Dicat dan Diperbaiki


Dicat dan Diperbaiki
Perbaikan: Sejumlah pekerja sedang memperbaiki beton pilar Jembatan Ampera supaya jangan keropos

PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga kini belum dilakukan pemeliharaan menyeluruh terhadap ikon Kota Palembang itu. Tahun ini, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJN) wilayah III melakukan pengecatan menyeluruh plus perbaikan.

“Tahun ini akan dilakukan pengecatan menyeluruh jembatan Ampera. Tidak hanya pilar tapi juga sisi bawah beton dan kerangka jembatan,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Metropolis Palembang, Ahmad Tarunajaja ST MT.

Menurutnya, pengecatan telah dimulai sejak seminggu lalu. Dana yang digunakan berasal dari APBN, diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Dijelaskannya, pengecatan bertujuan memelihara agar dinding beton pilar jembatan yang telah berpori dan kropos dapat tertutupi.

Sebelum dicat, terlebih dahulu dilakukan pembersihan (sandblasting) agar air sungai tidak masuk ke tulang beton karena itu akan dapat memperparah retak yang ada. Pantauan wartawan koran ini, tampak sejumlah pekerja sedang merontokkan lapisan semen yang sudah keropos.

Bagian itu akan diperbaiki untuk kemudian dilakukan pengecatan seperti bagian lain. Dikatakan Taruna, setelah kebakaran 2010, pernah dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi jembatan Ampera ini.

Tapi setelah itu tidak ada lagi pengecekan secara total dan baru ini dilakukan lagi. Harus diakui, salah satu kendalanya ádalah kebutuhan anggaran yang lumayan besar. Ada pengecekan rutin menggunakan bridge managemen system (BMS) yang dilakukan April-Juni 2013 ini, namun sifatnya hanya visual. ”Kami melakukan tindakan preventif agar kondisinya tidak semakin parah dan semakin berkarat,” jelasnya.

Ditambahkannya, pengecekan juga untuk mendapatkan kajian dan elemen struktur jembatan. Akan diketahui apakah Ampera masih dalam kondisi baik atau tidak. Akan pula didapatkan gambaran kemampuan jembatan dalam menahan beban kendaraan. Pihaknya mencari hubungan antara hasil uji getaran secara eksperimen dan permodalan struktur untuk menghitung kekuatan jembatan.

“Sebenarnya, usia jembatan Ampera ini desain untuk 100 tahun dan itu pada kondisi tidak terjadi insiden. Tapi jembatan Ampera kan pernah ditabrak tongkang dan pernah kebakaran. Sedikit banyak ini dapat mempengaruhi kekuatan jembatan tersebut,” kata Taruna.

Sebenarnya, ucap Taruna, pemeliharaan jembatan Ampera akan lebih maksimal jika saja detail design engineering (DED) atau dokumen perencanaan pembangunannya ada. “Infonya, jembatan yang dibuat menggunakan teknologi canggih oleh Jepang ini DED-nya ada di Belanda. Jika memang ada, kami ingin mempelajarinya, meski hanya berupa soft copy,”cetusnya.

Dengan mempelajari DED, akan diketahui struktur baja dan beton jembatan sepanjang 900 meter lebih ini. Kata Taruna, pihaknya pun melakukan pengujian pasang sensor accelerometer/microtremor meter atau sensor getaran. Frekuensi alami merupakan salah satu parameter kekuatan. Hingga saat ini belum dapat hasil karena masih dilakukan pengujian.

“Tidak tahu berapa kapasitas dan volume beban jembatan Ampera, yang pasti beban jembatan ini akan terus bertambah sebelum ada pemecahan konsentrasi lalu lintas dengan membangun jembatan Musi III,”tuturnya. Selain Ampera, pihaknya pun akan melakukan perbaikan terhadap tiga jembatan lain di Palembang, yakni jembatan Ogan Lama, Ogan rangka dua, dan Ogan rangka tiga. (yun/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 18 Juni 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: