Sarimuda-Nelly Unggul


Sarimuda-Nelly Unggul– Keberaratan Romi-Harno Masuk Berita Acara
– Hari Ini, Pleno Penetapan Pemenang

PALEMBANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, merapungkan rekapitulasi surat suara 16 Kecamatan. Hasilnya, KPU dalam plenonya pukul 23.30 WIB, tadi malam (13/4), mengesahkan pasangan nomor urur 3, Ir Sarimuda – Nelly Rasdiana, unggul 8 suara.

Kandidat yang diusung Partai Golkar, Hanura, KKB, dan koalisi partai kecil lainnya itu, meraih 316.923. Sedangkan rival terdekat, pasangan nomor urut 2 Romi Herton – Harnojoya (PDI Perjuangan, PAN, PKS PPP, dan parti kecil lainnya) mengantongi 316.915. Sementara, pasangan nomor urut 1 dengan pengusung Gerindra dan partai kecil lainnya, Mularis Djahri – Husni Thamrin, mendulang 97,810 suara.

Raihan suara tersebut, sama seperti angka rekapitulasi PPK empat hari lalu. Hanya saja yang akan diumumkan KPU Kota sebagai pemimpin Kota Palembang lima tahun ke depan, 2013-2018, tergantung pleno tertutup, hari ini, pukul 10.00 WIB.

Apalagi, dalam pleno rekapitulasi tadi malam apa yang menjadi keberatan pasangan nomor urut 2, Romi-Harno sudah dituangkan dalam berita acara catatan pelaksanaan dan sertifikat hasil penghitungan suara. Salah satunya, soal selisih 30 suara yang menjadi pengakuan saksi nomor urut 2, pasangan Romi Herton – Harnojoyo.

Selisih 30 suara tersebut, setelah dilakukan pencocokan C1 KWKsaksi pasangan nomor urut 2, Romi-Harno dengan C1 KWK printing KPU Kota Palembang, benar adanya. Itu terjadi di TPS 19, Kelurahan 20 Ilir D1, Kecamatan Ilir Timur (IT) I.

Ketua KPU Kota Palembang, H Eftiyani SH melalui humas Abdul Karim Nasution, menjelaskan, keberatan-keberatan saksi nomor 2 di beberapa kecamatan, diakomodir dengan mencocokan C1 milik saksi dan C1 milik KPU . Kemudian D1 saksi dengan D1 KPU. “Kami harapkan D1 Panwas dan C1 pasangan calon lain, (Sarimuda-Nelly) juga dibawa untuk dicocokkan,” kata Karim kepada wartawan, sore kemarin.

Menurut Karim, setelah dicocokkan untuk 1 TPS di TPS 19. 20 D1, C1 KPU dengan saksi pasangan calon nomor 2, perolehan suara berkurang 30. Nanti apakah sama dengan D1 KPU, itu yang akan dibuktikan. Hasil temuan dicatatkan dalam berita acara.”

Diketahui, setelah melalui perdebatan “sengit,” KPU mengambil keputusan untuk mencocokkan C1 KWK. Hasilnya, itu tadi, terjadi persamaan antara C1 KWK printing KPU dengan saksi nomor 2 (Romi-Harno) dengan selisih 30 suara. Lalu, selisih suara tejadi di 7 TPS lain. Di antaranya Alang-Alang Lebar (AAL), 20 Ilir, Plaju Ilir, dan Sukodadi. SSemua itu masuk dalam berita acara keberatan pasangan RH.

Sebelum terungkap adanya selisih tersebut, rapat pleno rekapitulasi KPU Kota Palembang berjalan lancar. Dimulai dengan pembukaan kotak PPK Seberang Ulu I. Lalu, dilanjutkan dengan pembukaan kotak suara SU II, IB I, Sukarami, Sako, Kalidoni, Bukit Kecil, dan Sematang Borang.

Nah, rekapitulasi menjadi alot dengan adu argomen ketika membuka kotak dari PPK IT II. Lantaran saksi nomor 2 meminta KPU mengakomodir keberatannya sebelum membuka kotak suara IT II. Suparman Roman, meminta penemuan selisih suara tidak bisa dipisahkan dari berita acara rekapitulasi KPU. “Ini jelas terjadi kelalaian dan kekeliruan. Bahkan pengurangan suara kami,” katanya lagi.

Hamzah Sakban, saksi pasangan nomor urut 3, mengatakan sesuai dengan hasil rekapitulasi terakhir KPU PPK, pasangan Sarimuda-Nelly unggul 8 suara. “Jika keberatan siapapun bokleh saja, karena ada mekanisme form DBII yang melampiri berita acara,” katanya.

Lanjutnya, kesamaan C1 KPU dengan nomor urut 2 di TPS 19, 20 Ilir D1, harus diuji dulu kebenarannya. Karena forum rekapitulasi bukanlah untuk pembuktian sampai tingkat PPK, PPS atau KPPS. Kesamaan itu bukan berarti benar. “Tidak ada masalah, sudah selesai di tingkat bawah, kesamaan itu belum tentu benar dan kita uji nanti di Pengadilan.”

Ketua KPU Sumsel, Anisatul Mardiah mengatakan, keputusan KPU bukan atas kesepakatan tapi berdasarkan aturan. Boleh mengakomodir asal tidak menyalahi. “Rekap PPK yang ditetapkan KPU, jika ada kesalahan PPK, KPU harus tegas, tentang tindak lanjutnya kita sesuaikan mekanisme,” kata Anisatul.

Dikatakan, jika KPU mengubah suara, itu pidana. Karena rekapitulasi bukan pengadilan untuk melakukan pembuktian. “Keberatan saksi tidak dituangkan dalam hasil perbaikan perolehan suara dan dalam sertifikat. Tapi dalam berita acara, atau model DB KWK KPU,” tukasnya.

Komisiner KPU Pusat Ferry Kurnia Rizkiyansyah menegaskan, sejauh ini proses di KPU Kota masih berjalan dan semua kewenangan itu, ada di KPU Kota. “Harapan kita KPU Kota dalam menjalankan kewenangan sesuai UU dan peraturan,” bebernya.
Sementara itu, pantauan di jalan masuk KPU Kota Palembang, tampak penjagaan masih ketat, Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Nasution didampingi Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting langsung memantau lokasi.

Kapolda mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pejagaan di kawasan KPU Kota Palembang hingga situasi benar-benar kondusif. Di samping menyiapkan 2000 pasukan untuk pengamanan menjelang keputusan akhir KPU Kota terhadap pennghitungan suara dari pemilihan umum Kota Palembang tersebut.

”Menjelang hasil penetapan rekapitulasi surat suara, kita telah menyiapkan 2000 pasukan. Kita juga akan terus bersiaga hingga benar-benar kondusif,” terang Saud.

Terpisah, Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting juga menegaskan bahwa saat ini dari pihak Polresta ada 1.000 pasukan yang berjaga. Belum ditambah dari personel Polda Sumsel. “Yang on-call ada satu kompi pasukan lagi yang berjaga di Kantor DPRD,” tambah Ginting.

Calon walikota Sarimuda MT mengaku tidak banyak persiapan menghadapi pleno penetapan walikota dan wakil walikota Palembang periode 2013-2018. “Besok kami serahkan sepenuhnya kepada KP, tidak ada persiapan khusus. Hanya dengan kemenangan ini, kami sujud syukur kepada Allah SWT, dan siap menjalankan amanah rakyat Palembang dengan program-program yang telah kami janjikan selama masa kampanye,” kata Sarimuda kepada wartawan Koran ini, kemarin.

Siapapun yang terpilih, lanjutnya, merupakan pilihan rakyat. Pilihan rakyat tidak pernah salah dan sepenuhnya sudah mempercayakan kepada KPU. “Kami meminta seluruh elemen masyarakat Palembang turut serta berpartisipasi dalam pembangunan Kota Palembang yang lebih baik dari sekarang. Kemenangan ini merupakan kemenangan seluruh rakyat Kota Palembang,” tukasnya.

Romi Herton, hingga berita ini diturunkan belum bias dikomfirmasi. Hanya, kediamannya di depan Masjid Takwa, seharian kemarin, tak pernah sepi dari kunjungan tamu. Baik dari tim sukses, tamu pribadi Romi hingga kepala dinas silih berganti memasuki rumah megah tersebut. Terlihat mobil kepala dinas perhubungan Kota Palembang, Masrifin dan juga mobil dinas Sekda Palembang, Ucok Hidayat. (mik/cj4/nur/gti)

Sumatera Ekspres, Minggu, 14 April 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: