Touke Karet Lawan Delapan Perampok


Touke Karet Lawan Delapan Perampok

• Rizal Selamat dari Tembakan

• Uang Rp 50 Juta Ludes

PRABUMULIH — Rizal Rohmadi (32) tak menyangka perjalanan bersama tiga anak buahnya untuk membeli karet dari warga gagal. Ia dan anak buahnya Rian (25), Husen (45), Anang (21), dihentikan delapan perampok saat berada di jalan antara Desa Tanjung Medang dan Suban Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Jumat (21/6) sekitar pukul 08.00 WIB.

Para perampok yang bersenjata api serta tajam mengambil paksa tas yang berisi uang tunai Rp 50 juta milik warga Dusun Pelempang Kecamatan Kelekar Gelumbang, Muaraenim. Sementara tiga anak buuah Rizal tak berkutik tiarap di tanah dibawah todongan senjata para perampok.

Namun Rizal tak tinggal diam saat uang miliknya diambil paksa. Ia melawan para perampok tersebut meski pada akhirnya kalah, tersungkur dan terluka. Pelaku sempat melepaskan tembakan ke arah perut dan kepala meski meleset.

“Waktu dirampok kakak (Rizal, red) melawan dengan melakukan aksi tarik-menarik tas dengan para pelaku, itulah yang menyebabkan rampok membacok dan menembak,” ujar Alan (23), ketika dibincangi wartawan koran ini ketika mengantar ke RS AR Bunda Prabumulih.

Menurut Alan, kejadian perampokan tersebut adalah yang pertama kali dialami kakaknya Rizal selama berbisnis karet dengan warga. Diduga aksi kawanan tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengintaian. “Mungkin kawanan rampok tersbut sudah kenal atau sudah mengetahui gerak-gerik dan kapan korban membeli getah karet,” jelasnya.

Akibat perampokan itu Rizal harus mengalami luka yang cukup serius dibeberapa bagian tubuh, diantaranya luka lecet di bagian kepala kiri akibat tembakan senpi diduga rakitan, luka cukup parah di pergelangan tangan kiri akibat bacokan sajam kawanan pelaku dan luka dan luka lecet di perut akibat tembakan yang meleset. Sementara tiga anak buah Rizal yakni Rian, Husen dan Anang tidak terluka karena tidak melakukan perlawanan terhadap para perampok.

Kapolsek Gelumbang, AKP Mulyono ketika dihubungi melalui telpon seluler membenarkan peristiwa perampokan dan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban. “Kita terus melakukan penyelidikan dan petugas kita masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang ciri-cirinya telah dikantongi,” tegasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian perampokan tersebut bermula ketika korban bersama tiga anak buahnya yakni Rian, Husen dan Anang hendak membeli getah karet ke warga. Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB korban bersama tiga anak buahnya berangkat dari arah Tanjung Medang menuju Suban menggunakan dua kendaraan, korban dibonceng Rian menggunakan motor Yamaha Mio warna merah sedangkan Husen dan Anang menggunakan menggunakan motor Honda Revo warna hitam.

Saat berada ditengah hutan perbatasan antara Tanjung Medang dan Suban, laju kendaraan keempatnya dihentikan depalan kawanan rampok yang mengendarai empat sepeda motor. Seketika dua dari delapan orang langsung mengeluarkan dan menodongkan senjata api ke arah korban serta anak buahnya, sementara enam pelaku lainnya mengluarkan senjata tajan jenis pedang. Mendapat todongan senjata tajam tersebut, tiga anak buah korban langsung turun langsung turun dari motor dan tiarap di jalan. Sementara Rizal berusaha melakukan perlawanan ketika kawanan rampok hendak mengambil tas berisi uang sebesar Rp 50 juta.

Aksi Rizal itu membuat para pelaku kesal dan melepaskan tembakan ke arah kepala dan perut korban, beruntung saat itu korban berhasil mengelak sehingga hanya mengalami luka lecet akibat tergores peluru. Kesal dengan aksi korban, satu diantara pelaku kemudian mengayunkan sajam ke lengan kiri korban, hingga menyebabkan luka tebas cukup dalam. Mendapat bacokan tersebut kemudian membuat korban tersungkur sehingga tak berkutik saat tas berisi uang Rp 50 juta dibawa kabur rampok.

Rizal yang terluka kemudian meminta tolong tiga anak buahnya untuk dibawa ke puskesmas terdekat. Tetapi karena luka cukup parah lalu korban dibawa Rumah Sakit Ar Bunda Prabumulih. (eds/TS)

Sriwijaya Post, Sabtu, 22 Juni 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: