MK Menangkan Romi-Harno


Hitung Ulang 5 TPS, Selisih 23 Suara

MK Menangkan Romi-Harno JAKARTA — Mahkamah kontitusi (MK) menyatakan pasangan nomor urut 2, Romi Herton-Harnojoyo yang diusung PDI Perjuangan, PAN Partai Demokrat, PKS dan partai koalisi lainnya, memenangkan Pemilukada Kota 7 April lalu. Keputusan MK tersebut sekaligus membatalkan putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota yang memenangkan pasangan nomor urut 3, Sarimuda-Nelly Rasdiana, berdasarkan rekapitulasi pada 13 April 2013.

“Membatalkan Berita Acara Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang di Tingkat Kota oleh KPU Kota Palembang, tertanggal 13 April 2013. KPU Kota wajib melaksankan putusan MK,” tegas Ketua MK Akil Mochtar saat membacakan amar putusan dalam sidang pleno di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (20/5).

Sidang pleno sendiri diikuti oleh sembilan hakim konsitusi dengan Ketua M Akil Mochtar. Dalam keputusan MK bernomor 41/PHPU.D-XI/2013, ditetapkan jumlah suara pasangan Romi Herton-Harnojoyo sebanyak 316.919 suara. Unggul 23 suara dari pasangan calon nomor urut tiga Sarimuda-Nelly Rasdiana sebanyak 316.896 suara dan pasangan nomor urut satu Mularis Djahri-Husni Tamrin 97.809 suara.

Dalam pertimbangannya, MK menemukan sejumlah perbedaan terkait jumlah suara di lima TPS. Yakni TPS 13 Kelurahan Karya Jaya, Kertapati, TPS 5 Kelurahan Talang Semut, Bukit Kecil, TPS 20 Kelurahan Talang Aman, Kemuning, TPS 3 Kelurahan Suka Jaya, Sukarami, TPS 13 Kelurahan Suka Jaya, Kecamatan Sukarami.

Rincian hasil hitung ulang suara seperti TPS 13, Kelurahan Karya Jaya, Kertapati; pasangan nomor urut 1 (44 suara), nomor urut 2 (155 suara) dan 71 suara pasangan nomor urut 3. Di TPS 5 Talang Semut, Bukit Kecil; pasangan nomor urut 1 (63 suara), 137 suara (pasangan nomor urut 2) dan nomor urut 3 (56 suara).

Di TPS 20 Kelurahan Talang Aman, Kemuning, MK menetapkan 48 suara untuk pasangan nomor urut 1, 93 suara nomor urut 2, dan pasangan nomor urut 3 meraih 73 suara. Lalu, di TPS 3 Kelurahan Suka Jaya, Sukarame MK menetapkan (1) 18 suara, (2) 62 suara dan (3) 162 suara. Sedangkan di TPS 13, Kelurahan Suka Jaya, Sukarame MK menetapkan (1) 3 suara, (2) 76 suara dan (3) 190 suara. “Majelis hakim sudah memeriksa lima kotak suara yang dibawa sebagai bukti ke MK. Kita menemukan ketidaksesuaian dan perubahan angka karena menimpa jumlah rekapitulasi penghitngan. Ini juga hasil dari saksi yang diperiksa,” ujar Akil Mochtar.

Hakim juga menyebutkan cara pencoblosan yang dianggap tak benar, dibenarkan MK. Salah satu contoh pencoblosan yang dianggap terlalu besar. “Asalkan tidak keluar dari kotak si surat suara tidak masalah,” ungkap salah satu Hakim MK.

Alamsyah Hanafiyah, kuasa hukum KPU Kota Palembang mengungkapkan, akan melaksankan perintah MK dengan merekapitulasi jumlah suara kembali sesuai yang ditetapkan MK. “Putusan MK ini sifatnya belum final. Pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana masih bisa menggugat setelah tiga hari sidang putusan ini ditetapkan. Tapi dengan bukti berbeda, seperti penggelembungan suara atau lainnya,” jelasnya.

Tim pemenang Sarimuda-Nelly Rasdiana, Hamzah Syaban yang dimintai komentarnya terkait putusan MK tersebut, tak mau berkomentar banyak. “Sama pengacara saja, yang jelas jika sudah diputuskan MK kita legowo,” terangnya sambil berlalu.

Kuasa hukum Romi-Harno, Sira Prayuna mendesak KPU untuk segera menggelar rapat pleno melaksanakan putusan MK tersebut. “Harus sesegera mungkin karena tugas KPU itu untuk melakukan penetapan pengesahan calon terpilih. Lalu, disampaikan ke DPRD untuk meminta persetujuan untuk pelantikan wali kota dan wakil wali kota,” desak Sira.

Seperti diberitak sebelumnya, KPU Kota Palembang pada pleno 13 April lalu, menetapkan pasangan nomor urut 3 Ir Sarimuda MT-Hj Nelly Rasdiana sebagai wali kota dan wakil wali kota Palembang terpilih untuk periode 2013-2018, hasil Pemilukada 7 April lalu. Kandidat yang diusung Partai Golkar, Hanura, dan partai kecil lainnya itu, meraih 316.923 suara (43,316 persen). Unggul delapan suara atas pasangan nomor urut 2 yang diusung PDI Perjuangan, PAN, PKS, PPP, dan partai kecil lainnya, Romi-Harno (RH), 316.915 suara atau 43,315 persen.

Terhadap putusan tersebut, pasangan Nomor urut 2, Romi-Harno (pemohon) mengajukan gugatan ke MK. Mereka meminta MK membatalkan putusan KPU Kota lantaran suara milik Romi-Harno banyak yang hilang, terutama di lima TPS yang mereka ajukan ke sidang Mk.

Bersifat Final
Menanggapi Putusan MK, Alex Noerdin ketua DPD Partai Golkar Sumsel mengaku belum mendengar info tersebut. Namun ia mengatakan apapun yang menjadi keputusan MK harus dihormati. “Saya belum dengar hingga sekarang, namun apapun yang menjadi keputusan MK harus dihormati,” tegas Alex yang juga calon gubernur Sumsel periode 2013-2018 usai acara debat kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel di Hotel Arista, tadi malam.

Ketua DPD PDI Perjuangan, Eddy Santana Putra, mengatakan, pihaknya bersyukur Palembang tetap dipimpin oleh PDI Perjuangan. Hal itu juga sudah sesuai dengan perkiraan awal mereka. “Alhamdulillah, saya sudah mengira jika PDIP tetap pegang Palembang,” ungkap Eddy, yang juga calon gubernur Sumsel ini.

Secara lantang, ia mengucapkan selamat kepada Romi Herton yang berhasil meraih kemenangan untuk Pemilukada Kota Palembang. “Adinda Romi memang sudah kita persiapkan sejak lama dan dengan wali kotanya Romi maka saya akan bantu habis-habisan agar Palembang lebih maju dan saya yakin dia mampu.”

Disinggung mengenai dampak Pilgub sumsel, Eddy mengatakan, ini bisa juga menjadi tanda-tanda jika pihaknya akan memenangkan pemilihan kali ini. “Mudah-mudahan ini menjadi tanda nanti kita akan menang juga,” cetusnya.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Sriwijaya, Drs Djoko Siswanto MSi, mengatakan, keputusan MK merupakan keputusan final yang tidak dapat diganggu gugat. Ia menegaskan jika Indonesia merupakan negara hukum jadi harus patuh terhadap keputusan yang ada.

“Jadi setiap pihak harus fair dan menerima keputusan itu karena dalam arena politik dan demokrasi harus ada yang menang dan kalah,” tegas Djoko. Dia berharap bagi yang kalah, harus legowo dan yang menang jangan menyombongkan diri.

Ia menyarankan, lebih baik setiap pihak memikirkan untuk pembangunan Palembang. “Kita bangun Palembang dangan baik dan harus kompak,” terang dia. Disinggung mengenai konsekuensi terkait penghitungan yang keliru, Djoko mengatakan, peristiwa seperti itu memang sudah biasa terjadi. “Itu bukanlah sebuah kekeliruan melainkan hanya kesalahan yang lumrah,” tandasnya. (rei/ce1)

Minta Warga Tetap Tenang

Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palembang, Romi Herton-Harnojoyo hadir di persidangan MK. Wajah keduanya terlihat sumringah begitu mendengar putusan MK. “Kita bersyukur dengan dengan hasil yang ditetapkan MK,” ujar Romi kepada wartawan koran ini, kemarin. Menurutnya, waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti kecurangan yang dilakukan pesaingnya di Pemilukada Palembang sangat minim. “Sebenarnya kemenangan kita ribuan suara, tapi karena waktu sedkit hanya bukti tersebut yang kita bawa ke MK.”

Ia mengaku, putusan KPU yang menetapkan Sarimuda-Nelly Rasdiana menang dengan selisih 8 suara, membuat dirinya berbesar hati. Setelah penetapan ini, ia mengaku akan berjuang untuk masyarakat Palembang dalam berbagai hal. “Yang jelas kalau putusan MK ini tak diterima dengan baik oleh pasangan lain, kami siap mengikuti hukum selanjutnya. Itu jika memang ada tuntutan nantinya,” kata Romi lagi

Wakil Wali Kota Palembang ini juga mengimbau agar masyarakat Palembang tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Tidak melakukan hal-hal yang tak diinginkan atas ketidakpuasan terhadap putusan MK.

Ari Yusuf, kuasa hukum Romi Herton-Harnojoyo menambahkan, selisih 23 suara yang diputuskan MK tersebut sebenarnya bisa lebih banyak jika waktu pengumpulan bukti tidak mepet. “Tapi, putusan MK ini fakta dan tak bisa diasumsikan lagi. MK meminta KPU untuk melaksanakan putusan ini karena keputusan mengikat dan sudah final,” katanya.

Menurutnya, sembilan hakim memutuskan suara yang diraih Romi-Harnojoyo sudah bulat dan tak bisa diragukan. “Jadi, agak sulit saya menanggapi jika yang diungkapkan kuasa hukum KPU Palembang pasangan lain bisa menggugat lagi. Saya pikir hanya kurang pengetahuan saja (kuasa hukum KPU, b>red), nggak ada dasar hukumnya itu. Jadi agak sulit saya menanggapinya,” jelasnya.

Sarimuda maupun pasangannya Nelly Rasdiana belum memberikan tanggapan atas putusan MK tersebut. Keduanya baru akan menggelar jumpa pers di Bandara Soekarno Hatta, hati ini.

Pantauan wartawan koran ini tadi malam, baik di rumah Romi Herton di Jl Masjid Taqwa maupun di rumah Sarimuda MT di Jl Demang Lebar Daun dijaga ketat aparat keamanan. Begitu juga di kaontor KPU Kota. (rip/ce1)

Sumatera Ekspres, Selasa, 21 Mei 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: