Tolak Bala dan Bahaya


Tolak Bala dan BahayaPALEMBANG – menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak yang mulai diperingati sejak pecan lalu berdasarkan penanggalan Tionghoa, Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya terlebih dahulu melakukan ritual Api Homa Sakya Murni Buddha, tadi malam (17/5).

“Tujuan memohon perlindungan dari berbagai bahaya dan bala, serta memohon pemberkatan kesejahteraan dan cinta kasih,” ujar Vajra Acarya, Lian Yuan. Hal itu juga sebagai upaya memohon perlindungan kepada sang Buddha dan mengikis ckarma buruk umat manusia.

Dikatakan, Api Homa terbagi menjadi dua, yaitu Api Homa Luar dan Homa Dalam. Untuk Api Homa Luar, saat menaruh makanan dan berbagai persembahan lainnya ke dalam tungku dan membakar bahan-bahan itu sebagai persembahan kepada para Buddha dan Bodhisattva.

Sedangkan Api Homa Dalam saat api membakar semua persembahan atau sering diartikan sebagai proses penyucian untuk membuang karma buruk. Tak hanya itu, ritual Api Homa juga bisa digunakan untuk menolak bala, menyembuhkan penyakit, mendatangkan kesejahteraan duniawi, dan lain-lain.

“Karena itu, setiap menjelang perayaan Waisak, kami gelar ritual Api Homa setiap[ tahun,” cetusnya. Api Homa juga dimanfaatkan umat Buddha sebagai waktu yang tepat untuk memohon agar tahun depan diberikan keberkahan.

Sebelum upacara, umat Buddha akan menuliskan daftar namanya di kayu Homa yang bertujuan memohon agar dia (umat, red) sama seperti kayu tersebut dimasukkan ke dalam tungku dan terbakar habis.

“Sehingga karma buruk terkikis sedikit demi sedkit dan terbakar oleh api,” terangnya. Penulisan nama di kayu tersebut mudah, hanya menuliskan nama saja di selembar kayu atau lebih dar satu kayu.

Namun, syaratnya, kayu tersebut hanya boleh diisi oleh satu nama saja, karena tidak dianjurkan untuk menulis kayu homa untuk satu keluarga atau lebih dari satu nama dalam dalam satu lembar kayu.

“Itu karena Kayu Homa melambangkan tubuh dan karma manusia. Hanya untuk satu nama karena karma setiap manusia berbeda-beda dan tidak bisa digabung menjadi satu,” tandasnya. (wia/via/ce6)

Sumatera Ekspres, 18 Mei 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: