Sembako, Sayur, Buah merangkak Naik


Sembako, Sayur, Buah merangkak Naik PALEMBANG — Kekhawatiran masyarakat adanya kenaikan bahan kebutuhan pokok sehari-hari sebagai imbas dari kisruh kenaikan BBM terbukti. Saat ini, sejumlah kebutuhan sudah merangkak naik. Pantauan koran ini di pasaran, kemarin (17/6), sejumlah sayur mayur naik cukup tinggi.

Contohnya, daun sop dari biasa Rp 8-10 ribu kini Rp 30-40 ribu per kilogram. Fantastis. “Hari ini (kemarin, red) kami tidak kebagian daun sop, untung masih ada stok kemarin. Itu pun sudah ambil di pasar induk dengan harga Rp 40 ribu,” kata Mariana (45), seorang pedagang sayur di Pasar 16 Ilir. Untuk kentang dijual Rp 8 riibu dari sebelumnya hanya Rp 4 ribu per kilogram. Wartel yang semula Rp 3 ribu kini Rp 8 ribu per kilogram. “Kalo cabe, sudah duluan naik. Bawang ikut naik, rata-rata Rp 1.000-2.000 per kilogram,” tuturnya.

Pedagang buah pun mengeluh karena ikut naik. Apel yang biasa satu dus Rp 320 ribu kini jadi Rp 400 ribu. Sedangkan anggur naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 420 ribu per satu dus. “Kelengkeng duluan naik, dari Rp 150 sekarang Rp 200 ribu. Hampir semua naik. Pir, jeruk dan lainnya,” ujar Anton, pedagang buah Pasar 16 Ilir.

Di Pasar Palimo, sayur dan buah juga naik. “Banyak pembeli komplain karena sayur mayur mulai naik. Mereka kira kami sengaja, padahal kami ambil dari agen juga sudah naik,” ucap Jumiati, pedagang sayur di Pasar Palimo.

Tempe juga ikut. Kata Lion, pedagang tempe di Pasar Palimo, satu kilogram kedelai dari biasanya Rp 6 ribu menjadi Rp 7.750. “Kalau dinaikkan harganya, pelanggan pasti komplain. Makanya sekarang belum bisa naik,” cetusnya.

Harga pisang, salah satu buah yang merakyat pun ikut naik. “Pisang putri dua minggu lalu Rp 18 ribu, sekarang Rp 25 ribu per kilogramnya. Sedang pisang tembatu dari Rp 3 ribu sekarang Rp 4 ribu,” kata Umar.

Bagaimana dengan sembako? Aguan, salah seorang pemilik toko sembako di Pasar Palimo mengatakan, ada beberapa bahan pokok yang naik. “Beras karung Rp 20 kilogram naik hingga Rp 5 ribu. Kecap naik sekitar Rp 1.000 per pcs, tergantung merek. Telur ayam dari Rp 15 ribu menjadi Rp 17 ribu. Minyak sayur juga sudah naik sedikit,” imbuhnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Palembang, Yustianus mengatakan, kenaikan harga sayur lebih bersifat musiman, tidak terlalu pengaruh secara umum. “Mungkin karena persediaan sedang terbatas, sedangkan peminatnya tinggi. Beberapa waktu ke depan past sudah normal,” katanya.

Untuk beras medium (kualitas sedang) diakuinya memang ada kenaikkan harga Rp 300 per kilogram dari semula Rp 160 per karung 10 kg kini Rp 163 ribu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog jika memang telah terjadi kenaikan yang tinggi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait mengantisipasi kenaikan harga menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Saat ini kita wait and see dulu, tepat tidak untuk melakukan operasi pasar (OP) atau bazar karena kenaikkannya belum terlalu signifikan,” tukasnya. (cj6/yun/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 18 Juni 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: