Lebih 90 Ribu Penumpang


Syarat Realisasi Monorel Palembang

Lebih 90 Ribu PenumpangPALEMBANG – Proyek monorel Palembang dengan perkiraan investasi Rp 5 triliun, layak bangun secara finansial juga volume penumpang per hari di atas 90 ribu orang. Poin kesimpulan ini tertuang dalam laporan antara penyusunan feasibility study (FS) monorel Provinsi Sumsel, November 2012.

Lainnya, besaran investasi proyek ini harus di bawah US$23 juta per km. Sedangkan tarif penumpang harus di atas Rp 15 ribu. Tiga hal ini menjadi catatan penting bagi pmerintah daerah sebelum mewujudkan monorel Palembang.

Jika target 90 ribu penumpang tidak tercapai, maka akan ada kecenderungan pemerintah untuk menanggung subsidi US$20-30 juta per tahun. Namun, jika target penumpang tercapai dengan harga tiket Rp 15 ribu, maka pemerintah akan terlepas dari risiko tersebut.

“Imbalan dari subsidi tersebut, ekonomi masyarakat akan lebih tumbuh lagi,” kata Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, beberapa waktu lalu.

Menurut Gubernur, pembangunan monorel merupakan pemikiran untuk mengantisipasi perkembangan Kota Palembang yang semakin padat dan crowded seiring pertambahan penduduk yang semakin pesat. “Untuk itu, perlu sebuah alat transportasi massal seperti monorel ini.”

Alex meminta pembangunan monorel dapat dilaksanakan dalam kurun waktu tiga tahun. Sedangkan PT True North Brigde (TNB) Capital, konsultan untuk proyek monorel ini menghitung diperlukannya waktu pembangunan empat tahun. “Pembangunan ini harus segera dilakukan. Jika terlambat akan terjadi banyak masalah,” imbuhnya.

Ada empat koridor yang rencananya akan dibangun, melintasi jalan-jalan utama di wilayah Palembang. Koridor pertama, Masjid Agung–Jakabaring–Lingkar Selatan. Koridor dua, Jl Parameswara–Unsri Bukit Besar–Jl Kapten A Rivai—Jl Veteran—Jl Perintis Kemerdekaan—Jl RE Martadinata—Jl Mayor Zen. Untuk koridor tiga, Jl Demang Lebar Daun—Jl Basuki Rahmat—Jl R Sukamto—Jl Residen Abdul Rozak—Jl Patal Pusri.

Sedang koridor empat, Masjid Agung (Ampera)—Jl Jenderal Sudirman—Badara SMB II. Yang ingin diwujudkan tahap awal ini yakni monorel dari Bandara SMB II menuju Masjid Agung sepanjang 15 km dan dari Masjid Agung menuju Jakabaring sekitar 10 km. tiap rute nantinya ada dua ruas (double track).

Menurut rencana, dari fly over Simpang Polda, kereta akan belok ke kanan mengarah ke PS (Palembang Square) Mall, lalu ke Jl Kapten A Rivai, belok ke Simpang Charitas, masuk lagi ke Jl Jenderal Sudirman, lalu Masjid Agung ke Jakabaring. Total ada sekitar 15 stasiun pemberhentian yang akan dibangun.

Tanpa masinis, monorel ini direncanakan menggunakan tenaga baterai, bukan listrik apalagi bahan bakar fosil. Pada tiap stasiun pemberhentian, monorel dapat melakukan re-charge baterai. Dengan begitu tidak menyebabkan polusi udara.

Menurut rencana, monorel digerakkan tenaga listrik. Asumsi, kebutuhan listrik per set kereta 15 ribu kW (kilo watt). Dengan biaya listrk per kWh US$0,10, maka dalam setahun, biaya listrik per sets kereta mencapai US$1.314.000. Atau, untuk empat set kereta monorel itu US$5.256 juta. Jika biaya pembangunan per km US$20 juta, untuk rute sepanjang 25 km membutuhkan dana US$500 juta.

Kata Djoko Sasono dari PT True North Brigde (TNB) Capital bebrapa waktu lalu, ada tiga tahap untuk mewujudkan pembangunan monorel. Tahap pertama persiapan, tahap kedua kerjasama pemerintah dan swasta, tahap ketiga pembangunan atau kontruksi. Dalam tahap kerja sama, risiko subsidi harus berani diambil pemerintah. Pola investasi proyek ini yakni sistem public private partnership (PPP). “Jika ingin sukses, sangat dibutuhkan subsidi dari pemerintah karena tingkat internal rate of turn (IRR) dan proyek hanya 16-18 persen,” jelasnya.

Dikatakan Djoko, kunci terwujudnya pembangunan monorel Palembang adalah pola PPP yang akan disepakati pemerintah dan investor. Jika itu terjalin dengan baik, maka diprediksi, kontruksinya berjalan Desember 2013 dan berakhir Desember 2017.

“Proyek monorel Palembang ini memiliki potensi yang baik karena cepat dilirik investor dibandingkan dengan proyek serupa di kota lain. Pasalnya, belum ada satu pihak pun yang membebani proyek ini,” katanya.

Dalam FS disebutkan, operasi kereta selama 20 jam, dimulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB. Kapasitas angkut penumpang satu kereta 780 orang, dan total penumpang per hari yang diprediksi dapat diangkut 191.309 orang. Jumlah ini muncul dengan memperhitungakan total penumpang yang menggunakan angkutan umum per harinya.

Rencananya, proyek monorel ini akan ditawarkan pula kepada investor asal Negeri Matahari Terbit (Jepang, red). Usai pemilukada, Pemprov Sumsel akan jemput bola untuk melakukan penawaran langsung kepada Asosiasi Perkeretaapian Luar Negeri Jepang.

“Kami tawarkan kepada calon investor Jepang karena mereka memiliki pengalaman yang baik untuk membangun transportasi jenis ini,” tukas Staf Ahli Gubernur Bidang Transportasi dan Pariwisata HM Jhonson.

Pengamat transportasi perkotaan, Adilsyah Lubis, menilai, dengan prediksi investasi monorel Palembang yang hanya 20 juta dolar per km, maka tidak ada alasan proyek ini tidak dapat dilaksanakan. “Biaya investasi ini jauh lebih murah dibanding pembangunan monorel di Negara lain,” cetusnya.

Ia mencontohkan, penggunaan monorel tipe Hitachi oleh Kitakyushu Monorel di Jepang menelan dana 62 juta dolar per km. Lalu oleh Okinawa Monorel untuk tipe serupa di Jepang yang investasinya 27 juta dolar per km. Di Kuala Lumpur, pembangunan Kuala Lumpur MTrans menelan biaya 36 juta dolar per km dan Bombardier MV 1 oleh Las Vegas Monorel menelan biaya 88 juta dolar per km.

“Di Palembang, karena dibangun di madian jalan maka tidak perlu biaya pembebasan lahan. Geografinya tidak ada gunung atau bukit, sehingga tidak perlu over atau underpass maupun terowongan. Jelas ini lebih murah. Hanya perlu diwaspadai kondisi geoteknik gempa,” imbuh Adilsyah sembari menuturkan kesulitan akan muncul saat mulai pembangunan, yakni timbulnya kemacetan. (rip/nur/ce1)

Sumatera Ekspres, Senin, 20 Mei 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: