Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit Siguntang


Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit Siguntang Oleh:Muhammad Azhari

Laju motor matic yang membawa dua sejoli berstatus pelajar terhenti saat menapaki akhir pekan di sudut jalan Bukit Siguntang yang terletak di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan. Kedua pelajar berseragam putih abu-abu itu diantar anak tangga yang membawa mereka naik ke puncak bukit setinggi 27–30 meter dari permukaan laut. Mereka menemukan lubang batu di antara rimbun pepohonan.
br />Sepasang pelajar itu mananggalkan kemeja berlambang organisasi siswa intrasekolah, celana dan rok abu-abu, buku-buku pelajaran, sepatu hiram, kaus kaki putih, serta kartu bukti pembayaran SPP. Mereka ingin memerdekakan diri dari tekanan dan penindasan dunia pendidikan, mengganti dengan erotisme seks remaja yang dikeramatkan oleh seribu balatentara nafsu. Mereka larut dalam birahi dan berfantasi bagai raja dan permaisuri di Bukit Siguntang. Mereka terbungkus gairah dan membutakan sejarah tentang makam raja-raja Palembang di bukit itu, seperti makam Raja Sigentar Alam, Pangeran Raja Batu Api, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima Tuan Junjungan, Panglima Bagus Kuning, dan Panglima Bagus Karang.

Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit Siguntang Wacana di atas merupakan paradoks kepedulian pelajar terhadap warisan budaya. Mungkin saja pelajar lebih peduli bila dibandingkan terhadap pemerintah daerah setempat terhadap Bukit Siguntang. Hal itu dilihat dari banyaknya kunjungan pelajar Palembang ke Bukit Siguntang, meskipun hanya untuk memadu kasih dalam suasana sepi dan jauh dari keramaian. Kendati demikian, erotisme pelajar itu masih biasa diarahkan pada kegiatan yang lebih positif dengan mengenalkan erotisme dan keindahan Bukit Siguntang.

Diketahui dari pelang ber-isi petunjuk dekat gerbang situs, Bukit Siguntang disebut-sebut sebagai tempat turunnya Sang Sapurba, manusia setengah dewa keturunan Iskandar Zulkarnain yang melahirkan raja-raja Melayu di Sumatera, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Bukit Siguntang juga dilegendakan sebagai tempat bermukim Wan Empuk dan Wan Malini dengan tiga anaknya, yakni Raja Suran, Sang Nila Pahlawan, Krisyna Pendita dan Sang Nila Utama. Bukit Siguntang dicatat sebagai cikal bakal Kerajaan Malaka dan menjadi pusat Kerajaan Palembang pada masa pemerintahan Parameswara sebelum mendirikan Singapura. Tahun 1554 Kerajaan Palembang dipimpin Ki Gede Ing Suro juga mengeramatkan Bukit Siguntang dengan mengebumikan jenazah Panglima Bagus Kuning dan Panglima Bagus Karang. Bukit Siguntang pun pernah menjadi pusat keagamaan pada masa Kerajaan Sriwijaya yang berkembang dari abad ke-7 hingga abad ke-14.

Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit SiguntangSehubungan dengan itu, Koentjaraningrat (1974) membagi wujud kebudayaan menjadi menjadi tiga macam:

Pertama, kebudayaan sebagai kompleks ide, gagasan, nilai, norma, dan peraturan.

Kedua, kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat.

Ketiga, kebudayaan berupa benda-benda yang menjadi karya manusia.

Tiga wujud kebudayaan yang dimaksud sudah terangkum di Bukit Siguntang. Karenanya Bukit Siguntang sebagai wujud kebudayaan tentu harus dilestarikan oleh pelajar, bukan disalahgunakan dengan tindakan yang bertentangan dengan moral dan budaya itu sendiri. Guna menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai sejarah budaya di Bukit Siguntang kepada para pelajar, diperlukan pendekatan orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat.

Kemauan pelajar mendatangi warisan budaya seperti Bukit Siguntang ebenarnya sudah ada, tinggal bagaimana cara orang tua dan guru membina mereka untuk tidak melakukan kegiatan negatif saat berkunjung ke tempat seperti itu. Pemerintah dan masyarakat pun bisa mengembangkan potensi Bukit Siguntang menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan, bukan sebatas proyek pariwisata. (*)

Penulis adalah pembaca pendidikan dan kebudayaan tinggal di Palembang

Citra Budaya

Sumatera Ekspres, Minggu, 24 Maret 2013

Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit Siguntang

Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit Siguntang Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit Siguntang

Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit Siguntang Erotisme Pelajar Palembang dan Erotisme Bukit Siguntang

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: