Ibu dan Anak Tewas Berpelukan


Ibu dan Anak Tewas Berpelukan MARTAPURA — Si jago merah meluluhlantakkan bedeng tujuh pintu milik H Faqih, di Pasar Baru, Desa Gumawang, Kecamatan Belitang, Kapupaten OKU Timur, sekitar pukul 22.30 WIB, Sabtu malam (16/3). Dua orang tewas terjebak, Siti Masruroh (26) dan anaknya yang masih berusia tujuh tahun, Pepan AR.

Belum dapat dipastikan penyebab dan berapa kerugian dari peristiwa tersebut. Yang jelas, kebakaran yang “melumatkan” semua isi bedeng tersebut, kontan membuat warga cemas sekaligus panik karena terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk.

Sementara enam mobil pemadam yang dikerahkan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) terjebak lantaran jalan menuju tempat kejadian perkara (TKP) sempit. Warga dengan menggunakan alat seadanya berupa ember berusaha memadamkan api, untuk mencegah agar api tak menjalar ke rumah penduduk.

Petugas PBK bersama warga lainnya juga melakukan isolasi. Api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 23.15 WIB seteah petugas PBK bersama warga memasang selang panjang dengan dibantu empat mobil water supplay. “Medan di mana bedeng milik H Faqih, sulit terjangkau mobil. Oleh karena itu ketujuh bedeng tersebut tidak diselamatkan. Hanya saja, api berhasil dikuasai sehingga tidak menjalar ke rumah warga lainnya,” ungkap Kasat PBK Kabupaten OKU Timur Warwai, SE.

Mennurut Warwai, dua korban tewas Siti Masruroh (26) dan anaknya Repan AR (7), ditemukan dalam posisi tertelungkup di kamar mandi. Di ruang kamar mandi tersebut, korban Siti dalam posisi memeluk anaknya yang juga ikut meninggal.

“Sang ibu beserta anaknya meninggal secara mengenaskan,” ujarnya. Saat kejadian suami korban bernama Yuli Eka Saputra (28), tengah berada di luar rumah, sementara pintu rumah terkunci dari dalam.

Camat Belitang, Kabupaten OKUT, Drs Vikron Usman MM, mengatakan, diduga kedua korban berada dalam kamar mandi juga hendak menyelamatkan diri. Sementara bedeng yang berukuran 3-7 meter persegi itu, tak memiliki pintu belakang. “Keduanya meninggal dengan luka bakar yang cukup mengenaskan,” tuturnya. Jenazah dimakamkan di pemakaman umum Desa Sumber Suko.

Sebenarnya, saat kejadian warga hendak mendobrak pintu rumah yang dihuni korban, namun tak terdengar suara. Warga pun terus berusaha memadamkan api bersama petugas PBK. “Memang lokasinya padat penduduk, bahkan mobil PBK tidak bisa menjangkau,” katanya.

Kebakaran itu menimpa bedeng tujuh pintu milik H Faqih. Dari jumlah tersebut, satu pintu di antaranya dijadikan gudang. Ketujuh bedeng itu, hangus dilahap si jago merah.

Kuat dugaan api berasal dari konsleting listrik. “Asal api diperkirakan dari bedeng nomor tiga yang kosong ditinggal penghuninya,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono SIk MSi melalui Kapolsek Belitang AKP Harda, kemarin. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih tahap penyelidikan. “Sekarang petugas terus melakukan penyelidikan dan keterangan saksi terkait peristiwa ini. Kalau kerugian bangunan sekitar Rp 300 juta. Api cepat menjalar bagian atas rumah sehingga sulit dipadamkan,” kata Kristiyono lagi. (asa/ce1)

Sumater Ekspres, Senin, 18 Maret 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: