Sepakat, Tinggalkan SK


Sepakat, Tinggalkan SK
Demo KPU: Massa pendukung Sarimuda – Nelly Rasdiana, kemarin mendatangi kantor KPU Kota Palembang. Di bawah penjagaan ketat aparat kepolisian, mereka meminta agar KPU tetap seperti keputusan semula, menetapkan Sarimuda-Nelly sebagai wako dan wawako terpilih. Tampak Kapolrsta Palembang menjabat tangan salah satu peserta demo

• Massa Sarimuda Kepung KPU
• Yusril: Kami Legi Mengakaji

PALEMBANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat keputusan (SK) penetapan pasangan Romi Herton-Harnojoyo sebagai calon wali kota dan wakil wali kota periode 2013-2018 terpilih, hasil pemilukada 7 April lalu. Keputusan tersebut diambil dalam pleno internal membahas tentang perintah Mahkamah Kontitusi (MK) kepada KPU Kota Palembang, kemarin (22/5). Sebelumnya, dalam keputusan MK bernomor 41/PHPU.D-XI/2013, ditetapkan jumlah suara pasangan Romi Herton-Harnojoyo sebanyak 316.919 suara. Unggul 23 suara dari pasangan calon nomor urut 3 Sarimuda-Nelly Rasdiana (316.896), dan pasangan nomr urut 1 Mularis Djahri-Husni Thamrin (97.809).

Semua komisioner KPU Palembang tidak lain kecuali tunduk dan patuh terhadap putusan MK,” kata Ketua KPU Kota Palembang, H Eftiyani melalui Humas, Abdul Karim Nasution MHum kepada wartawan koran ini usai pleno internal KPU.

Menurut Karim, tuntutan sejumlah pihak yang di luar ketentuan hukum, sulit untuk dipenuhi. “Sebenarnya kita tinggal mengeluarkan SK, secepatnya akan kita keluarkan. Kemungkinan dalam minggu ini.” Setelah itu, KPU segera mnyampaikan surat kepada DPRD Kota Palembang tentang hasil sidang sengketa Pemilukada Palembang dan SK KPU Palembang tentang penetapan wali kota Palembang terpilih.

“Otomatis dengan adanya keputusan MK ini, membatalkan keputusan KPU sebelumnya yang memenangkan paangan Sarimuda-Nelly (SN) menjadi wali kota terpilih. Mengenai kapan pelantikannya, kita serahkan kepada DPRD Palembang,” beber Karim.

Disinggung apakah ada upaya hukum selanjutnya bagi pasangan calon yang dinyatakan kalah, kata Karim, silakan dikaji jika ada langkah berikutnya dan upaya lain. “Kita memahami setelah putusan ini tidak ada upaya lain dan brsifat final.”

Karim mengimbau, masyarakat Palembang menghormati proses dan produk hukum. “Tdak ada negosiasi dalam hukum. Kami imbau masyarakat menghormatinya. Apalagi ada ancaman akan membakar kantor KPU Palembang. Saya berharap tidak terjadi karena yang rugi kita semua. Pembangunan gedung KPU menggunakan uang rakyat dari APBD.”

Sebelum KPU Palembang melaksankan pleno internal, ribuan pendukung Sarimuda-Nelly mengepung area KPU Palembang. Mereka minta agar komisioner tetap menetapkan keputusan wali kota dan wakil wali kota terpilih kepada pasangan Sarimuda-Nelly.

Saat demo, aparat kepolisan dan TNI berjaga-jaga dan mengantisipasi aksi. Kapolresta Palembang Kombers Pol Sabaruddin Ginting langsung meninjau lokasi. Walaupun sempat diguyur hujan lebat, aparat kepolisian yang berjaga tetap siaga.

“Kami menuntut agar KPU tetap pada penetapan sebelumnya, dan menolak perintah MK yang memenangkan pasangan Romi Herton-Harnojoyo. Kami akan melakukan terus aksi demo sampai KPU menetapkan pasangan Sarimuda-Nelly menjadi wali kota dan wakil wali kota terpilih,” uar koordinator aksi Sani Badri.

Sani mewngancam, sekitar 40 ribu orang akan melakukan aksi demo di kantor KPU jika tidak digubris. Pukul 15.30 WIB perwakilan massa diterima oleh ketua dan komisioner KPU. Saat itu, KPU memutuskan menunda rapat pleno penetapan wali kota dan wakil wali kota terpilih.

“KPU menunda rapat pleno penetapan wali kota dan wakil wali kota terpilih, dan berjanji akan menetapkan pasangan Sarimuda-Nelly sebagai wali kota dan wakil wali kota Palembang. Kalau KPU mengingkari janjinya berarti sudah menzalimi kita,” kata Sani ketika menyampaikan kesimpulan pertemuan dengan komisione KPU kepada massa pendukung Sarimuda-Nelly.

Sekitar pukul 16.00 WIB, massa berangsur membubarkan diri dengan tertib. Walaupn sempat terjadi ketegangan anrtara massa dengan aparat ketika massa hendak menerobos pagar berduri aparat, aksi demo yang berlangsung kemarin tidak terjadi bentrok dan berjalan kondusif.

Terpisah, Prof Yusril Ihza Mahendra, pengacara Sarimuda-Nelly Rasdiana mengaku sudah mengetahui perihal putusan MK tersebut. Saat ini, dia masih melakukan kajian secara mendalam. “Kita temukan ada beberapa kejanggalan,” ujarnya kepada wartawan koran ini tadi malam.

Bukankah putusan MK berssifat final? Ya, saya tahu soal itu. Saya mengerti. Tetapi, ada problem dan kita sekarang lagi memikirkan jalan untuk mengatasinya. Memang, sekarang belum ambil sikap. Masih tahap pengkajian,” tandasnya.

Dalam amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945, melalui Pasal 24C ayat 1. Intinya Mahkamah Kontitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. Lalu, memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politk, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

Kuasa hukum pasangan Romi-Harno, melalui M Ridwan Saiman, mengatakan, putusan MK memenangkan paangan nomor urut 2, diambil secara bulat dan objektif oleh majelis hakim MK. “Sembilan anggota majelis sepakat memenangkan pasangan Romi-Harno. Tidak ada yang mengeluarkan dissenting opinion alias berbeda pendapat,” kata Ridwan.

Keputusan MK, lanjutnya, bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diajukan upaya hukum lanjutan lainnya. “Kami meminta agar KPU Kota Palembang sesegera mungkin melaksanakan tugasnya sesuai dengan putusan yang telah dikeluarkan MK.” (mik/cj4/nur/ce2)

Keputusan KPU Kota Palembang 13 April 2013 yang menetapkan pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih, ketika itu disambut gegap gempita sekaligus rasa haru para pendukungnya. Apalagi, selisih raihan suara dengan pasangan Romi Herton-Harnojoyo hanya 8. Kini, semua seolah berbalik dengan keluarnya putusan Mahkamah Kontitusi, Senin (20/5) lalu.

“Bukan hanya saya dan Nelly Rasdiana yang merasa terzalimi pascaputusan MK. Tapi masyarakat Kota Palembang lainnya juga,” ujar Sarimuda didampingi Nelly Rasdiana saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Jl Demang Lebar Daun, pukul 19.30 WIB, tadi malam (22/5).

“Saya mendapat kabar tadi sore (kemarin, red) simpatisan dan pendukung melakukan aksi demo di kantor KPU,” kata Sarimuda, yang maju melalui perahu Partai Golkar, dan partai kecil lainnya. Ia berharap massa tidak anarkis dan tetap kondusif sampai KPU memutuskan pasangan terpilih setelah rapat pleno . “Biarkan proses tahapan berjalan, kita akan perjuangkan keadilan yang sebenar-benarnya melalui proses hukum,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun koran ini, Sarimuda sudah bertemu dengan pakar hukum Prof Yusril Ihza Mahendra untuk membicarakan putusan MK terkait Pemilukada Kota Palembang. “Ya, kami sudah konsultasi dengan kuasa hukum yakni Yusrl Ihza Mahendra. Selanjutnya, apabila KPU menetapkan keputusan berdasarkan rekomendasi MK, kami akan menggugat KPU ke MK sebagaimana aturan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Sarimuda menilai putusan MK yang menambahkan 23 suara kepada pasangan Romi Herton-Harnojoyo dinilai cacat hukum. “Prinsipnya KPU harus tetap berdasarkan keputusan sebelumnya, yang telah menetapkan pasangan nomoe urut 3 sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih, karena yang berhak menetapkan hanya KPU,” ujar pria yang sudah tiga kali “menjajal” pemilihan wali kota Palembang ini.

Mengapa cacat hukum? Kata Sarimuda, saat pembukaan alat bukti 4 kotak suara yang dibawa ke persidangan MK, pihak terkait tidak diikutsertakan menyaksikan pembukaan kotak suara tersebut. “Saat MK membuka dan memeriksa alat bukti berupa 4 kotak TPS tersebut, tidak ada pihak yang diikutsertakan. Bahkan MK melakukan pemeriksaan alat bukti tersebut di ruang tertutup, nah ini ada apa? Apakah ada aturan yang mengatur kalau pemeriksaan alat bukti diharuskan di tempat tertutup,” tandasnya. (cj4/nur/ce2)

Sumatera Ekspres, Kamis, 23 Mei 2013</p.

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: