Punti Kayu, Hutan Wisata yang Sukses Meraih Plakat Adipura


Punti Kayu, Hutan Wisata yang Sukses Meraih Plakat Adipura

Hutan wisata alam Punti Kayu berhasil menjaga eksistensinya sebagai paru-paru Kota Palembang. Dari ribuan pohon di sana, sekitar 80 persennya merupakan pohon pinus. Tahun ini, Punti Kayu meraih plakat Adipura. Usut punya usut, ini penghargaan ketujuh nasional yang diraih Punti Kayu.

================================
================================

Segar, udara sejuk diiringi tiupan angin sepoi-sepoi membuat nyaman saat wartawan koran ini menyambangi Punti Kayu. Lelah dan penat pun seakan langsung hilang melihat hijaunya hutan wisata alam yang berlokasi di tengah Kota Palembang itu.

Sebuah arena permainan anak terlihat di sebelah kiri jalan utama Punti Kayu, bersampingan dengan kebun binatang. Ramai suara berbagai binatang mampu menghibur pengunjung yang datang berwisata. Di sebelah kanan jalan tampak arena outbound yang dipastikan memacu adrenalin, flying fox dan berbagai jenis sarana permainan lain. Seutas tali diikat kuat menghubungankan antarpohon pinus dengan ketinggian beberapa meter dari permukaan tanah.

Penelusuran berakhir di ujung jalan, dimana terdapat olam renang serta danau. Rasa penatnya kaki mengelilingi Punti Kayu terbayar menyaksikan pemandangan yang menyejukkan mata .

“Kami terus menjaga kerindangan dan kebersihan Punti Kayu ini. Pepohonan yang dijaga dan dirawat dengan baik semaksimal mungkin,” kata Antoni Puspo, humas Punti Kayu. Diakuinya, mereka telah mendapatkan informasi Punti Kayu terpilih menjadi yang terbaik secara nasional. “Kita telah menerima ucapan selamat dari lurah setempat karena kembali berhasil mendapatkan penghargaan plakat Adipura,” ujarnya.

Luas area Punti Kayu sekitar 50 hektare. Ada ribuan pohon yang mendukung eksistensi hutan ini sebagai paru-paru Metropolis. “Kami sebagai pengurus sangat gembira sekali karena ini sudah ketujuh kalinya Punti Kayu mendapatkan plakat Adpura sebagai hutan terbaik,” katanya.

Piagam penghargaan raihan plakat Adipura 2009 sengaja ditempelkan di gedung pusat informasi Punti Kayu sekaligus ruang kerja Antoni. Untuk penghargaan lain disimpan kelurahan setempat.

Dijelaskannya, Punti Kayu memiliki lima jenis tanaman pokok yani pinus, akasia, mahoni, talog, dan angsana. “80 persen berupa pohon pinus,” ungkap Antoni. Tak hanya pohon, puluhan jenis binatang dipelihara di sana. “Terdapat sekitar 20 jenis hewan seperti lima beruang, monyet, ular, tiga siamang, enam burung bangau, serta beberapa jenis hewan lainnya kita pelihara di sini,”lanjutnya.

Di balik esuksesan meraih plakat Adipura, Punti Kayu yang berdiri 1960 ternyata sudah beberapa kali berganti nama. Nama pertama Taman Sari, lalu pada 1970 berganti menjadi Taman Sailendra, baru kemudian pada 1980 diberi nama yang melekat hingga sekarang, Punti Kayu.

Kata Antoni, dulunya kawasan ini berupa hutan yang dipenuhi semak belukar. Pada 1930-an, ada yang menyarankan kepada pihak Belanda untuk melakukan uji coba penanaman pohon pinus yang biasa tumbuh di dataran rendah.

Ternyata berhasil, pinus yang ditaman hidup. Sejak itu dibuatlah sarana penunjang berupa gapura, pendopo, pondok-pondokan dan dijadikanlah kawasan hutan ini tempat pariwsata. “Sekarang status Punti Kayu milik Kementerian
kehutanan,” imbuhnya.

Untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat wisata itu, Antoni dan timnya selalu melakukan perawatan rutin, pagi hingga sore. “Kalau ada yang perlu dikembangkan, diganti dan lainnyaterus kita upayakan. Terbaru, di Punti Kayu ini sedang digarap lahan untuk perluasan lapangan parkir,” tukasnya. (*/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 18 Juni 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: