Fenomena Meroketnya Harga Bawang


Mirip Kasus Impor Sapi

Fenomena Meroketnya Harga BawangKomisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mencium indikasi adanya kartel importir yang membuat harga bawang putih melonjak tinggi. Modus pemasokan bawang putih dari mancanegara tersebut mirip dengan kasus impor daging sapi yang terjadi awall tahun ini.

Wakil Ketua KPPU Saidah Sakwan mengatakan, kenaikan harga bawang putih terjadi menjelang wacana pembatasan impor komoditas tersebut berembus. “Ini sama dengan kenaikan harga daging sapi,” katanya saat inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Petikemas Surabaya (TPS), kemarin.

Pemerintah membatasi impor sejumlah komoditas pangan sejak Januari dan berlaku hingga Juni mendatang. Kebijakan yang sejatinya ditujukan untuk melindungi petani tersebut, diawali dengan pembatasan impor 13 komoditas hortikultura, termasuk kentang, wortel, cabai, dan bawang.

Menurut Saidah, importir mulai mengambil keuntungan berlebih sejak pembatasan impor mulai direncanakan. “Ketika kebijakan sudah berjalan, pasokan (di pasar) tiba-tiba menipis,”terangnya.

KPPU sudah memastikan bawang putih impor tersebut sengaja ditimbun. Saidah telah memastikan ke pihak operator pelabuhan tentang 110 kontainer yang tertahan tersebut sudah tidak memiliki masalah administrasi. Peti kemas tersebut sudah dilengkapi Rekomendasi Persetujuan Impor Holtikultura (RPIH) dari Kementerian Pertanian dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan. Namun, pemilik muatan sengaja belum mengeluarkan peti kemas dari pelabuhan.

Fenomena Meroketnya Harga BawangDalam sidak kemarin, Tim Penyelidik KPPU kemarin belum bisa memeriksa isi peti kemas reefer (kontainer berpendingin). “Yang jelas kami sudah bisa melihat bahwa di lapangan penumpukan kontainer reefer sangat penuh. Ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan kami sewaktu kembali dan menghadap pihak-pihak terkait,” katanya.

Mengenai data importir nakal, Saidah mengaku belum mengantongi daftarnya. “Menurut informasi, data tersebut ada di pihak Bea dan Cukai. Jadi, kami berencana untuk melapor ke menteri perdagangan sekaligus meminta data kepada Dirjen Bea dan Cukai,” ujar Saidah. Ia berharap Selasa nanti sudah bisa memanggil para importir nakal.

Selain itu, KPPU bakal meminta sejumlah instansi pengatur impor untuk menyederhanakan perizinan. Otoritas pengawasan persaingan bisnis tersebut juga meminta kebijakan pembatasan impor untuk komoditas penting dilakukan dengan lebih hati-hati. “Kami juga akan berdiskusi dengan kementerian terkait tentang kebijakan itu,” katanya.

Peneliti sekaligus Ketua Program Pascasarjana Ilmu Ekomomi IPB Nunung Nuryantono mengatakan kenaikan harga bawang putih tidak disebabkan siklus tahunan. Meski di pasaran mahal, harga bawang putih di tingkat petani masih sangat murah. Petani bawang hanya menikmati harga Rp 5.000 per kilogram. “Dari analisis lapangan yang kami lakukan, para petani tidak mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga bawang merah dan putih ini,” katanya. (bil/kit/uma/wan/sof/ego/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 17 Maret 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: