. Baginda Rasul beri’tikaf pada 10 hari terahir dari bulan Ramadhan, sampai beliau wafat, kemudian istri-stri beliau pun beri’tikaf setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi apabila datang bulan Ramadhan. Di akhir wawancara, Ustadz Saipudin mengajak umat Islam: “Mari korbankan kenikmatan, dan nikmati pengorbanan. Semoga puasa Ramadhan tahun ini dapat mencetak kita menjadi insan-insan yang bertaqwa. Amin. Ustadz Saipudin juga mengaih laman facebook di URL:

www.facebook.com/saipudinhikmah

Sumber: Misteri Edisi 562 Tahun 2013

Pages: 1 2

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

2 Responses to Rahasia Hikmah di Balik Puasa

  1. arip says:

    Saya malah menantikan bedug, berarti cintanya harus dipertanyakan nih ya.

  2. ane juga selalu gitu gan. tapi semua orang berpuasa gitu kog, menantikan bedug Maghrib itu merupakan saat-saat yang paling terindah dan menyenangkan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: