Nyalip, Angdes Nyemplung


2 Tewas, 15 Luka Berat, 5 Selamat

Nyalip, Angdes Nyemplung MUARA ENIM Kecelakaan tunggal menelan korban jiwa terjadi di Jl umum Prabumulih-Muara Enim, tepatnya Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, pukul 07.30 WIB, kemarin (27/3). Mobil angkutan desa (angdes) jenis Suzuki Carry Nopol BG 9822 DI, dengan 22 penumpang–sopir plus karyawan harian lepas perkebunan kelapa sawit PTPN VII–terjun ke kolam.

Dua karyawan tewas seketika, 15 luka berat, dan 5 lainnya selamat. Kedua korban tewas diketahui bernama Hasnah (42) dan Lilis (38), warga Desa Ulak Bandung, Ujan Mas, Muara Enim. Mengalami luka berat di bagian kepala hingga terjadi pendarahan di bagian telinga, hidung, dan mulut.

Sedangkan 15 penumpang lainnya mengalami luka berat (luber) termasuk pengemudi angdes Hamzah (38), warga Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas. Dan lima orang penumpang lainnya berhasil selamat. Ke-15 penumpang tersebut rata-rata mengalami luka serius di bagian tubuhnya akibat terkena benturan keras.

Kini, para korban masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD DR HM Rabaian Muara Enim. Sedangkan lima orang lain yang selamat mengalami trauma dan berada di rumah masing-masing.

Bagaimana kejadian sebenarnya? menurut informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa yang cukup menggemparkan warga itu, terjadi di jalan lintas Muara Enim-Prabumulih tepatnya, Dusun I Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, kemarin. Pagi, sekitar pukul 07.30 WIB, para karyawan harian terdiri dari wanita dan pria itu, hendak bekerja ke Afdeling VI, perusahaan perkebunan PTPN VII Gunung Megang.

Angdes berisi 22 penumpang. Dimana, 7 orang duduk di atas kap mobil termasuk kedua korban tewas. Sedangkan 14 orang duduk di dalam mobil (satu duduk di depan) bersebelahan dengan sopir.

Mobil berjalan dari arah Muara Enim menuju Gunung Megang, diduga dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba di lokasi kejadian, mobil sarat muatan itu, diduga hendak menyalip bus yang ada di depannya. Namun ketika menyalip, mobil terjebak sambungan aspal seperti garis kejut.

Akibatnya angdes oleng hingga terbalik dan terjun ke dalam kolam yang berada di sebelah kanan jalan, jika melaju dari arah Muara Enim menuju Palembang. Saat mobil terbalik posisi roda ke samping. Penumpang yang berada di atas atap terpental dan terbentur ke aspal jalan. Sedangkan penumpang yang berada di dalam mobil terjebit. Huswani, seorang korban menuturkan, saat kejadian semua penumpang histeris. “Kami yang berada dalam mobil menjerit sekuatnya,” jelas Huswani yang dirawat di ruang perawatan RSU dr HM Rabain Muara Enim.

Menurut Huswani, sopir sudah diingatkan agar mengurangi kecepatan. Apalagi, beberapa waktu lalu sudah terjadi kecelakaan. Hanya, si sopir tetap bandel dan berjalan dengan kecepatan tinggi. “Sebelum masuk kolam, mobil oleng sebanyak tiga kali,” tuturnya lagi.

Irawan (27), mandor yang mengawasi korban bekerja menuturkan, mereka merupakan karyawan harian lepas PTPN VII Gunung Megang, mereka bekerja sudah mencapai dua tahun, namun tidak diasuransikan oleh manajemen PTPN VII.

“Karyawan itu statusnya harian lepas sehingga tidak mendapat asuransi kesehatan dari pihak perusahaan,” jelas Irawan saat dijumpai di rumah sakit.

Menurutnya, pagi itu mereka hendak berangkat kerja ke Afdeling VI PTPN VII, untuk memupuk kelapa sawit. “Hari ini mereka rencanannya bekerja memupuk kelapa sawit sedangkan sebelumnya bekerja menebas,” jelas Irawan. Setiap berangkat bekerja, mereka mencarter mobil angdes. “Mobil itu sudah tiga bulan dicarter untuk mengantar dan menjemput karyawan. Biaya carter Rp 150 ribu per hari. Dibayar bulanan oleh karyawan secara patungan. Gaji karyawan Rp 40 ribu/hari yang dibayarkan secara bulanan.”

Fendrizal, anggota DPD Desa Ujan Mas yang mengaku mengantarkan 4 penumpang ke rumah sakit mengungkapkan hal serupa. “Jumlah penumpang angdes itu ada 22 orang. Saya tidak tahu pasti kejadian itu, karena telah berangkat terlebih dulu dengan sepeda motor,” ujarnya.

Kasat Lantas Polres Muara Enim AKP Agung Setyo Nugroho, melalui Kanit Laka Iptu Indrowono SH, menegaskan kejadian kecelakaan tersebut akibat kelalaian sopir, maka sopirnya menjadi tersangka,” jelas Indrowono.

Menurut Indro, jumlah penumpang angdes melebihi kapasitas dan melanggar ketentuan. Saat kejadian, tujuh karyawan duduk di atas atap mobil, 14 duduk di dalam mobil. Posisinya, 6 orang duduk di jok samping kiri dan 6 orang duduk di jok samping kanan serta 2 orang duduk di bangku tempel tengah. Sedangkan satu orang lagi duduk di jok depan samping sopir. “Dalam kejadian ini diduga ada tiga penyebab, yakni kelalaian sopir, muatan penumpang berlebihan, dan sopir tidak paham situasi jalan,” jelasnya lagi.

Keterangan sejumlah saksi dan hasil oleh tempat kejadian perkara (TKP), lanjut Indro, mobil berjalan terlalu ngebut. Berusaha menyalip dan terbentur garis kejut, sehingga mobil oleng dan terjun ke dalam kolam tersebut. “Tapi, kita masih melakukan penyelidikan lebih intensif dengan memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Saat ini mobil tersebut telah ditarik dan diamankan di Polsek Gunung Megang,” jelas Indro. (bis/ozi/ce1)

Sumatera Ekspres, Rabu, 27 Maret 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: