Disapu Angin, si Kembar Tewas


Perahu Terbalik, Terseret Arus

Disapu Angin, si Kembar Tewas PALEMBANG — Jasad si kembar Rasyid (15) dan Rasyad (15), sekitar pukul 11.00 WIB, kemarin (17/3), dievakuasi aparat Direktorat Polair Polda Sumsel ke Kamar Mayat RS Bhayangkara Palembang. Keduanya baru ditemukan mengapung di perairan Sungai Upang, Kabupaten Banyuasi, sekitar pukul 09.00 WIB, setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik disapu angin kencang, Jumat lalu (15/3).

Kondisi jasadnya sudah mulai rusak, sudah membengkak dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Namun kakaknya, Budi (25), meyakini jika kedua mayat si kembar adiknya, dikenali dari pakaian yang dikenakan keduanya. “Dak tau yang mano Rasyid apo Rasyad, tapi aky yakin itu adik kami,” tegas Budi, warga Prajen Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Kemarin.

Diceritakan Budi, Jumat itu adik kembarnya hendak menyusul orang tuanya yang juga mempunyai rumah di kawasan Borang, Kecamatan Maryana, dan bersawah. Lalu mereka menelpon Brata (24), dan di jemput menggunakan perahu. Saat menyeberangi sungai, perahu yang ditumpangi tiga bersaudara itu diterpa angin kencang disertai ombak besar, baru sekitar 30 meter dari daratan.

Ketiganya terlempar ke air ddan terbawa arus. Meski Brata pandai berenang, dia pun sempat kesulitan menyelamatkan diri. Beruntungnya, dia berhasil diselamatkan jaring nelayan. “Brata diselamatke wong yang lagi jaring, duo adik kami ni hanyut,” tambah Budi. Pencarian pun dilakukan, bersama warga dan Direktorat Polair Polda Sumsel.

Namun baru sekitar pukul 09.00 WIB, jasad si kembar ditemukan sekitar lima kilometer dari lokasi awalnya tenggelam. “Sedikit saja terlambat, Brata juga tak bisa terselamatkan. Dia sekarang trauma dan tidak banyak omong, lagi dirawat di RS Kundur. Untuk dua adik kami ini (Rasyid dan Rasyad, red), keluarga sendiri sudah pasrah dan akan segera dikuburkan usai diperiksa di sini (RS Bhayangkara, red),” ujarnya.

TTerpisah, Direktorat Polair Polda Sumsel Kombes Pol Omad SIk, melalui Kasubdit Gakkum AKBP Denny SIk, dan Kanit Lidik Iptu Suprawira, menjelaskan jarak antara keduan jasad itu sekitar satu kolometer saat ditemukan. “Pada hari itu kondisi hujan deras disertai angin kencang, sebenarnya warga juga sudah diperingatkan untuk tidak menyeberang sungai dulu. Akibatnya disapu angin kencang dan ombak besar, terjadi kecelakaan air yang menyebabkan jatuhnya korban,” katanya. (aja/air/ce2)

Sumatera Ekspres, Senin, 18 Maret 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: