Pengobatan Tiongkok Makin Diminati


Alami dan Tanpa Operasi

Pengobatan Tiongkok Makin DiminatiPALEMBANG – Pengobatan tradisional cara Tiongkok masih menjadi salah satu pengobatan favorit masyarakat di Metropolis. Itu karena proses pengobatan diyakini aman, menggunakan obat alami tanpa obat kimia dan tanpa operasi.

Seperti di Sinshe Peta TCM (Traditional Chinese Medicine) . pengobatan dilakukan dengan berbagai cara, mulai terapi tkupuntur (pasien ditusuk-tusuk pakai jarum secara manual), akupresur (pasien ditusuk jarum dengan listrik), bekam, dan tuena (menggunakan sikut atau jari).

“Pengobatan dilakukan secara bertahap,” ujar Pelaksana Operasional Sinshe Peta TCM. Yan Serni kepada wartawan Koran ini, kemarin. Nah, terang Yan, sejak buka pada akhir 2011 lalu, pelanggan kliniknya terus meningkat. Setidaknya ada sekitar dua ribu pasien yang datang berobat.

Nah, sekitar 90 persen di antaranya atau sekitar 1.800 pasien dinyatakan sembuh, berhasil diobati dari penyakit yang dikeluhkan. “Sedangkan sisanya masih dalam proses penyembuhan,” cetusnya seraya mengatakan, proses pengobatan tanpa operasi dan ditangani langsung oleh Sinshe Huang atau seorang pakar kesehatan Tiongkok yang telah berpengalaman dalam bidangnya.

“Jadi konsumen tidak perlu khawatir,” tuturnya. Yan mengklaim, pengobatan tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Seperti, diabetes, hepatitis, rematik, tumor, kanker, penyakit kelamin, maag, batu ginjal, dan berbagai jenis penyakit lainnya.

Dikatakan, disebut obat tradisional Tingkok karena memang menggunakan obat-obat yang berasal dari dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan rumput, seperti, tansem, kancau, dan khung uan. “Semuanya itu berasal dari Tiongkok dan dikelola langsung di sana,” tambahnya.

Nah, kata Yan, cara pengobatan pun dilakukan dengan berbagai cara, seperti terapi akupuntur, (pasien ditusuk-tusuk pakai jarum secara manual), Akupresur (pasien ditusuk jarum dengan listrik), bekam, dan tuena (menggunakan sikut atau jar). ”Pengobatan dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.

Masih dikatakan Yan, biasanya pengobatan dilakukan sampai tiga tahap, dimana setiap tahap bisa memakan waktu selama 20 hari. Tak jarang, lanjutnya, pasien sudah berhasil disembuhkan pada tahap pertama pengobatan. “Tergantung dari penyakit yang diderita oleh pasien,” katanya. (cj9/vin/ce6)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 18 Mei 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: