Modal Nekat di Jembatan “Ompong”


Modal Nekat di Jembatan Ompong
Konsentrasi: Selain modal nekad, Sadmit juga harus konsentrasi bergantungan di tali baja dari jembatan gantung di desanya, yang lantai papannya lepas sepanjang 30 meter, kemarin (20/4)

LAHAT — Raut muka Sadmit (58), tampak serius saat melintasi jembatan gantung di desanya, Desa Karang Endah, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Sebatang rokok yang menempel di mulutnya, dibiarkannya saja meski abunya sudah panjang. Pasalnya untuk menyeberangi Sungai Lematang itu dia harus konsentrasi penuh, karena harus bergantungan di tali jembatan gantung yang terbuat dari baja.

Sebab jembatan gantung sepanjang 140 meter itu sudah “ompong”. Susunan papan sepanjang 30 meter lepas akibat disapu angin kencang disertai hujan deras dua bulan silam. Nahasnya hingga kini, lantai jembatan gantung itu belum diperbaiki. Jika tidak berhati-hati, Sadmit akan terjatuh dan terseret derasnya arus Sungai Lematang, yang berada 20 meter di bawah jembatan gantung tersebut.

“Pasti awalnyo kami ini takut. Cuma kareno tepakso, lamo-kelamoan jadi terbiaso,” ujar Sadmit, kemarin (20/4). Sebab katanya, jembatan gantung itu satu-satunya akses menuju ladang mereka yang berada di seberang sungai.

Menurut Sadmit, dengan modal nekad mereka bisa sampai ke ladangnya. Masalah barunya, mereka bingung bagaimana membawa hasil bumi dari ladang. “Alternatifnyo yo terpakso ngangkut hasil panen pake perahu, meski resikonyo cukup besak. Sebab debit air sungai ini sedang pasang,” cetusnya

Kepala Desa (Kades) Karang Endah, Rusman Basri mengaku khawatir jika kondisi seperti ini terus dibiarkan. Aktivitas warga, baik dari desa ke Kota Lahat ataupun sebaliknya bakal terganggu. “Kami jelas mengharapke nian adonyo perhatian Pemkab Lahat dalam hal ini, sehingga ke depan masyarakat tidak kesulitan. Terutama idak membahayoke kondisi yang ado, kareno kenekadan mereka ini,” harapnya.

Dijelaskannya, perihal lepasnya papan-papan lantai jembatan itu, diketahui warga saat hendak pulang dari berkebun, sekitar pukul 17.30 WIB. Dimana kala itu hujan disertai angin kencang tengah mengguyur desanya. “Papan jembatan lepas satu per satu, bahkan warga itu nyaris jatuh ke dalam sungai. Untung dia berhasil selamat ke seberang, sebelum papan lainnya lepas,” pungkasnya. (idi/air/ce2)

Sumatera Ekspres, Minggu, 21 April 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: