AKDP Naik 15 Persen


AKDP Naik 15 Persen
Tarif Baru: Sejumlah angkutan kota (angkot) berbeda jurusan lalu lalang di kawasan Monpera. Sebagian angkot lain tampak ngetem menunggu calon penumpang. Sejak harga BBM naik, setotan para sopir pun mengalami kenaikan. Harapan dengan tarif baru, dapur mereka bisa terus ngepul

Angkot, Bus Kota Transmusi Naik Rp 500-Rp 1000

PALEMBANG — Kementerian Perhubungan bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan transportasi umum lainnya menyepakati kenaikan tarif sebesar 15 persen. Kenaikan untuk bus antarkota antarprovinsi (AKDP), angkutan penyeberangan sungai dan lainnya itu, dilakukan menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Kesepakatan kenaikan tersebut berlaku sejak Minggu 23 Juni 2013. Semua wilayah sudah menyesesuaikan harga dan diperkuat dengan peraturan daerah masing-masing. Intinya, angka 15 persen sudah mencukupi saat ini,” tegas Menteri Perhubngan EE Mangindaan di kompleks Istana Negara, Jakarta, Kemarin (24/6).

Bagaimana Provinsi Sumatera Selatan? Jajaran Dishub, Organda, dan Ditlantas Sumsel membuat kesepakatan, kenaikan tarif sebesar 15 persen dari tarif normal yang berlaku untuk AKDP Kelas Ekonomi. “Menurut peraturan menteri, kenaikan tidak boleh lebih dari 15 persen. Perhitungan terserbut sudah mengacu pada komponen dan operasional serta mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat,” ungkap Sudirman, kabid jalan dan perkeretaapian dalam rapat perhitungan tarif angkutan penumpang AKDP kelas ekonomi Sumsel, di ruang rapat Dishub Provinsi kemarin.

Sudirman merinci mengapa kenaikan tarif angkutan bisa mencapai 15 persen. Kalkulasinya, kenaikan BBM sebesar 22,23 persen. Tarif dasar Rp 121,69, tarif batas atas Rp 146,03, dan tarif batas bawah Rp 97,35. Didapat besaran kenaikan per pnp/km Rp 15,79 serta persentase kenaikan 14,91 (15 persen). Ia mencontohkan, trayek Palembang-Pangkalan Balai dengan jarak 45 km. Tarif yang berlaku menggunakan tarif dasar 45 km x Rp 121,69 = Rp 5.500. Tarif batas atas 45 km x 146,03 = Rp 6.500 dan batas bawah 45 x Rp 97,35 = Rp 4.500.

Menurut Sudirman, usulan tersebut segera diajukan ke gubernur dan kalau sudah ada SK siap untuk diterapkan. “Mulai besok (hari ini, red) sudah bisa diterapkan. Kalau SK sudah keluar,” cetusnya. Sedangkan tarif AKDP AC dan AKAP masih menunggu keputusan dari kementerian pusat.

R Zulfikri Aminudin, Ketua Organda Sumsel didampingi Wasekjen Organda, M Yamin, menyetujui kenaikan tarif sebesar 15 persen. Bagi yang melanggar disanksi teguran dengan surat tertulis. “Kalau beberapa hari belakangan banyak sopr yang lebih dulu menaikan tarif, kami bisa memaklumi. Namun, ke depan harus sudah memberlaku tarif resmi.

Naik Rp 500- Rp 1.000
Terpisah, jajaran pemerintah kota melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organda Kota Palembang, kemarin, resmi menetapkan tarif (ongkos) baru untuk angkutan umum (angkot, bus kota, dan Transmusi) seluruh trayek dalam wilayah kota. Kenaikan sebesar 25-27 persen atau bekisar antara Rp 500-Rp 1000.

“Hari ini (kemarin, red) kami mengundang semua pihak untuk membahas kenaikan tarif. Hasilnya, tarif angkutan umum naik Rp 500-Rp 1000 atau berkisar 28 persen,” kata Kepala Bidang Transportasi Jalan dan Rel Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Supriyanto kepada wartawan usai rapat koordinasi pembahasan kenaikan tarif angkutan umum dan bus kota di ruang rapat Dishub.

Dengan kenaikan 28 persen, tambah Agus, tarif umum jauh dekat untk mobil penumpang umum dan bus kota Rp 2.800, tarif khusus jarak jauh (langsung dari asal ketujuan), angkot Ampera – Perumnas Rp 3.500, Pasar Kuto-Kenten Laut Rp 3.500, angkot Ampera-Karya Jaya Rp 3.500, bus kota Ampera-Karya Jaya Rp 3.500, bus kota Km 12, Perumnas, Pusri langsung ke Plaju Rp 4.000 dan bus kota Km 12, Perumnas, Pusri langsung ke Karya Jaya Rp 5.000.

Kemudian tarif khusus pelajar (pakai seragam) Rp 1.500. Tarif mahasiswa (pakai ID pengenal/kuliah) Rp 2.000, tarif mahasiswa/pelajar khusus bus kota jarak jauh langsung dari asal ke tujuan Rp 3.500, bus Transmusi dalam kota Rp 4.500 dan Transmusi Palembang-Inderalaya Rp 7.500.

“Kenaikan tarif akan kami ajukan ke wali kota untuk dibuatkan peraturan wali kota. Besok (hari ini, red) sudah mulai berlaku. Selain itu, kendaraan akan ditempeli stiker tarif baru.” Agu menambahkan, penetapan tarif baru ini berdasarkan tiga pendekatan. Sebut saja, komponen bahan bakar minyak sebesar 30 persen, multiplier effect 10 persen. Lalu, pertimbangan biaya tambahan BBM kenaikan setoran yang harus ditanggung pengemudi.

Lanjutnya, perhitungan berdasarkan Keputusan Kementerian Perhubungan Nomor 70 Tahun 1993 tentang Tarif Angkutan Penumpang dan Barang di Jalan. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 89 tahun 2002 tentang Formula Perhitungan Tarif Angkutan dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK 687/AJ.DRJD/202 tentang Formula Perhitungan Tarif Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan. “Jadi semua kita hitung. Karena dampak kenaikan BBM ini cukup berat bagi pelaku usaha angkutan umum,” katanya.

Soal kenaikan di luar ketentuan yang sudah ditetapkan, Agus menjelaskan, bagi pengguna angkutan umum, bisa melaporkan hal tersebut ke pihak Dishub. “Kesepakatan harga tarif angkutan umum Rp 2.800. Jika ditemui angkutan umum yang menaikan lebih dari itu catat nomor kendaraan dan laporkan ke kita. Selanjutnya kita akan lakukan sweeping.”

Ketua Organda Kota Palembang, Sunir Hadi, menambahkan pihaknya segera menyosialisasikan kenaikan tarif kepada anggota. “Masih menunggu Perwali. Setelah disahkan nanti ada edaran. Kita mengimbau agar semua pengusaha angkutan dan pengemudi dapat mematuhi tarif sesuai yang ditentukan Pemkot Palembang.”

Aris Rahmansyah, manager Transmusi PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), mengatakan, kenaikan tarif Transmusi sebesar Rp 500 atau menjadi Rp 4.500 per penumpang untuk trayek dalam kota dan Rp 7.500 pelayanan bus Palembang-Inderalaya dan Palembang-Pangkalan Balai, mulai berlaku 1 Juli. “Kenaikan Rp 500 per penumpang, mempertimbangkan pengeluaran masyarakat jelang tahun ajaran baru dan mendekati Ramadhan. Sekaligus langkah awal selama tiga bulan ke depan.”

Setelah tiga bulan, lanjut Agus, pihaknya akan menerapkan tarif baru menjadi Rp 5.000 per penumpang untuk dalam kota Sedangkan untuk luar kota tetap dengan kenaikan Rp 500 per orang. “Masih ada masa evaluasi.” Terpisah, pengelola PO Sriwijaya Transport, Solani, mengatakan, pihaknya siap mematuhi keputusan yang telah disepakati bersama, meski sebenarnya mengusulkan agar tarif angkutan umum dibulat Rp 3 ribu dari Rp 2.800. “Kalau Rp 2.800 menyulitkan kondektur untuk menyedikan uang receh nominal Rp 200.

Kenaikan tarif tersebut, bisa dipastikan berimbas pada peningkatan setoran para sopir. “Mereka (sopir, red) sebelum kenaikan BBM menyetor Rp 250 ribu per bus per hari. Pendapatan kotor Rp 300 ribu. Kami akan menaikan setoran 10-15 persen per hari per bus.” Ansori, Kepala Pelabuhan 35 Ilir, mengatakan hingga sekarang belum ada penyesesuaian tarif untuk transportasi laut.” Kenaikan tarif diumumkan seminggu setelah kenaikan BBM. Langsung Dirjen Kemenhub dengan kisaran 10-15 persen,” tutupnya. (cj6/yun/fio/nur/ce1)

Sumatera Ekspres, Selasa, 25 Juni 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: