Kepemimpinan Menurut Islam


Kepemimpinan Menurut Islam

Kepemimpinan Menurut Islam Oleh: H Muhammad Taufik SAg

Para politisi mengatakan bahwa tahun adalah tahun politik. Di Palembang sendiri telah berlangsung pemilihan wali kota Palembang. Alhamdulillah berlangsung dengan aman dan lancar. Juni nanti pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan, semoga juga berjalan lancar, aman, dan sukses. Amin. Bagaimana pandangan Islam dalam memilih pemimpin, dan menilai pemimpin yang meminta jabatan?

————————————————–

Pemimpin serta kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Dalam praktik sehari-hari antara pemimpin dan kepemimpinan sering diartikan sama, padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Pemimpin adalah orang yang bertugas memimpin.

Perkataan pemimpin mempunyai bermacam-macam pengertian. Dalam Islam terdapat beberapa istilah yang mengarah kepada pengertian pemimpin, di antaranya: umara atau ulil amri yang bermakna pemimpin pemimpin negara (pemerinta), amirul ummah yang bermakna pemimpin (amir) ummat, al-qiyadah yang bermakna ketua atau pemimpin kelompok, al-mas’uliyah yang bermakna penanggung jawab, khadimul ummah yang bermakna pelayan umat.

Jadi, pengertian pemimpin adalah orang yang ditugasi atau diberi amanah untuk mengurusi permasalahan umat, baik dalam lingkup jemaah (kelompok) maupun sampai kepada urusan pemerintahan. Selain itu, memposisikan dirinya sebagai pelayan masyarakat dengan memberikan perhatian yang lebih dalam rangka upaya mensejahterakan ummatnya, bukan sebaliknya, mempergunakan kekuasaan dan jabatan untuk mengeksploitasi sumber daya yang ada, hanya untuk pemuas kepentingan pribadi (ananiyah) dan kaum kerabatnya atau kelompoknya (ashobiyah).

Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan juga berkembang secara ilmiah. Pada awal abad ke-20 Frederik W Taylor memelopori scientific management, yang kemudian hari menjadi ilmu kepemimpinan. Kepemimpinan tidak lagi didasarkan pada bakat dan pengalaman, tetapi berdasar pada pendidikan dan pelatihan.

Seorang pemimpin harus memiliki bakat kepemimpinan dalam mendukung tugasnya. Pemimpin dalam melaksanakan tugasnya dapat mengerahkan kemampuan manajerial (managerial skill) maupun kemampuan taknis (technical skill) secara aktif untuk mempengaruhi pihak lain dalam rangka pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin dengan kekuasaan yang dimilikinya dapat mempengaruhi, mengarahkan suatu tindakan pada diri seseorang atau kelompok orang, untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.

Seorang pemimpin yang efektif apabila secara genetika telah memiliki bakat kepemimpinan dan bakat-bakat tersebut, dipupuk dan dikembangkan melalui kesempatan untuk menduduki jabatan kepemimpinannya, serta kemampuan tersebut dapat ditopang oleh pengetahuan toritikal yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan, baik yang bersifat umum maupun yang menyangkut teori kepemimpinan.

Larangan Mencari dan Menuntut Jabatan Dalam Pemerintahan

Islam adalah agama yang sempurna yang memerhatikan semua hal, bukan hanya hal-hal yang kecil dan sepele, melainkan juga hal-hal yang besar pun diperhatikan secara sempurna dalam Islam.

Menjadi pemimpin merupakan tugas berat yang dipikul oleh seorang pemimpin. Karena syarat menjadi pemimpin memang sangat berat. Maka umat Islam dilarang untuk meminta tugas, jabatan sebagai pemimpin kecuali diminta oleh tokoh-tokoh Islam dan umat Islam yang telah menilai dari calon pemimpin itu dari berbagai segi, baik dari agama, maupun dari ilmu kepemimpinan itu sendiri, dan dari aspek lainnya. Apabila calon pemimpin itu memang dikehendaki untuk menjadi pemimpi, calon pemimpin itu boleh menerimanya dan tanggung jawab itu akan menjadi ringan.

Dalam kitab ringkasan Shahih Muslim yang ditulis oleh M Nashiruddin Al-Abani, dituliskan: Abdurrahman bin Samurah R.A mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hai Abdurrahman, janganlah kamu meminta jabatan dalam pemerintahan, karena jika kamu diberi jabatan melalui permintaan, maka bebanmu sungguh berat. Tetapi, jika kamu diberi jabatan tanpa minta, maka kamu akan dibantu oleh orang banyak.”

Saig Hawwa mengatakan dalam kitabnya, Al-Islam Jilid 2: “Jika seorang khalifah (pemimpin) dipilih dan dibaiat, maka berarti seluruh kaum muslimin telah menyetujui kekhalifahannya (kepemimpinannya). Maka pemimpin itu akan terus menyandangnya sampai ia meninggal dunia. Kecuali jika ia melakukan penyelewengan penyelewengan dan jabatannya dari aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Allah.

Seorang pemimpin boleh meminta kepada rakyat membatalkan baiat (perjanjian) mereka jika ia menghendaki dan melihat ketidaksukaan orang terhadap pengangkatan dirinya, atau jika ia ingin mendapat kepastian kepercayaan orang lain, atau jika ia mengundurkan diri.

Dari Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Abu Bakar pernah berkata: “Wahai manusia! Jika kamy beranggapan aku menerima jabatan khalifah ini karena aku suka kepadanya, atau aku mengangkat diri sendiri atas kalian dan kaum muslimin, Maka demi Allah, aku sebenarnya enggan menerimanya. Aku tidak berambisi kepadanya, aku tidak mengangkat diri sendiri dan aku tidak pernah meminta jabatan ini kepada Allah, baik secara terang-terangan maupun secara diam-diam. Sesungguhnya aku talh dikalungi beban persoalan besaryang aku sendiri tidak mampu memikulnya kecuali berkat pertolongan Allah. Ketahuilah aku suka siapa saja yang lebih baik dari aku menjabat kedudukan ini. Kalian berhak menolak dan tidak membaiatku. Dan berikanlah kepada orang yang lebih baik dari aku. Dan ketahuilah, jika kalian meminta kepadaku agar aku berbuat sebagaimana Rasulullah SAW telah lakukan, sungguh aku tidak dapat memenuhinya, Rasulullah adalah hamba Allah yang dapat karunia wahyu, karena itu ia terjaga dari kesalahan, sedangkan aku hanyalah manusia biasa seperti kalian.” (*/asm/ce6)

Sumatera Ekspres, Jumat, 26 April 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: