Program Alex-Ishak: Bedah Pasar Tradisional, Senyaman Pasar Modern


Kesan Kumuh, Kotor, Semrawut Hilang,
Pedagang dan Pembeli Nyaman

Program Alex-Ishak: Bedah Pasar Tradisional, Senyaman Pasar ModernEksistensi pasar tradisional harus tetap terjaga di tegah menjamurnya pasar modern seperti, mall, hypermarket, swalayan, dan outlet modern. Pasar tradisioanl sebagai sektor pertumbuhan ekonomi masyarakat tak luput dari dampak kearifan lokal dan budaya daerah setempat.

Pasar tradisional merupakan pranata penting dalam dalam kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Pasar sudah dikenal sejak masa Jawa Kuno yaitu sebagai tempat berlangsungnya transaksi jual beli atau tukar menukar barang yang telah teratur dan terorganisasi. Pasar mempunyai suatu kesatuan dari komponen-komponen yang mempunyai fungsi untuk mendukung fungsi secara keseluruhan, atau dapat pula diartikan pasar yang telah memperlihatkan aspek-aspek perdagangan yang erat kaitannya dengan kegiatan jual-beli, misalnya adanya lokasi atau tempat, adanya ketentuan pajak bagi para pedagang, adanya pelbagai macam jenis komoditi yang diperdagangkan, adanya proses produksi, distribusi, transaksi, dan adanya suatu jaringan transportasi sera adanya alat tukar.

• • • • • • • • • • • • • •

Ironis, mayoritas pasar tradisional di seluruh kabupaten/kota di Sumsel, kondisinya memprihatinkan. Pasar tradisional itu tidak tertata dengan baik, sehingga terkesan kumuh dan semrawut. Pembeli enggan berkunjung dan beralih ke pasar modern yang lebih nyaman.

Memang persoalan pasar tradisional terletak pada komitmen pemerintah yang masih rendah. Keterbatasan anggaran dan terlanjur menjadikan pasar dan outlet modern sebagai partner dalam meningkatkan perekonomian daerah. Program Alex-Ishak: Bedah Pasar Tradisional, Senyaman Pasar Modern Padahal, pasar tradisionnal mempunyai andil besar dalam sejarah pengembangan sebuah daerah. Pasar tradisional tumbuh dari keinginan masyarakat yang loyal dengan kebersamaan tawar-menawar.

MelihaTt kondisi demikian, pasangan Calon Gubernur Sumsel Nomor Urut 4 H Alex Noerdin-H Ishak Mekki semasa kampanye, tidak pernah melewatkan kunjungan ke pasar-pasar tradisional. Kedua pemimpin ini melihat langsung kondisi pasar tradisional dan menyerap aspirasi pedagang dan pembeli.

Blusukan ke pasar tradisional setiap daerah ini, menunjukkan besarnya kepedulian terhadap pusat perekonomian masyarakat kelas bawah. walau bagaimanapun, Wong Cilik pun juga harus menikmati layanan yang prima sehingga memberikan rasa nyaman beraktivitas.

Jika terpilih menjadi Cagub/Cawagub Sumsel, pasangan ideal ini menggulirkan satu program baru, diantara program-program kerakyatan yang lain, yakni bedah pasar atau lebih dikenal revitalisasi pasar tradisional. Selain itu, sebagai upaya peningkatan citra dan daya saing pasar tradisional dalam menghadapi pertumbuhan toko modern yang cukup pesat, program ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan nahan pokok.

Sebab, kondisi pasar yang kurang bersih, secara tidak langsung bisa mengurangi daya tarik masyarakat untuk berbelanja di pasar, sehingga bisa berdampak mahalnya harga jual barang di pasar tradisional, karena kurang laku. Artinya, bedah pasar merupakan solusi efektif untuk memberikan hasil yang positif terhadap peningkatan omset transaksi. Pasar yang bersih mampu menstimulasi perekonomian masyarakat.

Selama ini, dana yang diperuntukkan dalam pengelolaan pasar diserahkan langsung kepada kabupaten/kota secara langsung melalui dana dekontruksi. Namun, upaya itu sepertinya belum begitu optimal dibuktikan dengan konbdisi pasar yang semrawut.

Menjawab persoalan itu, H Alex Noerdin-H Ishak Mekki berupaya menganggarkan dana program bedah pasar tradisional masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel 2014. Saat ini, mereka masih memperhitungakan secara rinci nominal anggaran yang akan dibutuhkan dan bekerjasama dengan pemerintah setempat.

Dengan adanya anggaran khusus tersebut, pasa tradisional indah dan menarik perhatian konsumen. Kesan becek, kumuh, dan bau harus hilang. Kualitas pasar tradisional harus diperbaiki. Paling tidak, kondisi pasar kering, tidak becek dan nyaman untuk berdagang.

Berdasarkan data, penyebaran pasar modern trbanyak berada di Kota Palembang dengan jumlah 30 unit, disusul di beberapa kota lain. Belum lagi, outlet ritel semakin menjamur di setiap daerah. Sedangkan pasar tradisional, yang didalamnya termasuk kalangan atau pasar mingguan berkisar 359 unit. Jumlah pasar tradisional ini kemungkinan akan berkurang jika tidak ada pembatasan pembangunan pasar modern.

“Pasar tradisional harus tetap eksis. Saya prioritaskan pengembangan perekonomian dengan membangun dan meningkatkan berbagai sarana infrastruktur pasar rakyat. Pasar rakyat tidak boleh digusur, tetapi diperbaiki,” tegas Alex.

Sumatera Ekspres, Selasa, 28 Mei 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: