KPU Eksekusi Putusan MK


KPU Eksekusi Putusan MK
Ketat: Aparat kepolisian berjaga di sekitar Kantor KPU Kota Palembang di Jl Mayor Santoso, Kamboja, pascaputusan Mahkamah Kontitusi (MK) yang memenangkan pasangan nomor urut 2, Romi Herton-Harnojoyo, Senin (20/5) lalu. Komisioner KPU Kota sendiri, rencananya hari ini akan menggelar pleno internal membahas putusan MK tersebut.

Hari ini, Rapat Pleno Internal

PALEMBANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) KOta Palembang segera mengeksekusi putusan Mahkamah Kontitusi (MK) yang menyatakan pasangan nomor urut 2, Romi Herton-Harnojoyo sebagai pemenang Pemilukada Kota Palembang, 7 April 2013. Kebijakan tersebut menyusul batalnya Berita Acara Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang oleh KPU Kota Palembang, tertanggal 13 April 2013.

“KPU wajib melaksanakan putusan MK,” ujar Ketua KPU Kota Palembang, Eftiyani SH kepada wartawan koran ini, kemarin. “Saya masih di Jakarta, besok (hari ini, red) KPU Kota Palembang akan melakukan pleno internal pukul 16.00 WIB, menyikapi putusan dan perintah MK,” kata Eftiyani lagi.

Setelah pleno internal, menurut Eftiyani, pihaknya belum mengetahui apakah nanti akan menggelar pleno terbuka membacakan putusan dengan mengundang saksi pasangan calon dan pihak terkait. Atau cukup dengan pleno tertutup KPU.

Dikatakan, KPU paling lambat akan mengeluarkan putusan satu mngu ke depan. “Tapi, akan diusahakan dipercepat,” ujarnya lagi. Setelah keputusan, selama tiga hari sela, barulah akan diusulkan pelantikan ke DPRD Kota Palembang. “Kami berharap tidak aa gugatan lagi dan meminta masyarakat Palembang dapat menjaga situasi agar tetap kondusif.”

Kuasa hukum pasangan Romi-Harno, melalui M Ridwan Saiman, mengatakan, putusan MK memenangkan pasangan nomor urut 2, diambil secara bulat dan objektif oleh majelis hakim MK. “Sembilan angota majelis sepakat memenangkan pasangan Romi-Harno. Tidak ada yang mengeluarkan dissenting opinion alias brbeda pendapat,” kata Ridwan.

Keputusan MK, lanjutnya, bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diajukan upaya hukum lanjutan lainnya. Kami meminta agar KPU Kota Palembang untuk dapat sesegera mungkin melaksankan tugasnya sesuai dengan putusan yang telah dikeluarkan MK.”

Seperti diwartakan, setelah kalah hanya dengan selisih delapan suara, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 2, Romi Herton-Harno Joyo unggul 23 suara dari pasangan calon nomor urut 3, Sarimuda-Nelly Rasdiana. Hal itu, tertuang dalam Putusan MK Nomor 42/PHPU.D-XI/2013, yang dibacakan Senin (20/5) petang, di Ruang Sidang Pleno MK. Sidang pembacaan putusan dipimpin Ketua MK Akil Mochtar, didampingi tujuh Hakin Kontitusi. Permohonan ini diajukan oleh pasangan calon Romi Herton-Harno Joyo.

Kemengan pemohon setelah MK memeriksa dan menhitung lima kotak suara dari empat kelurahan. Lima kotak suara yang diperiksa oleh MK ialah TPS 13 Kelurahan Karya Jaya, TPS 5 Kelurahan Talang Semut, TPS 20 Kelurahan Talang Aman, serta TPSS 3 dan TPS 13 Kelurahan Suka Jaya.

MK membeberkan, total perolehan suara masing-masing pasangan calon. Nomor urut 1, Mularis Djahri-Husni Thamrin memperoleh 97.809 suara; Pasangan calon nomor urut 2, Romi Herton-Harno Joyo (316.919 suara), dan pasangan calon nomor urut 3, Sarimuda-Nelly Rasdiana memperoleh 316.896 suara.

“Membatalkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Palembang Nomor 34/Kpts/KPU.Kota-006.435501/2013 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang Tahun 2013 di KPU Kota Palembang, bertanggal 13 April 2013.”

Menurut Akil, putusan MK tersebut menjadi dasar bagi KPU Kota Palembang untuk menerbitakn surat keputusan baru terkait hasil Pemilukada Kota Palembang 2013. “Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Kota Palembang untuk melaksanakan putusan ini.” Sebelumnya, KPU Kota Palembang menyatakan perolehan pasangan calon Mularis Djahri-Husni Thamrin 97.810 suara; pasangan calon Romi Herton-Harno Joyo 316.915 suara; dan pasangan calon Sarimuda-Nelly Rasdiana sejumlah 316.923 suara.

Sementara itu, baik Sarimuda maupun pasangannya Nelly Rasdiana hingga sekarang belum memberikan statement resmi terkait putusan MK tersebut. Informasi yang dihimpun koran ini, Sarimuda sekarang masih berada di Jakarta.

“Bapak kemungkinan besok (hari ini) atau lusa baru pulang ke Palembang. Saat ini masih ada yang diurus di Jakarta jadi belum bisa pulang. Kondisi bapak masih seperti biasa tidak ada yang beda,” tukas ajudan Sarimuda.

Kediaman Sarimuda di Jl Demang Lebar Daun terlihat sepi. Hanya ada aparat TNI dan kepolisian yang berjaga-jaga di depan. Ketika mencoba untuk meminta konformasi kepada satpam penjaga rumah tersebut, satpam tidak mengizinkan untuk memasuki halaman kediaman Sarimuda. Merkea juga tutup mulut ketika ditanya di mana keberadaan Sarimuda.

Sekretaris tim pemenang Sarimuda-Nelly, Kuwanto mengaku sedang mencari celah melakukan upaya hukum selanjutnya. “Sedang kita cari celahnya,” jawabnya singkat. (mik/cj4/nur/ce1)

Langsung Sujud Syukur

Suka cita mewarnai penyambutan kedatangan calon wali kota Palembang nomor urut 2, H Romi Herton di kediamannya Jl Taqwa, kemarin. Bak menyambut pahlawan dari medan perang, ratusan pendukung dan simpatisan yang telah menunggu sejak siang hari langsung mengucapkan takbir, ketika sang calon wali kota tiba di kediamannya setelah melewati proses persidangan panjang di MK.

Tiba di kediaman, Romi tidak langsung masuk ke rumah. Ia berjalan kaki menuju Masjid Taqwa yang tidak jauh dari kediamannya untuk melaksanakan shalat dan sujud syukur atas putusan MK yang memenangkannya dengan selisih 23 suara dari pasangan Sarimuda-Nelly.

Romi masuk didampingi sang istri, Hj Masyitoh dan disambut pendukung dengan lemparan beras kuning. “Alhamdulillah, terima kasih,” kata Romi singkat menerima ucapan selamat para pendukung yang tidak hentinya ingin bersalaman.

Sementara di dalam rumah, ratusan jemaah pngajian telah menunggu dengan lantunan tahlil, takbir dan tahmid. “Saya bersyukur atas keputusan MK ini. Bukti bahwa Allah berpihak kepada kejujuran,” kata Romi pelan didamping istri, Hj Masyitoh dan ibu mertuanya.

Romi yang mengenakan peci hitam dan baju batik ini memberikan pengertian kepada pendukungnya. Bahwa hasil Pemilukada Kota Palembang menjadi contoh bagi semua pihak bahwa dalam menyelesaikan masalah melalui jalur yang benar. “Selesaikan masalah melalui jalur hukum. Kita harus menghormati hukum yang ada di Indonesia,” kata Romi serius.

Atas kemenangan ini, lanjut Romi, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Sekaligus menjaga situasi keamanan di Kota Palembang agar tetap kondusif. “Saya mengimbau kepada pendukung agar tidak melaksanakan euforia kemenangan dengan turun ke jalan dan menyusahkan masyarakat. Jika ingin mensyukuri kemenangan, lebih baik dengan memakmurkan masjid-masjid dan mushala di kota yang kita cintai ini,” ajak Romi kepada pendukung dan simpatisan.

Menurut Romi, kemenangan yang diperoleh setelah melalui proses panjang ini, merupakan kemenangan rakyat Palembang. “Saya sengaja selama ini menahan dan memilih menempuh proses yang seharusnya yakni upaya hukum. Saya mengajak masyarakat Palembang tetap bersatu.”

Pemilukada Palembang telah berlalu. Keputusan MK juga telah membatalkan keputusan KPU yang menetapkan Sarimuda-Nelly sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih, periode 2013-2018. “Pemilihan telahb usai, perbedaan dalam pemilukada juga telah berlalu. Ke depan mari kita bersatu padu melanjutkan pembangunan Palembang,” ungkapnnya.

Didin, keluarga Romi mengaku, sejak pemungutan suara dan sempat ditetapkan kalah oleh KPU Palembang, pendukung dan ibu-ibu pengajian tetap berdoa terus menerus di kediaman Jl Taqwa. “Kita berusaha dan berdoa tidak pernah putus. Setelah Maghrib dan setelah Isya’, ini memang instruksi Bapak (Romi),” kata Didin kepada koran ini.

Selain pengajian, semenjak sidang MK, di rumah juga selalu membaca Yasin bersama anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan. “Awalnya hanya untuk keluarga, tapi pendukung dan simpatisan setia ternyata mau ikut juga mengaji dan berdoa. Alhamdulillah bisa menang,” tukas Didin haru.

Ketua tim kampanye pasangan nomor urut 2, Ilyas Panji Alam mewakili partai pendukung mengaku sangat bersyukur atas kebenaran ini. “Kami mohon kepada KPU Palembang agar segera mengeluarkan keputusan sebagaimana yang telah diperintahkan MK. Menetapkan Romi Herton-Harnojoyo sebagai wali kota dan wakil wali kota Palembang terpilih, 2013-2018,” pungkasnya. (mik/cj4/ce1)

Sumatera Ekspres, Rabu, 22 Mei 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: